Posted on

Kereta Api Lodaya, Antara Priangan Timur dan Bumi Mataram

Kereta Api Lodaya merupakan salah satu andalan wargi Bandung buat traveling ke Priangan Timur dan Bumi Mataram. Harga tiketnya paling murah di antara rangkaian KAJJ arah Timur Pulau Jawa dan ada tarif khusus juga yang cuma bisa dibeli langsung di stasiun 2 jam sebelum berangkat.

Sebagaimana judul blog ini “Lodaya Bandung” dan kereta api Lodaya yang jadi profile picture-nya, rasanya nggak enak kalo sang Macan dibahasnya belakangan. Padahal doi termasuk kereta api favorite lho di Daop 2 Bandung terutama bagi traveler yang mau traveling ke Jogja dan Solo.

Tiketnya juga paling murah diantara rangkaian Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) lainnya di rute yang sama. Malah ada tarif khusus dengan syarat dan ketentuannya juga lho. Nah postingan pertama In Syaa Alloh kita akan kupas sedikit tentang Kereta Api Lodaya yang udah dinas sejak tahun 1992.

Fajar Pajajaran dan Senja Mataram.

Kereta Api Lodaya pertama kali diluncurkan tanggal 11 Maret 1992 dimana waktu itu melayani rute Stasiun Bandung ke Stasiun Tugu Jogjakarta dan sebalinya. Awal peluncuran namanya belum Lodaya kaya sekarang, tapi pake dua nama sekaligus yaitu Fajar Pajajaran dan Senja Mataram. Kereta Api Fajar Pajajaran melayani perjalanan pagi dari Bandung ke Jogja dan sebaliknya, sementara Senja Mataram untuk keberangkatan malam.

Nama Kereta Api Lodaya baru dipake pada 2 Mei 2000 atau 8 tahun kemudian sebagai bentuk peremajaan rangkaian kereta. Sejak saat itu Kereta Api Fajar Padjajaran yang berangkat pagi ganti nama jadi Kereta Api Lodaya Pagi sementara Kereta Api Senja Mataram jadi Kereta Api Lodaya Malam. Rutenya sendiri diperpanjang sampai Stasiun Solo Balapan, sehingga ngebantu banget mereka yang mau ke Klaten dan Solo.

Nama Lodaya asalnya dari Macan Lodaya, yakni jelmaan Prabu Siliwangi ketika berhadapan dengan putranya Raden Kian Santang. Lodaya juga punya sebutan lain yakni singkatan dari Solo Bandung Raya.

Kereta Api Eksis (Eksekutif-Bisnis)

Awalnya Kereta Api Lodaya yang namanya masih Fajar Padjadjaran / Senja Mataram adalah rangkaian kereta api bisnis. Seirinng berjalannya waktu ditambah gerbong kelas eksekutif terutama pada saat nama Lodaya dipake, sehingga jadi rangkaian kereta api eksis (eksekutif-bisnis).

Gabungan kelas eksekutif dan bisnis memang udah lazim dari dulu. Malah di zaman DKA pernah ada satu gerbong yang terdiri dari kelas 1 (cikal bakal eksekutif) dan kelas 2 (cikal bakal bisnis). Saat ini, formasi kereta api Lodaya terdiri dari 4 gerbong eksekutif, 4 gerbong bisnis, 1 kereta makan, 1 kereta bagasi, kadang-kadang bawa 1 gerbong pembangkit, ditarik lokomotif CC 206.

Lokomotif CC 206 mulai rutin narik Sang Macan di pertengahan 2014 dimana sebelumnya Kereta Api Lodaya pernah ditarik Lokomotif CC 201, CC 203 dan CC 204.

ke Priangan Timur dan Bumi Mataram

Kereta Api Lodaya rute aslinya memang Bandung – Solo Balapan, tapi nggak sedikit pengguna yang tujuannya cuma ke Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo, bahkan ke Priangan Timur. Status sang Macan sebagai kereta api ekspres boleh jadi pertimbangan tersendiri karena bisa lebih cepat daripada kereta api ekonomi.

Sejatinya harga tiket kereta api Lodaya itu dihitung sama. Misalnya kamu mau ke Kroya atau Kebumen, harga tiketnya tetap Rp 230.000,00 – Rp 320.000,00 untuk kelas eksekutif sementara kelas bisnis Rp 145.000,00 – Rp 210.000,00. Kabar baiknya sih, rute-rute diluar JKS (Jogja Klaten Solo) biasanya lebih mudah dapatin tarif bawah Rp 230.000,00 eksekutif atau Rp 145.000,00 bisnis.

Kabar bagusnya, buat kamu yang cuma ke Priangan Timur aja yakni ke Garut (Stasiun Cipeundeuy), Tasikmalaya dan Banjar ada tarif khusus dimana kamu nggak harus bayar seharga ke Jogja atau Solo. Tarif khusus Kereta Api Lodaya dari Stasiun Bandung ke Stasiun Cipeundeuy, Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Banjar kelas eksekutif Rp 75.000,00 dan kelas bisnis Rp 65.000,00.

Cuma buat dapatin tarif khusus ini kamu nggak bisa booking online via channel external. Tarif khusus Kereta Api Lodaya ke Stasiun Cipeundeuy (Garut), Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Banjar hanya berlaku untuk pembelian langsung di stasiun (go show) minimal 2 jam sebelum berangkat dan selama tempat duduknya masih ada. Kalo udah full ya nggak bisa.

Bukan itu aja, buat dapatin tarif khusus juga kamu nggak bisa bebas pilih seat sendiri kaya biasanya booking via channel external. Karena belinya go show di stasiun, biasanya kursi udah dipilihin sama petugas loketnya, atau bisa jadi otomatis by system.

Eh, ngomong-ngomong Priangan Timur sama Bumi Mataram itu apa ya? Priangan Timur itu daerah di bagian timur Bandung Raya dan di selatan Jawa Barat. Daerah-daerah yang masuk disini meliputi Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar. Sumedang sebenarnya bisa juga dimasukin, tapi belakangan udah masuk ke Bandung Raya (Greater Bandung).

Adapun Bumi Mataram itu kaitannya sama Kerajaan Mataram Islam di masa lalu yang meliputi hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Nah, daerah kaya Kabupaten Cilacap yang didalamnya ada 3 stasiun yang disinggahi Kereta Api Lodaya (Stasiun Sidareja, Stasiun Maos dan Stasiun Kroya), Kebumen, Purworejo (Stasiun Kutoarjo), Jogja, Klaten dan Solo itulah daerah yang dulunya merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram yang mencapai puncak kejayaan di era Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Nah, makanya sah-sah aja nyebut Kereta Api Lodaya sebagai penghubung 3 daerah: Bandung Raya, Priangan Timur dan Bumi Mataram. Secara waktu pertama kali beroperasi pake nama Senja Mataram buat rangkaian kereta api yang jalannya malam dan sekarang jadi Lodaya Malam.

One thought on “Kereta Api Lodaya, Antara Priangan Timur dan Bumi Mataram

  1. […] dari Bandung ke Jogja atau Solo kalo kepengen kenyamanan lebih dan cepat sampai di tujuan, Kereta Api Lodaya memang jadi favorit. Ini bisa dilihat setiap weekend, long weekend, apalagi musim-musim liburan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *