Posted on

Kereta Api Lodaya: ex-Kereta Eksekutif Taksaka (K1 08)

Tak lagi pake ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09), Kereta Api Lodaya kini lebih sering bawa ex-Kereta Eksekutif Taksaka K1 08 punya Dipo Jogjakarta (YK). Selain K1 64 buatan Jepang tentunya. 

Terjawab sudah keberadaan ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09) yang sempat jadi bagian dari Kereta Api Lodaya setelah mutasi ke Dipo Solo Balapan (SLO). Trainset yang sebelumnya dipake Kereta Api Lodaya kini ada di Daop 3 Cirebon dan digandengin ke Kereta Api Argo Jati rute Cirebon-Gambir PP. Sebagian lagi digandengin sama saudaranya di Kereta Api Purwojaya (Cilacap-Gambir) punya Daop 5 Purwokerto.

 photo kereta-api-lodaya-ex-kereta-eksekutif-taksaka-k1-08_zps0ud6smgb.png

Daop 3 Cirebon Lebih Butuh.

Keberadaan ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09) di Daop 3 Cirebon boleh jadi karena mereka lebih butuh untuk didinasin di jalur Cirebon-Jakarta yang dapat saingan sengit dari Tol Cipali. PT.KAI tentu nggak mau kejadian Kereta Api Parahyangan di tahun 2010 terulang lagi. Kereta-kereta rute Cirebon-Jakarta harus bisa bersaing sama angkutan jalan raya, dari segi harga atau minimal tingkat kenaymanan harus lebih baik.

Kebetulan ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09) adalah kereta eksekutif terbaik kedua setelah Argo Bromo Anggrek. Pengguna kereta api Gajayana sendiri punya kecenderungan lebih suka sama rangkaian lamanya daripada yang sekarang. Satu trainset sebelumnya udah dimutasi ke Daop 5 Purwokerto buat dinas Kereta Api Purwojaya. Sementara satu trainset lagi di Daop 6 Yogyakarta, Dipo Solo Balapan (SLO).

Nah, trainset idle di SLO itu akhirnya dipake Kereta Api Lodaya, yang harus “mengungsi” ke sana akibat penuhnya Stasiun dan Dipo Kereta Api Bandung (BD). Beruntunglah para penumpang setia sang macan kebagian salah satu kereta terbaik. Apalagi dari segi ongkos, Kereta Api Lodaya paling murah untuk rangkaian KAJJ arah timur Jawa.

Sayangnya masa-masa indah itu akhirnya harus diakhiri di bulan Agustus 2018. Kereta Api Lodaya nggak lagi bawa ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09) dan kembali ke sediakala bersama rangkaian kereta eksekutif K1 64 buatan Nippon Sharyo Jepang, yang sejatinya rangkaian asli Kereta Api Lodaya dari zaman masih menghuni Dipo Kereta Api Bandung (BD).

Meski demikian Sang Macan tetap kebagian trainset yang lebih muda, yakni ex-Kereta Eksekutif Taksaka (K1 08) punya Dipo Jogjakarta (YK). Trainset tersebut otomatis nganggur setelah Kereta Api Taksaka kebagian alokasi kerta eksekutif terbaru berbody stainless steel, K1 18. Meski beda banget sama K1 09, rangkaian K1 08 masih lebih baik daripada rangkaian kereta eksekutif angkatan 60-an.

Jadi sekarang Kereta Api Lodaya punya 2 trainset kereta eksekutif, yakni kereta eksekutif K1 64 buatan Nippon Sharyo Jepang yang notabene rangkaian asli, ditambah ex-Kereta Eksekutif Taksaka (K1 08).

Tetap Kangen ex-Kereta Eksekutif Gajayana.

Kereta Api Lodaya memang udah kebagian trainset pengganti yang sama bagusnya. Tapi tetap aja banyak yang merindukan ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09). Pasalnya kereta tersebut memang terkesan sangat mewah secara tiket kereta api eksekutif di Kereta Api Lodaya sendiri paling mahalnya cuma Rp 320.000,00. Jadi bisa menikmati kereta mewah dengan harga miring. Belum lagi yang parsialan.

Ex-Kereta Eksekutif Gajayana (K1 09) guncangannya boleh dibilang halus, ditambah lagi pintu otomatis masih berfungsi dengan baik. Nggak heran kalo dianggap kereta terbaik nomor dua setelah Argo Bromo Anggrek. Naik di dalamnya bakal serasa naik pesawat.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.