Kereta Api Kaligung Nyasar ke Cicalengka?

Jauh banget ya mainnya Kereta Api Kaligung? Nyampe ke Cicalengka lho! Padahal doi kan lokalan yang dinasnya di Daop 4 Semarang. Eit, tunggu dulu, itu cuma gerbong doang kok yang kebetulan sekarang memperkuat armada KA Lokal Bandung Raya rute Padalarang-Cicalengka.

Kereta Api Kaligung aslinya memang lokalan Daop 4 Semarang. Dulu rangkaiannya total pake KRD MCW 302, walaupun kadang pake kereta api biasa. Pernah juga ditarik sama lokomotif BB 301 buatan tahun 1957. Kadang lokalan yang satu ini punya sebutan lain Prameks-nya Pantura atau KRD Prameks yang beroperasi di jalur utara.

Secara KRD Prameks punya Daop 6 Jogjakarta, dinas di jalur Kutoarjo-Solo Balapan. Cuma yang ngebedain antara Kereta Api Kaligung sama KRD Prameks di rangkaian yang dipake. Kalo KRD Prameks total masih pakai rangkaian KRD, mayoritas KRDE bekas KRL BN Holec buatan PT. INKA Madiun dan satu unit MCW 302, Kaligung sekarang udah kereta api biasa.

Sama kaya Kereta Api Lokal Bandung Raya

Kereta Api Kaligung yang sekarang semuanya pake kereta api biasa sama kaya lokalan yang ada di Daop 2 Bandung, yaitu Kereta Api Lokal Bandung Raya. Sekarang udah nggak ada lagi KRD yang wara-wiri di Padalarang-Cicalengka. Satu set MCW 302 sekarang udah dikonversi jadi Railclinic 2 dan dikirim ke Sumatra. KRDE Baraya/Rencang Geulis dikandangin.

Sampai tahun 2014 masih ada KRD yang dinas di Bandung Raya, tapi setelah PT. KAI Daop 2 Bandung berlakukan single operation dan menghapus KRD Patas Non-AC dari Gapeka, semua rangkaian KRD jadi di grounded di Dipo Bandung. Terutama rangkaian KRDE yang belum jelas mau diapain.

Sementara KRD MCW 302 yang juga pernah dinas sebagai Bumi Geulis di Daop 1 Jakarta nasibnya lebih beruntung karena berhasil dihidupin lagi meski nggak lagi buat ngangkut penumpang. KRD MCW 302 ex- KRD Patas Bandung Raya Non-AC dibangun ulang di Balai Yasa Jogja, dikonversi jadi Railclinic 2 dan sekarang dikirim untuk didinasin di Sumatra.

Praktis sejak saat itu cuma ada Kereta Api Lokal Bandung Raya yang semuanya rangkaian kereta api biasa ditarik lokomotif CC 201 / CC 203. Adapun kereta api Kaligung mungkin nyaris sama. Rangkaian KRD-nya nggak kelihatan lagi, semua udah jadi kereta api biasa.

Lokalan Rasa KAJJ (Beneran)

Kalo dulu tarif Kereta Api Kaligung sama kaya lokalan pada umumnya, sekarang tarifnya dah kaya KAJJ. Sekali jalan dari Stasiun Tegal ke Stasiun Semarang Poncol dipatok Rp 50.000,00. Tarif segitu mulai ada waktu Kereta Api Kaligung pake gerbong kereta api ekonomi (K3) yang punya interior kayu dan gambar Candi Borobudur di bagian luarnya.

Tarif Rp 50.000,00 di rute Tegal-Semarang yang waktu tempuhnya 2 jam 18 menit udah cukup ideal. Malah masih lebih murah dibanding kalo naik kereta api ekonomi yang lain, misalnya Tawang Jaya yang tarifnya dihitung sama kaya Jakarta-Semarang Rp 90.000,00.

Nah untuk tiketnya sendiri, Kereta Api Kaligung bisa dbooking online via channel external. Beda sama lokalan lainnya yang harus dibooking langsung di stasiun. Jadi Kereta Api Kaligung ini lokalan rasa KAJJ beneran.

Sekarang Kereta Api Kaligung udah pake rangkaian gerbong ekonomi K3 2016. Kelasnya naik lagi jadi ekonomi plus. Jadi pas lah dibanderol 50 ribu, karena dari kapasitas aja K3 2016 lebih sedikit daripada gerbong ekonomi 106 penumpang.

Rangkaian K3 2016 sebelumnya sempat jadi polemik dikalangan pelanggan dan netizen karena jarak antar kursi yang sempit. Akhirnya PT. KAI mengalokasikan gerbong ini ke rangkaian kereta api jarak pendek dan menengah, seperti Kereta Api Kaligung.

Karena pake K3 2016 otomatis rangkaian gerbong sebelumnya nggak dipake lagi. Solusinya mau nggak mau harus dimutasi. Nah, jadi aja dimutasi ke Daop 2 Bandung didinasin sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Masih ada sisa-sisa peninggalan Kereta Api Kaligung, kaya interior kayu, sementara TV LCD yang sempat dipasang udah dicopot. Jadi, Kaligung-nya memang masih ada di Daop 4 Semarang, nggak kemana-mana, cuma gerbong lamanya aja yang pindah ke Daop 2 Bandung.

Leave a Reply

%d bloggers like this: