Posted on

Kereta Api Kahuripan dan PLH Trowek 1995

PLH Trowek 25 Oktober 1995 menimpa rangkaian gabungan Kereta Api Galuh-Kereta Api Kahuripan. Tragisnya lagi cuma beberapa bulan setelah sang favorit budget traveler itu perpendek rute jadi Bandung-Kediri.

Kereta Api Kahuripan yang jadi favorit backpacker dan budget traveler tercatat udah berkali-kali ganti rute. Awalnya melayani rute Jakarta Pasar Senen-Kediri via Bandung. Per 26 Juli 1995, rutenya diperpendek jadi cuma Bandung-Kediri.

Setelah Stasiun Bandung cuma layani keberangkatan kelas eksekutif dan bisnis, rutenya berubah jadi Padalarang-Kediri, udah itu berubah lagi jadi Kiaracondong-Kediri dan mulai Gapeka 2016 kemarin diperpanjang lagi jadi Kiaracondong-Blitar.

Cuma pergantian rute yang pertama harus diselingi peristiwa tragis, PLH Trowek, di tengah malam 25 Oktober 1995. Kereta Api Kahuripan yang digandengin sama Kereta Api Galuh anjlok di KM 241 jalur kereta api Padalarang-Kasugihan, tepatnya di Jembatan Trowek, Dusun Trowek Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya.

Kawin Paksa sama Kereta Api Galuh ?

Bener nggak sih salah satu penyebab Kereta Api Kahuripan terkapar di Jembatan Trowek akibat kawin paksa sama Kereta Api Galuh? Memang pernah ada cerita kaya gitu. Disebut perkawinan dua rangkaian itu ibarat ngawinin Pria Sunda (Galuh) sama Gadis Jawa (Kahuripan), yang menurut kepercayaan sebagian orang itu tabu atau terlarang.

Walaupun sebenarnya itu nggak salah karena secara agama itu dibolehin. Nggak ada batasan suku bangsa, asal udah ketetapan Alloh bahwa si gadis Jawa itu jodohnya si laki Sunda, InSyaaAlloh keduanya bakalan langgeng dalam rumah tangga. Apalagi kalo dasar utamanya perkawinan itu agama bukan suku, apalagi dikaitin sama takhayul, khurafat dan sejenis.

Sebetulnya nggak ada yang salah waktu Kereta Api Galuh “dikawinin” sama Kereta Api kahuripan di Stasiun Cibatu. Itu karena Kereta Api Galuh udah telat banget dan mengalami kerusakan. Makanya digabungin sama Kahuripan. Rangkaian gabungan berjumlah 13 itu rencananya cuma sampe Stasiun Kroya, abis itu Galuh ditarik lagi ke Stasiun Banjar.

Penyebab PLH Trowek: Kerusakan Teknis.

Penggabungan 2 rangkaian Kereta Api Galuh dan Kereta Api Kahuripan memang nggak salah. Setelah digabungin rangkaiannya jadi berjumlah 13 gerbong ditarik 2 lokomotif (double traksi) CC 201 05 dan CC 201 75. Di tahun 1987 Kereta Api Parahyangan pernah juga bawa 14 gerbong ditarik double traksi CC 201.

Cuma masalahnya jalur di Priangan Timur memang lebih ekstrem daripada Priangan Barat. Disini ada tanjakan dan turunan ekstrem 25 per mil. Dari Stasiun Bumiwaluya sampe Stasiun Cipeundeuy naik 25 per mil, dari Cipeundeuy ke Cirahayu turun 25 per mil, jadi ibaratnya main perosotan di waterpark.

Harusnya gabungan dua kereta ini berhenti di Stasiun Cipeundeuy buat pengecekan rem, sayangnya prosedur yang udah dijalanin sejak era Kolonial Belanda itu nggak lagi berlaku di era Perumka. Alasannya kurang efisien dan memperlambat waktu tempuh, dan inilah yang menimpa rangkaian gabungan Kereta Api Galuh dan Kereta Api Kahuripan di malam 25 Oktober 1995.

Beberapa saksi menyebut lokomotif mulai ngelurain api dan berjalan kencang waktu masuk dan melewati Stasiun Cipeundeuy, ditambah lagi gerbong kereta dalam kondisi gelap gulita tanpa cahaya, kondisi yang memang dianggap jamak di zaman dulu (sekarang sih kaya gini nggak boleh lagi dan dianggap kerusakan serius).

Begitu rangkaian kereta harus “main perosotan” di turunan curam 25 per mil, rem lokomotif Kereta Api Kahuripan mengalami kegagalan fungsi alias blong. Pas lewatin jembatan kereta anjlok, 3 gerbong terguling ke kanan, 1 gerbong terlempar 10 meter ke arah kiri, dan 1 gerbong masuk jurang sedalam 10 meter.

Tercatat 15 orang meninggal dunia (sebagian dalam kondisi mengenaskan) dan sekurang-kurangnya 90 korban lainnya mengalami luka-luka.

Nah, jadi catatan kelam yang mengiringi perjalanan Kereta Api Kahuripan, si pengantar budget traveler ini penyebabnya lebih ke masalah teknis, yakni rem blong. Akibat dari PLH Trowek, aturan zaman Kolonial Belanda yang mewajibkan semua kereta berhenti di Stasiun Cipeundeuy berlaku lagi sampe sekarang.

Kalo dirunut ke belakang, Kereta Api Kahuripan yang semula rutenya Jakarta Pasar Senen-Bandung-Kediri dipotong jadi cuma Bandung-Kediri per 26 Juli 1995. Sementara PLH Trowek 25 Oktober 1995, jadi insiden tragis ini terjadi kurang dari 4 bulan Kereta Api Kahuripan perpendek rute.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.