Posted on

Kereta Api Ekonomi Bandung Jakarta

Tadinya cuma ada 1 kereta api, tapi sejak Kereta Api Argo Parahyangan dapat limpahan gerbong K3 2016 tanggal 13 Maret 2017, Kereta Api Ekonomi Bandung Jakarta sekarang jadi lebih banyak. Beda di jenisnya aja.

Dilihat dari sejarahnya koridor Bandung Jakarta memang hampir bisa dibilang belum pernah dilayani kereta api ekonomi dan selalu identik sama kereta api yang kelasnya lebih elite. Di zaman Belanda aja, status De Vlugge Vier yang jadi cikal bakalnya Kereta Api Parahyangan setara Endasche Express, sebuah rangkaian kereta api termewah di zamannya karena dilengkapi kereta tidur di rute Batavia-Surabaya.

Begitu juga waktu Kereta Api Parahyangan pertama kali dinas tanggal 31 Juli 1971 walaupun layanannya kereta api bisnis (K2) full. Sementara cikal bakalnya Kereta Api Serayu baru jalan tahun 1985.

Dua Kereta di Era Perumka

Di tahun 1992, Kereta Api Galuh rute Stasiun Jakarta Tanahabang – Stasiun Banjar mulai beroperasi. Waktu itu kereta api Galuh punya tugas jadi semacam pendampingnya Cipuja-Citrajaya. Ngangkutin penumpang yang nggak kebawa Cipuja-Citrajaya.

Nah, di era Perumka nama Kereta Api Serayu juga belum dikenal. Waktu itu nama yang dipakenya Cipuja buat perjalanan siang dan Citrajaya di malam hari. Beroperasinya Kereta Api Galuh menjadikan jalur Bandung Jakarta punya dua kereta api ekonomi, mendampingi sang legenda Kereta Api Parahyangan yang masih jadi pemain tunggal sampai tahun 1995.

Sayang masa dinas Kereta Api Galuh ternyata nggak begitu lama. Di usianya yang baru 10 tahun harus pensiun dini karena ada kebijakan rasionalisasi dari PT.Kereta Api. Nah mungkin ada sedikit pertanyaan dari kamu kok tahun 2002 bukan lagi Perumka?

Per 1 Juni 1999 perusahaan kereta api di Indonesia berubah lagi namanya dari Perumka (Perusahaan Umum Kereta Api) jadi PT. Kereta Api (PT KA). Perubahan jadi PT mau nggak mau harus beroperasi layaknya perusahaan yang mencari laba. Makanya beberapa rute yang dinilai inefisiensi dirasionalisasi, salah satunya Kereta Api Galuh rute Tanahabang – Banjar.

Pemain Tunggal Sampai Dapat Limpahan K3 2016

Praktis sejak 2002 Kereta Api Serayu jadi satu-satunya rangkaian kereta api ekonomi yang beroperasi di koridor Bandung Jakarta. Di tahun itu kondisi kereta sebenarnya masih jauh dari kata nyaman.. Selain belum dipasang AC, gerbong sering penuh sesak, malah dinaikin orang-orang yang nggak punya kepentingan.

Walaupun bisa, kebanyakan orang enggan naik Kereta Api Serayu, dan lebih memilih Kereta Api Parahyangan dan Kereta Api Argo Gede. Kalo kehabisan tiket dua kereta tersebut alternatifnya lebih baik naik angkutan lainnya.

Sampai di tahun 2012 dimana PT. Kereta Api Indonesia mulai menerapkan kebijakan menghapus tiket berdiri dan sterilisasi stasiun, pamor Kereta Api Serayu pelan-pelan mulai meningkat. Waktu mulai dipasang AC sekitar tahun 2013 barulah masyarakat mulai melirik rangkaian kereta api Serayu dan menjadikannya alternatif Bandung ke Jakarta dan sebaliknya.

21 Oktober 2016 Kereta Api Argo Parahyangan dapat limpahan gerbong K3 2016 bekas Mutiara Selatan, yang layanannya balik lagi ke kelas bisnis, sehingga semua perjalanan kereta api Parahyangan (kecuali KA 33 dan 34) punya layanan kelas ekonomi.

Maka jadilah koridor Bandung Jakarta sekarang didominasi kereta api ekonomi. Memang sih bedanya ekonomi Serayu sama Argo Parahyangan di statusnya. Kereta Api Serayu statusnya ekonomi reguler yang dapat subsidi tarif dari pemerintah (PSO), sementara Kereta Api Argo Parahyangan dihitung ekonomi plus pake tarif komersial tanpa subsidi.

Harga tiket kereta api Serayu Rp 67.000,00 belum termasuk biaya admin buat yang booking di channel external. Harga tiket kereta api Argo Parahyangan kelas ekonomi plus mulai Rp 80.000,00 kalo lagi off season dan Rp 90.000,00 di peak season (musim liburan termasuk lebaran). Ada diskon layanan buat yang jalan 2-4 orang.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.