Posted on Leave a comment

Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Lokal Cibatuan

Dimana-mana namanya lokalan pasti identik sama kelas ekonomi (K3), tapi ada yang menarik di Kereta Api Lokal Cibatuan 350 (Padalarang-Cibatu), dimana terselip satu kereta api bisnis (K2) di antara rangkaian kereta ekonomi. Kereta itu malah bisa dinaikin penumpang, tarifnya pun tetap Rp 7.000,00.

Entah ketiban durian runtuh atau gimana, niat mau balik dari Stasiun Cimahi (CMI) ke Stasiun Bandung (BD) naik Kereta Api Lokal Bandung Raya yang tarifnya Rp 5.000,00 malah kebagian Kereta Api Lokal Cibatuan Rp 7.000,00 keberangkatan dari Stasiun Padalarang (PDL). Tapi nggak apalah karena nungguin yang murah masih lama banget dan akhirnya kereta pun datang, tak disangka-sangka ada nyelip satu kereta api bisnis (K2) disitu.

Jelas kesempatan gini nggak boleh disia-siain, secara kereta api bisnis (K2) udah mulai dihilangkan secara bertahap. Walaupun cuma Kereta Api Lokal Cibatuan, namanya K2 ya tetap K2. Kereta Api Bisnis yang nyelip itu bernomor KMP206502BD, ya aslinya ini gerbong restorasi yang dilengkapi generator atau kereta pembangkit, tapi ada tempat buat penumpang juga sih, layaknya kereta api bisnis (K2) pada umumnya. Beda disini cuma nggak ada toilet.

Bisa Jadi Perjalanan Terakhir.

Kita nggak pernah tau kapan PT.Kereta Api Indonesia (KAI) meniadakan semua layanan Kereta Api Bisnis (K2). Kehadian kereta Premium baru (K3 18) berbahan baku stainless steel seolah menegaskan wacana lama penghapusan Kereta Api Bisnis di tahun 2009, waktu Pak Jonan baru menjabat Dirut KAI.

Di era beliau kita mulai mengenal Kereta Api Ekonomi AC, awalnya diperkenalkan di KRL Jabodetabek pake armada KRL bekas dari Jepang kaya Tokyo 8500 series. Keberadaan KRL Ekonomi AC sekaligus mulai munculin wacana Kereta Api Ekonomi AC buat jarak jauh. Ya, diakui atau nggak, ketika itu Kereta Api Ekonomi jarak jauh masih belum manusiawi. Berdesakan dan lalu lalang segala asongan masih jadi pemandangan lumrah.

Di antara misi dirut baru tahun 2009 memang pengen bikin Kereta Api Ekonomi jadi lebih manusiawi, salah satunya dipasangin AC. Terbukti setahun berselang, Kereta Api Bogowonto meluncur. Inilah pionir kereta rakyat ber-AC bahkan pake AC sentral layaknya kereta eksekutif (K1). Cuma beda di interiornya aja. Maka mulailah wacana kereta api bisnis (K2) bakal dihapus. Terlebih di saat yang sama K2 belum ber-AC.

Salah satu alasan kenapa K2 mau dihapus ialah fasilitasnya yang nggak jauh beda sama kereta api ekonomi (K3). Jadi PT. KAI rencananya cuma pengen fokus sama 2 kelas aja yakni Kelas Eksekutif (K1) dan Ekonomi (K3). Semuanya Ber-AC cuma beda di waktu tempuh aja, dimana Kereta Api Ekonomi (K3) itu lebih lama dari eksekutif.

Pertama kali Kereta api bisnis (K2) menghilang di Daop 4 Semarang tahun 2014, ketika Kereta Api Fajar Utama Semarang dan Senja Utama Semarang dihapus dari Gapeka 2014. Praktis ditiadakannya sepur yang mulai dinas 19 Agustus 1981 tersebut menjadikan perannya diambil alih sama Kereta Api Menoreh, dengan layanan ekonomi plus (masih pake K3 10).

Begitu juga di rute Pasar Senen (PSE)-Malang (ML) giliran Kereta Api Senja Singosari (sebelumnya Senja Kediri) digantiin sama Kereta Api Majapahit (ekonomi plus). Saat ini Kereta Api Singosari dinas lagi di rute Pasar Senen-Blitar menggantikan Kereta Api Krakatau dan pake rangkaian ekonomi plus bekas Kratakau.

Tahun 2016 sebetulnya bisa dibilang puncaknya karena 3 rangkaian kereta api bisnis Full K2: Fajar Utama Jogja, Senja Utama Jogja dan Mutiara Selatan diganti sama ekonomi plus K3 2016. Sayang K3 16 ternyata punya cacat di interior yakni jarak antar kursi terlalu sempit dan kursi tegak nggak bisa dimaju mundur. Kondisi kaya gini jelas menyiksa penumpang, secara waktu tempuh perjalanan di atas 15 jam.

Akhirnya nggak lama berselang, 3 kereta tersebut balik lagi jadi kereta api bisnis, meski harus ngorbanin rangkaian kereta api jarak pendek kaya Kereta Api Argo Parahyangan yang terpaksa harus mengganti kelas bisnis-nya sama ekonomi plus (K3 16).

Di 2017, PT. KAI meluncurkan layanan kelas ekonomi premium pake kereta K3 17. Kereta ini dianggap lebih manusiawi daripada versi sebelumnya karena jarak antar kursi nggak lagi sempit dan bisa dimaju mundurin. K3 17 juga punya fasilitas gerbong difabel kapasitas 64 penumpang. K3 17 nggak langsung gantiin kelas bisnis, karena sejumlah kereta bisnis masih dinas seperti biasa.

Barulah di tahun 2018 ini, bersamaan diluncurin kereta api berbodi stainless steel (K1 18 dan K3 18), beberapa kereta bisnis (K2) mulai dihapus secara bertahap. Mulai dari Kereta Api Senja Utama Solo yang per 25 Maret 2018 tiketnya nggak bisa dibooking karena mau ada pergantian rangkaian, sampe Kereta Api Gumarang per 4 Juni 2018 dengan alasan kurang lebih sama.

Satu per satu mulai hilang, kemungkinan diganti sama Kelas Ekonomi Premium K3 18 body stainless steel terbaru. Walaupun kereta baru terbilang mentereng, tetap aja susah ngelupain kereta api bisnis (K2) yang udah jadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia.

Masih segar dalam ingatan gimana rasanya kehilangan kereta api bisnis (K2) di Kereta Api Argo Parahyangan yang digantiin sama K3 16, kini cepat atau lambat kita harus siap kehilangan juga di Kereta Api Lodaya, Kereta Api Malabar, Kereta Api Mutiara Selatan dan Kereta Api Harina. Bahkan Kereta Api Ciremai Ekspres sekarang udah ganti jadi K3 16, entah sampe kapan. Karena di bulan berikutnya cuma bisa booking kelas eksekutif (K1).

Maka dari itu, kesempatan dapet gerbong KMP2 di Kereta Api Lokal Cibatuan malam minggu 3 Maret 2018 nggak boleh disia-siain. Berikut foto-foto yang berhasil dikumpulin di perjalanan singkat dari Stasiun Cimahi (CMI) ke Stasiun Bandung (BD) itu, di tengah guyuran hujan dan angin:

Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Lokal Cibatuan (1/5)

Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Lokal Cibatuan (2/5)

Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Lokal Cibatuan (3/5)

Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Lokal Cibatuan (4/5)

Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Lokal Cibatuan (5/5)

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.