Kereta Api Bogor Bandung

Jalurnya udah ada tapi sayang yang benar-benar siap operasi baru nyampe Stasiun Cianjur, andai jalur kereta api Manggarai Padalarang beroperasi penuh, Kereta Api Bogor Bandung bisa aja dinas dan bakal lebih memudahkan wargi Bogor yang mau ke Bandung.

Saat ini wargi Bogor nggak bisa langsung naik kereta api ke Bandung. Harus ke Jakarta dulu naik KRL Commuter Line dan itu juga turunnya nggak langsung di Stasiun Gambir karena nggak melayani pemberhentian KRL Commuter Line. Solusinya turun di 2 stasiun terdekat, Stasiun Juanda atau Stasiun Gondangdia. Baru lanjut transportasi lain ke Stasiun Gambir.

Bisa juga sih naik Kereta Api Serayu dari Stasiun Pasar Senen naik KRL Commuter Line jalur kuning jurusan Jatinegara, tapi sama aja KRL Commuter Line arah Jatinegara nggak berhenti di Stasiun Pasar Senen, jadi paling nggak harus turun di Stasiun Gang Sentiong, nunggu yang dari Jatinegara baru bisa turun di Stasiun Pasar Senen.

Tapi paling nggak kalo pilih keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen nggak perlu ganti transportasi lain kaya naik Kereta Api Argo Parahyangan dari Stasiun Gambir, cuma lebih jauh aja karena KRL Commuter Line Bogor-Jatinegara lewat Yellow Line atau jalur lingkar Jakarta, muterin Jakarta dulu.

Alternatif ketiga naik dari Stasiun Bekasi, kebetulan semua Kereta Api Argo Parahyangan berhenti di Stasiun Bekasi, malah lebih gampang karena kamu cukup naik KRL sampe Stasiun Manggarai untuk lanjur jurusan Bekasi dan nunggu Kereta Api Argo Parahyangan keberangkatan Stasiun Bekasi. Disini nggak perlu lagi pindah moda transportasi.

Awalnya Memang via Bogor

Kereta Api Bogor Bandung memang bukan barang baru. Kalo sekarang banyak beredar wacana bakal ada kereta api langsung dari Bogor ke Bandung karena petak Cianjur-Padalarang lagi proses revitalisasi dan reaktivasi sebenarnya itu cuma pengulangan sejarah aja.

bandung-bogor-bumel-westerlijnen

Jadwal Kereta Api Bumel “Westerlijnen” : Batavia Noord-Bandung via Buitenzorg 1884.

Sumber: Kereta Api Priangan Tempoe Doeloe, Sudarsono Katam

Jalur kereta api Jakarta-Bandung awalnya memang lewat Bogor, karena waktu dibangun itu stasiun keberangkatan awalnya di Batavia Noord yang terhubung ke Buitenzorg (Bogor), nah dari Bogor itu jalurnya dilanjutin ke Sukabumi, Cianjur sampe Bandung.

Jalur ini mulai dibangun tahun 1881, langkah awal memperluas Stasiun Bogor (Buitenzorg) yang tadinya cuma jadi stasiun terminus dari Batavia. Tanggal 5 Oktober 1881 jalur kereta api mulai dibangun sampe Stasiun Cicurug, lanjut Sukabumi (21 Maret 1882), Cianjur (10 Mei 1883) dan akhirnya tembus Bandung (17 Mei 1884).

Nggak cukup cuma itu, tanggal 10 September 1884 dilanjutin lagi sampe Stasiun Cicalengka, karena rencana pemerintah Kolonial Belanda lewat perusahaan kereta api nasional waktu itu, Staatspoorwegen (SS) mau bangun jalur kereta api Bogor-Cipari, jadi nyampe ke Stasiun Cipari yang ada di Kabupaten Cilacap.

Kereta Api-nya sendiri mulai dinas tahun 1884 setelah jalurnya kelar sampe Cicalengka. Jangan dibayangin ya kereta api-nya sekelas De Vlugge Vier atau Java Nacht Express. Kereta Api pertama dari Jakarta ke Bandung via Bogor itu cuma Kereta Api Bumel yang waktu tempuh perjalanannya aja 9 jam.

Itu 9 jam kalo dari Batavia Noord ya, adapun dari Buitenzorg ke Bandung naik Kereta Api Bumel tahun 1884 itu nyaris 7 jam perjalanan (sekitar 6 jam 44 menit). Kereta api yang melayani Bogor-Bandung waktu itu sebetulnya punya nama lain, yaitu Westerlijnen. Tapi nama ini sendiri masih agak rancu.

Kalo diterjemahin bebas, Westerlijnen itu artinya lintas barat, operatornya Staatspoorwegen (SS). Nah berarti dari Batavia ke Karawang atau Banten bisa juga dong disebut Westerlijnen? Karena posisinya di bagian barat Pulau Jawa. Maka dari itu supaya nggak rancu sebut aja Kereta Api Bumel.

Terputus Tahun 2001 dan 2006

Jalur kereta api dari Bandung ke Bogor putus tahun 2001 akibat runtuhnya Terowongan Lampegan di petak Sukabumi-Cianjur, meski sempat bisa dilewatin kereta api lagi tahun 2006 tapi nggak berlangsung lama karena ada bagian terowongan yang lagi-lagi ambruk. Kereta Api Argo Peuyeum yang semula sampe Sukabumi dipotong jadi Padalarang-Cianjur.

Sementara dari Bogor ke Sukabumi yang ada layanan KRD Ekonomi (KRD Bumel) akhirnya benar-benar berhenti di tahun 2006 itu juga karena kondisi rangkaian yang udah tua dan mengalami kerusakan parah. Praktis nggak ada lagi layanan kereta api dari Bogor ke Sukabumi, jalur pun jadi non-aktif.

Tahun 2008, meski dari Sukabumi ke Cianjur masih putus, paling nggak konektivitas Bogor-Sukabumi berhasil dibalikin lagi seperti semula dengan beroperasinya KRD Bumi Geulis. Meski lagi-lagi masih pake rangkaian uzur bekas Prameks, layanan kelasnya sedikit meningkat jadi kelas bisnis (KD2).

Tingginya peminat membuat perjalanan KRD Bumi Geulis akhirnya diperpanjang sampe Stasiun Tanah Abang (THB), buat akomodasi wargi Sukabumi yang kerja di Jakarta. Cuma ada 2 trip KRD Bumi Geulis, pagi dan sore, tujuannya memang lebih ke penglaju atau pekerja kantoran yang kerja di ibukota.

Sayang masa dinas KRD Bumi Geulis harus berhenti di awal 2013, lagi-lagi karena rangkaian udah uzur, sering batuk-batuk, sampe akhirya benar-benar rusak dan harus istirahat di Dipo Tanah Abang. Hingga akhirnya muncul Kereta Api Pangrango pada 9 November 2013.

Kereta Api Pangrango otomatis gantikan KRD Bumi Geulis jadi penghubung Bogor dan Sukabumi. Bedanya sekarang pake kereta biasa ditarik lokomotif dan bukan lagi KRD atau Diesel Multiple Unit (DMU).

Secercah Harapan

Kereta Api Pangrango disambut antusias wargi Bogor dan Sukabumi. 3 trip yang tersedia nyaris selalu terisi penuh penumpang, di semua kelas (eksekutif dan ekonomi AC). Kelebihan lainnya, tiket Kereta Api Pangrango bisa dibooking via channel external KAI sama kaya Kereta Api Jarak Jauh, jadi kita nggak perlu lagi ngantri di loket.

kereta-api-bandung-bogor-stasiun-cigombong

Tiket kereta api Pangrango nyaris selalu ludes terjual setiap weekend dan musim-musim liburan. Maklum aja ada banyak tempat wisata di rute Kereta Api Pangrango, misalnya Stasiun Cigombong yang nggak jauh ke Lido atau Stasiun Cibadak yang jadi akses paling gampang ke Palabuhan Ratu.

Ditambah lagi Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dan Salabintana di Sukabumi, maka lengkaplah fungsi Kereta Api Pangrango yang bukan sekedar jadi penghubung Bogor-Sukabumi tapi lebih dari itu juga buat kereta wisata.

Sukses Kereta Api Pangrango bikin PT.KAI lanjutin proyek pembukaan kembali jalur legendaris di Tanah Pasundan dengan pengoperasian Kereta Api Siliwangi mulai 8 Februari 2014. Sama kaya Kereta Api Pangrango, layanan kelas yang ditawarin Kereta Api Siliwangi juga terdiri dari eksekutif dan ekonomi AC.

Kereta Api Siliwangi ngelewatin salah satu peninggalan sejarah, yakni Terowongan Lampegan. Ini adalah terowongan kereta api tertua di Indonesia. Sempat roboh dan longsor di awal millenium, terowongan ini sekarang udah aktif lagi. Nggak jauh dari situ ada Stasiun Lampegan yang jadi akses terdekat menuju situs megalitik terbesar di Asia Tenggara, Gunung Padang.

Awalnya operasional Kereta Api Pangrango sama Kereta Api Siliwangi digabung. Jadi kalo dari Bogor Paledang ke Sukabumi dan Cianjur pake nama Kereta Api Pangrango, sebaliknya dari Cianjur ke Bogor Paledang ganti jadi Siliwangi.

Penggabungan ini nggak berlangsung lama, apalagi ternyata penumpang dari Sukabumi ke Cianjur jauh lebih sedikit daripada Bogor-Sukabumi. Awal 2016 PT. KAI ambil kebijakan kurang populer yakni meniadakan layanan kelas eksekutif dan pemesanan tiket online di semua rute. Kebijakan ini ditentang keras sama penumpangnya dan warganet, sampe ada petisi.

Hingga akhirnya PT. KAI mendengarkan keluhan pelanggan dan balikin lagi kelas eksekutif di Kereta Api Pangrango. Operasional Kereta Api Pangrango dan Kereta Api Siliwangi juga dipisah. Stastusnya dibedain, Kereta Api Pangrango tetap kereta api lokal komersial sementara Kereta Api Siliwangi jadi kereta perintis bersubsidi, semuanya kelas ekonomi.

Tiket Kereta Api Pangrango bisa dibooking online di semua channel PT.KAI (dibalikin lagi seperti semula), dan Kereta Api Siliwangi karena statusnya kereta api perintis tiketnya bisa dibeli langsung di stasiun atau go show. Meski dipisah, jadwal perjalanan kedua kereta api InSyaaAlloh masih sinkron.

Sedikit info, karena rangkaian kereta api di jalur legendaris cuma dua itu aja, tingkat on-time performance Kereta Api Pangrango dan Kereta Api Siliwangi sangat tinggi. Jarang banget yang namanya telat atau ngaret.

Jalur legendaris pun udah aktif lagi sampe Stasiun Cianjur dan lagi diproses revitalisasi untuk petak antara Cianjur-Padalarang sebelum jalur Manggarai-Padalarang bisa aktif semuanya. Memang ada kendala buat reaktivasi jalur Cianjur-Padalarang, selain rawan longsor juga ada jalur ekstrem di sekitar Cipatat yang cuma bisa dilewatin lokomotif tertentu dan ada taspat-nya.

Saat ini di petak Cianjur-Padalarang sering dilewatin kereta-kereta inspeksi, buat ngecek ulang kesiapan jalur itu. Ya semoga aja di akhir tahun 2017 ini jalur kereta api Manggarai-Padalarang bisa aktif sepenuhnya. Wargi Bogor bisa langsung ke Bandung tanpa harus susah-susah naik KRL Commuter Line ke Jakarta dulu.

Untuk Cianjur-Padalarang, PT.KAI memang udah nyapin Kereta Api Kiansantang buat didinasin disitu, rencananya sih mau manfaatin salah satu rangkaian kereta api ekonomi yang idle di siang hari. Awalnya Kereta Api Kahuripan, tapi karena setelah ujicoba ada longsor di situ, jadi aja batal dan sekarang idle Kahuripan dipake Kereta Api Patas Bandung Raya.

Jadi ada kemungkinan untuk Kereta Api Kiansantang nantinya pake rangkaian sendiri. Statusnya mungkin nggak jauh beda sama Kereta Api Siliwangi, yakni Kereta Api Perintis. Direncanainnya juga gitu.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: