Kereta Api Lokal Bandung Raya Rasa Penataran Ekspress

Waktu Penataran Ekspress dihapus dari Gapeka karena okupasi minim, rangkaiannya langsung ditransfer ke Daop 2 Bandung. Nggak lain buat memperkuat armada Kereta Api Lokal Bandung Raya yang waktu itu udah mulai jadi pemain tunggal setelah Patas AC dan Non-AC ditiadakan.

Terutama kamu yang domisilinya sekitaran Surabaya-Malang atau di Daop 8 Surabaya pasti pernah tau kan tahun 2015 pernah ada Kereta Api Penataran Ekspress yang melayani rute Surabaya-Malang?


Tujuan awal kereta api Penataran Ekspress didinasin untuk membantu operasional Kereta Api Penataran reguler. Karena banyak commuters sepanjang jalur itu pengen ada kereta api yang bisa lebih cepat nyampe, karena Penataran reguler kan berhenti di hampir setiap stasiun, udah itu dari Malang ke Blitar ganti nama jadi Rapih Dhoho.

Di waktu yang nyaris bersamaan, PT.KAI memperpanjang rute kereta api Bima yang semula Jakarta Gambir-Surabaya Gubeng jadi Jakarta Gambir-Surabaya Gubeng-Malang plus tarif parsial Rp 40.000,00 khusus Surabaya-Malang. Belum lagi kereta api Jayabaya ikut main di koridor yang ngelewatin lumpur Lapindo itu, punya tarif parsial pula.

Karena kompetisi ketat di koridor itu, belum lagi pelanggan setia Kereta Api Penataran Dhoho dan Tumapel, jadilah Penataran Ekspress kalah bersaing disitu. Okupasinya selalu minim. Daripada merugi, lebih baik dihapus dari Gapeka. Jadilah Penataran Ekspress mulai babak barunya. Ditransfer ke Daop 2 Bandung.

Tambahan Armada Kereta Api Lokal Bandung Raya

Di 2015, PT. KAI Daop 2 Bandung mulai berlakukan single operation di koridor Bandung Raya dari Padalarang ke Cicalengka. Itu artinya nggak akan ada lagi Patas AC dan Non-AC, cuma ada Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Itu nggak sepenuhnya salah, karena agak rancu kalo Patas Ac dan Non-AC masih ada. Pasalnya semua rangkaian yang dinas sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya udah dipasang AC, termasuk gerbong ex-MCW 301. Tarifnya sendiri dibawah Patas Non-AC.

Maka sejak itu rangkaian yang semula dinas sebagai Patas Non-AC dijadiin Kereta Api Lokal Bandung Raya. Ditambah lagi bekas kereta api Penataran Ekspres yang ditransfer dari Daop 8 Surabaya. Pas pertama kali dinas di rumah barunya sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya, exterior bekas Penataran Ekspres masih ada.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya di Mei 2015, exterior kereta mulai dibikin seragam jadi warna orange ky gerbong ekonomi lainnya dimana waktu itu belum ada livery selendang pecut yang baru dipake di Kereta Api Jayabaya.

Tapi interiornya masih ada yang belum berubah. Bawaan Penataran ekspress masih ada. Jadi kalo pas waktunya kita kebagian rangkaian itu, kita kasih sebutan Kereta Api Lokal Bandung Raya rasa Penataran Ekspress.

Setelah jadi penghuni tetap Daop 2 Bandung, udah nggak ada lagi sisa-sisa Penataran Ekspres. Semua nyaris jadi seragam. Apalagi setelah rangkaian Kereta Api Lokal Bandung Raya juga kena livery selendang pecut.

Sedikit info, dari segi okupasi, Kereta Api Lokal Bandung Raya nyaris nggak pernah sepi penumpang. Selalu rame, terutama di jam berangkat atau pulang kantor sama di akhir pekan. Bedanya kalo akhir pekan rata-rata penumpangnya pengen liburan di Kota Bandung, termasuk belanja di Pasar Baru yang nggak jauh dari Stasiun Bandung.

Leave a Reply

%d bloggers like this: