Posted on Leave a comment

Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan

Terima kasih kalian barisan para mantan. Sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) “mantan” Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja: Kereta Api Cisadane, Kereta Api Mutiara Selatan K3 16, dan Kereta Api Lodaya Tambahan K3 18. 

Terima kasih kalian barisan para mantan, potongan lagu The Rain (ft. Endank Soekamti) –band asal Jogja, memang cocok dijadiin ungkapan buat 3 (tiga) kereta api ekonomi Bandung Jogja yang dulu pernah ada dan dinas menghubungkan Bandung dan Bumi Mataram. Di antara 3 itu ada yang udah pensiun, ada yang masih dinas tapi balik lagi ke khitahnya, dan ada yang cuma satu kali sekalian kirim rangkaian.

3 (tiga) barisan para mantan ini pernah menemani duo Kereta Api Pasundan dan Kereta Api Kahuripan yang hingga kini tetap melayani kamu para budget traveler yang liburan ke Jogja. Ditambah lagi Kereta Api Kutojaya Selatan yang transit di Stasiun Kutoarjo (KTA).

Siapa gerangan barisan para mantan tersebut? Yuk disimak:

Kereta Api Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan 1/3

Kereta Api Cisadane

Dari namanya keliatan aneh karena diambil dari nama sebuah sungai yang membentang dari Bogor terus mengalir ke Pulau Jawa lewat Tangerang. Sungai Cisadane sejatinya ada di Daop 1 Jakarta, tapi dinamain buat kereta api ekonomi Daop 2 Bandung di tahun 1990-an. Boleh jadi karena acuannya masih di provinsi Jawa Barat, secara waktu itu Tangerang masih bagian dari Jawa Barat.

Kereta Api Cisadane terdiri dari 5 kereta ekonomi (K3) ditambah 1 kereta makan dan pembangkit kelas 3 (KMP3) ditarik lokomotif CC 201. Awalnya melayani rute Bandung (BD) – Jogja (YK). Tapi dalam perjalanannya diperpanjang sampe Stasiun Madiun (MN), dan pada saat ada pemisahan stasiun keberangkatan, rutenya jadi Kiaracondong (KAC)-Madiun (MN). Di Jogja-nya juga singgah di Stasiun Lempuyangan (LPN).

Karenanya, Kereta Api Cisadane masuk jajaran para mantan Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja. Sayang karena okupasi minim, alasan keamanan dan keselamatan perjalanan, serta sering delay, Kereta Api Cisadane harus pensiun di tahun 2003. Baru 2 tahun kemudian muncul lagi tapi “pulang kampung” ke Daop 1 Jakarta, dinas sebagai KRL Cisadane Ekspres Manggarai (MRI)-Tangerang (TNG), dibawah Divisi Jabotabek.

Tahun 2011 seiring mulai diberlakukannya pola perjalanan baru KRL Commuter Line dibawah PT. KAI Commuter Jabodetabek (kini PT. Kereta Commuter Indonesia), Kereta Api Cisadane (KRL Cisadane Ekspres) akhirnya harus istirahat total dari jagad perkeretaapian Indonesia.

Kereta Api Mutiara Selatan

Kereta Api Mutiara Selatan sempat jadi kereta api ekonomi di tahun 2016, kebetulan waktu itu dapat alokasi kereta baru K3 16 yang digadang-gadang bakal gantiin kereta api bisnis (K2). Jadi mulai 28 September 2016, Kereta Api Mutiara Selatan berubah layanan dari semula Kereta Api Bisnis (K2) jadi Kereta Api Ekonomi Plus (K3) pake K3 16.

Ternyata harapan nggak sesuai dengan kenyataan. K3 16 yang digadang-gadang ekonomi rasa eksekutif ternyata punya cacat. Jarak antar kursi yang terlalu sempit dinilai nggak layak buat perjalanan jarak jauh. Ditambah lagi Kereta Api Mutiara Selatan baru aja bablasin rutenya sampe Stasiun Malang (ML).

Setelah “di demo” sama pelanggan, PT.KAI langsung balikin layanan kereta api bisnis (K2) per 21 Oktober 2016, meski di satu sisi harus ngorbanin kereta api bisnis yang lain, misalnya di Kereta Api Argo Parahyangan, akhirnya dapet alokasi K3 16 bekas Kereta Api Mutiara Selatan.

13 Maret 2017, Kereta Api Mutiara Selatan kembali ke khitahnya sebagai campuran eksekutif (K1) dan bisnis (K2), sekaligus mulai menapaki langkah kembali jadi Raja Selatan. Predikat yang dulu pernah disandang sebelum ada Kereta Api Argo Wilis.

Terlepas dari segala kontroversinya waktu pake K3 16, kurang dari sebulan Kereta Api Mutiara Selatan ikut meramaikan Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja.

Kereta Api Lodaya Tambahan

Eh ternyata si Macan juga pernah ramein Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja? Dan itu terjadi di tanggal 30 Maret 2018. Nggak tanggung-tanggung pake kereta api ekonomi terbaru K3 18 body stainless steel. Gimana ceritanya Kereta Api Lodaya bisa jadi kereta api ekonomi?

Jadi gini, awalnya K3 18 stainless steel sementara dipake buat dinas Kereta Api Argo Parahyangan Premium. Karena rangkaian K3 17 yang biasa dibawa dinas lagi perbaikan di PT.INKA Madiun. Nah setelah rangkaian aslinya balik, mau nggak mau K3 18-nya harus dibalikin atau disiapin buat kereta lain yang membutuhkan atau udah direncanain bakal pake rangkaian tersebut.

Nah jadilah K3 18 dikirim balik ke Solo, dan bersamaan pengiriman itu, didinasin sebagai Kereta Api Lodaya Tambahan yang sifatnya PLB atau Pemberangkatan Luar Biasa. Artinya cuma bersifat insidentil dan nggak rutin. Kebetulan akhir Maret itu juga long weekend, banyak yang bepergian ke Jogja.

Itulah sekalinya Kereta Api Lodaya jadi kereta api ekonomi, bahkan full nggak campuran. Meski demikian, cepat atau lambat Sang Macan juga bakal ganti kereta karena sinyal kereta api bisnis (K2) bakal pensiun ditambah K3 18 yang terus diproduksi sampe 2019. Boleh jadi Kereta Api Lodaya jadi full stainless steel campuran, pake K1 18 dan K3 18 ky Kereta Api Senja Utama Solo (Pasar Senen-Solo Balapan).

Itulah barisan para mantan yang pernah ramein jagad kereta api ekonomi Bandung Jogja. Meski 2 kereta ke depannya juga bakal ganti jadi kereta api ekonomi plus pake K3 18 stainless steel, entah digabung sama K1 18 atau full K3 18 kita tunggu aja. Yang jelas kereta api bisnis (K2) memang udah memasuki usia senja dan nggak akan diproduksi lagi.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.