Posted on

Kereta Api Cepu: Percabangan Perhutani KPH Cepu ke Stasiun Cepu (CU)

Tepat di depan pintu masuk Dipo Loko KPH Cepu (Perhutani KPH Cepu) ada barisan gerbong kereta barang di lokasi yang sebagian besar ketutup sama rumput ilalang lumayan panjang. Tempat itu diduga bekas percabangan dari Perhutani KPH Cepu ke Stasiun Cepu (CU) atau jalur utama via Stasiun Cepu Kota (CEK), ditutup tahun 1974. 

Asalnya jalur kereta api yang ada di Perhutani KPH Cepu sama jalur utama Jakarta-Surabaya itu nyambung. Keduanya bagian dari sejarah panjang si ular besi di kota kecil penghasil minyak bumi di ujung timur Jawa Tengah itu. Stasiun Cepu (CU) yang jadi bagian dari jalur utama dibangun tahun 1902, sementara Perhutani KPH Cepu mulai dieksplorasi tahun 1911 dan jalur kereta api dibangun tahun 1915.

04 PERCABANGAN PERHUTANI KPH CEPU - STASIUN CEPU (CU) 1

05 PERCABANGAN PERHUTANI KPH CEPU - STASIUN CEPU (CU) 2

Nggak hanya itu, kota Cepu sendiri sebetulnya punya jalur kereta api lainnya, selain dari jalur utama yang sekarang ada. Jalur itu dulunya dibikin sama perusahaan swasta Hindia Belanda, SJS/SJSM (Samarang Joana Stroomtram Maatschappij) yang berbasis di Semarang. Jalur SJS bermula dari Kota Rembang, terus ke Blora dan berakhir di Stasiun Cepu Kota (CEK), sebelum nyatu sama jalur utama ke Surabaya (NIS).

Stasiun Cepu Kota (CEK) dibangun SJS tahun 1903. Sejatinya stasiun ini ialah stasiun terbesar kedua, selain Stasiun Cepu (CU) yang sekarang. Stasiun ini punya 3 percabangan yakni percabangan ke Stasun Cepu (CU) atau Cepu NIS, percabangan ke Blora dan Rembang, sama satu lagi percabangan menuju kawasan Perhutani KPH Cepu. Di Perhutani KPH Cepu ada rel kereta api sepanjang 300 km dibikin melingkar.

Maka dengan demikian, rel kereta api di Perhutani KPH Cepu itu dulunya memang nyambung ke jalur utama, baik jalur punya NIS ke Semarang dan Surabaya, maupun jalur punya SJS yang ke Blora dan Rembang. Pembangunan kereta api di Cepu sendiri memang nggak lepas dari ditemukannya cadangan minyak tahun 1893, sebelumnya NIS ogah bangun rel kereta api ke Surabaya via Cepu karena penduduk jarang dianggap kurang prospek.

Di zaman kolonial Belanda, kereta api Cepu dimanfaatin buat angkutan minyak bumi, angkutan kayu jati gelonggongan, disamping tentu saja buat angkutam penumpang.

Percabangan Perhutani KPH Cepu-Stasiun Cepu (CU) Ditutup Tahun 1974.

Sayang seiring berjalan waktu terjadi perubahan pola angkutan penumpang dan barang. Terutama di awal-awal masa pemerintahan Orde Baru, kereta api seolah terlupakan. Kita nggak bisa menampik fakta bahwa banyak lintas cabang yang ditutup di zaman itu dengan berbagai alasan. Mayoritas karena kalah saing sama angkutan jalan raya sehingga okupasinya minim. Ada lagi dampak dari bencana alam sampe kecelakaan fatal.

Perubahan pola angkutan ini juga terjadi di wilayah Kabupaten Blora, termasuk di Kota Cepu. Pembangunan jalan raya gila-gilaan sementara kereta api dinomor sekiankan, jadi aja minim perawatan dan dibiarin aja uzur dimakan usia. Okupasi semakin menurun sementara biaya operasional naik. Jadilah di tahun 1974 semua jaringan kereta api yang ada di Cepu dan Kabupaten Blora ditutup, terutama peninggalan SJS.

Percabangan Perhutani KPH CepuStasiun Cepu (CU) termasuk salah satu yang kena imbas penutupan ini. Kenapa ditutup? Dari Perhutani KPH Cepu ke Stasiun Cepu (CU) dan jalur utama Jakarta-Surabaya ternyata nggak bisa langsung tapi harus lebih dulu lewat Stasiun Cepu Kota (CEK). Bersama ditutupnya jalur ex-SJS tahun 1974, Stasiun Cepu Kota (CEK) juga ikut ditutup. Percabangan pun kena imbas. Jalurnya nggak lagi nyatu sama jalur utama.

Mulai 1978, rel kereta api di kawasan Perhutani KPH Cepu dijadiin jalur kereta wisata dengan lokomotif uap BMAG “bahagia” buatan Jerman tahun 1928 sebagai andalannya. Di awal 2018, Perhutani KPH Cepu kedatangan armada loko diesel Ruston buat mendampingi lokomotif “Bahagia” yang kadang sering batuk-batuk karena udah terlalu tua. Semoga aja kehadiran loko diesel Ruston bisa bikin Loko Tour Cepu menggeliat lagi.

Berharap Percabangan Aktif Lagi

Di tengah kencangnya isu dan wacana reaktivasi sejumlah jalur kereta api non-aktif, kita berharap semoga percabangan Perhutani KPH CepuStasiun Cepu (CU) bisa dihidupin lagi. Sebetulnya banyak manfaat dari reaktivasi percabangan ini, diantaranya buat mempermudah akses langsung ke kawasan Perhutani KPH Cepu.

Sebenarnya percabangan dari Stasiun Cepu (CU) baru non-aktif sepenuhnya tahun 2008 setelah Pertamina nggak lagi pake kereta ketel buat distribusi minyak bumi. Jadi begitu semua jalur ex SJS non aktif, percabangan ke Depot Pertamina Cepu masih aktif sampe 2008.

Saat ini dari Stasiun Cepu (CU) ke Perhutani KPH Cepu harus ganti moda transportasi, itu juga terbatas banget cuma mobil carteran atau taksi online, nggak ada angkutan umum kaya angkot atau bis kota di Cepu. Buat reaktivasi percabangan itu jelas bukan perkara gampang.

Memang percabangan baru 10 tahun non-aktif semua, tapi yang ke Perhutani KPH Cepu via Stasiun Cepu Kota (CEK) udah non-aktif 44 tahun. Rel kereta api nggak lagi utuh, udah banyak berdiri bangunan permanen di atasnya. Bahkan bangunan Stasiun Cepu Kota (CEK) sendiri kini beralih fungsi jadi pertokoan dan gedung serba guna. Meski lahan yang ada masih punya PT.Kereta Api Indonesia (KAI).

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.