Posted on

Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja (4): Stasiun Lempuyangan

Stasiun Lempuyangan (LPN), stasiun terbesar ke-2 di Jogja, jadi pintu masuk buat para budger traveler yang mau liburan di Kota Gudeg. Baik yang naik kereta api langsung maupun transit, termasuk kereta api ekonomi Bandung Jogja.

Ngomongin soal Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja rasanya nggak lengkap kalo nggak sekalian dibahas Stasiun Lempuyangan (LPN). Stasiun terbesar kedua di Jogja ini jadi pintu masuknya para budget traveler. Disinilah kereta api ekonomi datang dan berangkat, termasuk Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja.

Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja yang singgah di stasiun ini ada 2: Kereta Api Pasundan (Kiaracondong-Surabaya Gubeng) dan Kereta Api Kahuripan (Kiaracondong-Kediri). Sebenarnya sih ada 3, waktu dulu Kereta Api Cisadane masih dinas di tahun 1990-an. Karena berbagai faktor, salah satunya okupasi minim, Kereta Api Cisadane (Kiaracondong-Madiun) akhirnya pensiun tahun 2003, jadilah 2 kereta itu yang singgah di Stasiun Lempuyangan.

Kereta Api Bandung Jogja (4): Stasiun Lempuyangan

Kereta Api Joglokerto (Purwokerto-Jogjakarta), Kereta Api Logawa (Purwokerto-Jember). Kereta Api Prameks (Kutoarjo-Solo Balapan) dan Kereta Api Wijaya Kusuma (Cilacap-Solo Balapan) punya jadwal pemberhentian di Stasiun Lempuyangan, khusus buat kamu yang ke Jogja dengan cara transit di Stasiun Kutoarjo (KTA). Pastinya lebih dulu naik Kereta Api Kutojaya Selatan.

Dibangun NIS 1872, tertua di Jogja, awalnya untuk Kereta Api Jogja-Semarang

Stasiun Lempuyangan (LPN) punya sejarah panjang. Stasiun ini pertama kali dibangun perusahaan swasta Hindia Belanda, NIS/NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij). Dilatarbelakangi NIS yang terus merugi pasca pengoperasian jalur kereta api Semarang-Grobogan, sehingga menuntut pemerintah Hindia Belanda lanjutin pembangunan jalur kereta api ke Jogja sepanjang 126 km.

Stasiun Lempuyangan (LPN) resmi beroperasi 2 Maret 1872, meski sekarang terbesar kedua tapi dari usianya Stasiun Lempuyangan (LPN) malah lebih tua dari Stasiun Jogjakarta (YK) yang baru beroperasi 15 tahun kemudian, 12 Mei 1887. Udah itu operatornya sendiri beda, Stasiun Lempuyangan dibangun NIS sementara Stasiun Jogjakarta / Stasiun Tugu dibangun dan dioperasikan Staatspoorwagen (SS), punya pemerintah Hindia Belanda.

Awalnya Stasiun Lempuyangan cuma melayani kereta api Jogja-Semarang. Itu karena jalur kereta api punya NIS bermula dari Stasiun Semarang Tawang (SMT) dan berakhir di Lempuyangan, sebelum ada Stasiun Tugu. Untuk lebar spoor-nya sendiri waktu itu pake standard gaunge 1.435 mm. Karena dari Semarang ke Solo dan Jogja (Lempuyangan) pake 1.435 mm. Sementara yang 1.067 mm ke Surabaya via Cepu.

Pasar Lempuyangan dan “Tugu KRD Kuda Putih”

Posisi Stasiun Lempuyangan (LPN) memang nggak sestrategis Stasiun Jogjakarta Tugu (YK) di pusat kota Jogjakarta. Stasiun in masuk Kecamatan Danurejan, di sebelah timur Kali Code. Jarak dari Stasiun Tugu sebenarnya nggak terlalu jauh, tapi kalo ditempuh lewat jalan raya lumayan jauh. Meski demikian, Stasiun Lempuyangan dekat ke Pasar Lempuyangan.

Untuk tempat makan dekat Stasiun Lempuyangan ada Soto Ayam Pak Gareng dekat Pasar Lempuyangan, Warung Nasi Goreng Blenger yang porsinya Jumbo bisa buat 4 orang di Jalan Hayam Wuruk, sama Rumah Makan Cak Koting di Jalan Kolonel Subadri atau nggak jauh dari Fly Over Lempuyangan. Ditambah lagi Alfamart Hayam Wuruk. Nah spot-spot ini adalah titik aman kamu mau order Ojek atau Taksi Online, karena di depan stasiun nggak boleh.

Selain itu Stasiun Lempuyangan punya Tugu KRD Kuda Putih yang jadi pelopornya Kereta Rel Diesel / Diesel Multiple Unit di Indonesia. Dulu si kuda putih ini melayani perjalanan Jogja-Solo percis Kereta Api Prameks. Cuma karena keterbatasan suku cadang akhirnya berhenti dinas di tahun 1970-an. Di belakang Stasiun Lempuyangan tentu saja ada Balai Yasa Pengok, disinilah tempat bersemayam sebagian lokomotif afkir, termasuk ex-Tragedi Bintaro 1.

Oke inilah gambaran singkat Stasiun Lempuyangan (LPN), yang jadi stasiun tujuan akhir kamu para budget traveler, termasuk penumpang Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja. Sedikit info, cuma satu kereta api ekonomi Bandung Jogja direct yang nggak berhenti di sini, Kereta Api Malabar. Itu berhentinya di Stasiun Jogjakarta Tugu (YK).


Referensi:

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.