Kereta Api Jogja Semarang

Baru-baru ini ada semacam kuisioner yang isinya setuju atau nggak ada kereta api Jogja Semarang? Karena belum ada yang langsung, maka admin pun bilang setuju, walaupun wargi Bandung.

Rel kereta api dari Jogja ke Semarang sebetulnya udah ada dan nyambung lho! Cuma sayang yang ada sekarang ini ngelewatin Solo. Dulu memang pernah ada kereta api dari Jogja ke Semarang via Solo, cuma sayang nggak bertahan lama karena okupasi minim.

P_20170822_001334_1_1Rutenya dipotong jadi cuma Solo-Semarang, hingga akhirnya benar-benar ditutup karena (lagi-lagi) okupasi minim ditambah kondisi kereta-nya sendiri udah nggak layak. Rangkaian KRD tanpa mesin yang ditarik loko BB 200. Mirip kaya Kereta Api Kaligung edisi jadul kelas bisnis.

Kereta Api Pandanwngi

Kereta Api Jogja Semarang yang dimaksud tadi itu Kereta Api Banyubiru. Mulai dinas 16 Mei 2002 menggantikan Kereta Api Pandanaran rute Semarang-Solo yang pernah ada di era 1980-an dan pensiun di tahun 1997, awalnya Kereta Api Banyubiru melayani rute Semarang-Jogja via Solo (joglosemar).

Cuma sayang di jalur Solo-Jogja, Kereta Api Pandanwangi kalah saing sama KRD Prameks, akhirnya dipotong jadi Semarang-Solo aja percis sama pendahulunya, Kereta Api Pandanaran.

Kereta Api Pandanwangi pake rangkaian KRD MCW 302 ditarik lokomotif BB 200. Agak unik memang karena umumnya KRD MCW 302 masih bisa jalan sendiri tanpa dibantu lokomotif. Masalahnya rangkaian yang dipake disini mesin diesel-nya udah nggak jalan sehingga harus ditarik lokomotif.

Mungkin inilah yang bikin Kereta Api Pandanwangi kurang diminati. Rangkaian sebetulnya udah rusak tapi supaya tetap bisa jalan ditarik lokomotif. Anehnya lagi, lokomotif yang dipake malah jauh lebih tua lagi, BB 200 tahun 1957.

Boleh jadi sebenarnya ini rangkaian sisaan, mirip kaya KRD yang wara-wiri di jalur Nambo dulu cuma 2-3 gerbong itu juga sisaan. Hasilnya bisa ditebak, orang lebih pilih alternatif angkutan jalan raya dari Jogja ke Semarang dan sebaliknya.

Habis Banyubiru Terbitlah Kalijaga

Dulu Kereta Api Pandanwangi bukan satu-satunya rangkaian kereta api yang bisa dijadiin buat alternatif dari Jogja ke Semarang. Selain Pandanwangi, sebenarnya masih ada KRD Banyubiru yang rangkaiannya lebih baru karena pake KRDI buatan PT. INKA hasil modifikasi ex-KRL Holec.

KRD Banyubiru melayani rute Jogja-Semarang via Solo. Tapi lagi-lagi karena kurang dari segi okupasi dan masalah teknis, KRD Banyubiru pun harus berhenti beroperasi. Banyak yang menilai koridor legendaris Semarang-Solo lanjut ke Jogja idealnya pake kereta api konvensional bukan KRD, kaya Kereta Api Pandanaran dulu.

KRD Banyubiru harus pensiun dini 25 Juli 2013 dan hanya beroperasi selama 5 tahun saja. Penyebab lain boleh jadi harga tiket Rp 24.000,00 dinilai ngeberatin. Makanya jadi minim okupasi sehingga orang lebih memilih angkutan jalan raya seperti bus, travel, nyupir mobil atau motoran.

Sebetulnya udah pernah ada upaya penyelamatan KRD Banyubiru supaya tetap bisa dinas. Rutenya dipindah dari semula lewat Brumbung jadi via Ngrombo. Tujuannya ngebidik penumpang dari arah Cepu yang mau ke Jogja-Solo, supaya okupasinya bisa ningkat. Sayang nggak kesampean hingga akhirnya stop operasi.

Kira-kira 7 bulan berselang, masyarakat Semarang yang mau ke Solo dan Jogja, begitu juga sebaliknya bisa menikmati lagi rangkaian kereta api berkat kehadiran Kereta Api Kalijaga rute Semarang Tawang-Solo Balapan PP. Kali ini nggak lagi pake KRD tapi kereta api biasa, mirip Kereta Api Pandanaran.

Kereta Api Kalijaga memang nggak pake rangkaian sendiri, tapi pinjam rangkaian Kereta Api Bengawan yang kebetulan lagi idle dan nggak dinas di pagi dan siang hari. Jadwalnya sendiri nggak sebanyak Kereta Api Pandanwangi dan KRD Banyubiru dulu.

Kereta Api Kalijaga berangkat jam 05.20 dari Stasiun Solo Balapan nyampe di Stasiun Semarang Poncol jam 08.15 WIB. Sementara dari Stasiun Semarang Poncol berangkat jam 09.00 WIB nyampe di Stasiun Solo Balapan jam 11.44 WIB. Waktu tempuhnya kurang dari 2 jam dengan harga tiket Rp 10.000,00.

Tapi sayang kamu yang dari Jogja kemungkinan susah buat nikmatin Kereta Api Kalijaga. KRD Prameks pertama yang berangkat dari Stasiun Tugu Jogja itu jam 05.30 nggak mungkin banget nguber Kereta Api Kalijaga. Mau nggak mau kamu harus nginap dulu di Solo.

Sekali lagi Kereta Api Kalijaga itu pinjam rangkaian Kereta Api Bengawan punya Dipo Kereta Api Solo Balapan. Jadi susah kalo mau diberangkatin dari Tugu atau Lempuyangan. Gitu juga sebaliknya nggak bisa dibablasin karena kepentok jadwal berangkat Kereta Api Bengawan jam 14.30 dari Stasiun Purwosari.

Kereta Api Jogja Semarang 3 Kali Keberangkatan

Terus gimana ya jadwal keberangkatan Kereta Api Jogja Semarang yang ideal? Minimal bisa bantuin Kereta Api Kalijaga. Artinya, Kereta Api Jogja Semarang nanti mau nggak mau harus punya rangkaian sendiri. Nggak bisa lagi pinjam dari kereta api lainnya. Paling nggak 1 rangkaian.

Jadwalnya bisa berangkat jam 7 pagi, terus jam 12 siang, sama jam 5 sore. Atau gimana bagusnya. Yang jelas bisa memenuhi kebutuhan warga Jogja atau Semarang. Kalo ngandalin Kereta Api Kalijaga doang jelas susah. Wong berangkatnya aja cuma 1 kali. Mesti ada pendampingnya.

Mau naik Kereta Api Matarmaja atau Brantas? Repot! Jadwalnya malam dan ke Solo Jebres. Nggak ada lokalan dari Solo Jebres ke arah Jogja. KRD Prameks aja cuma nyampe Stasiun Solo Balapan.

Praktis sekarang pilihannya lagi-lagi cuma bus, travel, nyupir olangan, atau sekalian naik motor. Padahal kereta api punya keunggulan yang nggak dimiliki angkutan jalan raya, apalagi kalo bukan bebas macet dan jauh lebih aman daripada motoran (tanpa ngecilin kamu yang memang doyan motoran lho ya).

Maka itu Kereta Api Jogja Semarang memang dibutuhkan. Masyarakat kedua kota butuh alternatif. Meski harus lewat Solo, karena jalur yang lainnya (Jogja-Semarang via Ambarawa) non-aktif masih dalam tahap reaktivasi.

Lantas berapa harga tiketnya? Kalo patokannya Travel XTrans rute Jogja Semarang Rp 75.000,00. Harusnya harga tiket kereta api Jogja Semarang nanti bisa dibawah itu. Kalo mau pake tarif komersial tanpa subsidi, bisa dipatok Rp 45.000,00 – 60.000,00 untuk kelas bisnis atau premium.

Memang sih tergantung rangkaian gerbong kaya gimana yang mau dipake. Makin gede kapasitasnya, tarifnya bisa makin murah. Kalo pengennya kelas ekonomi pake gerbong kapasitas 106 penumpang kaya Kereta Api Kalijaga mungkin bisa lah dibawah Rp 40.000,00. Asumsi tanpa subsidi.

Jogja-Semarang sendiri sebetulnya setara Bandung-Jakarta kalo dilihat dari waktu tempuh perjalanan normal. Sama-sama 3 jam. Sekalipun nanti ada jalan tol juga, itu cuma buat jangka pendek. Belajar dari pengalaman di Cipularang, nyatanya sekarang makin macet. Jadilah kereta api kembali diminati.


REFERENSI


 

Leave a Reply

%d bloggers like this: