Posted on

Kereta Api Bandung Jogja: Kereta Api Lodaya, Kereta Api Malabar

Duo bersaudara yang siap nganterin kamu ke Jogja. Kereta Api Bandung Jogja, Kereta Api Lodaya dan Kereta Api Malabar. Bersaudara karena identik sama sosok Prabu Siliwangi. 

Sebenarnya sih Kereta Api Malabar rutenya Bandung-Malang, tapi dalam perjalanannya berhenti di Stasiun Yogyakarta Tugu (YK) baik ka 92 (Bandung-Malang) maupun KA 91 (Malang-Bandung). Jadi bisa kamu manfaatin buat alternatif kereta api Bandung Jogja selain kereta api Lodaya.

Memang sih dari segi tiket kereta api Lodaya masih lebih murah dibanding Kereta Api Malabar. Jadwal perjalanannya juga lebih bersahabat, terutama untuk rute kereta api Bandung-Jogja. Walaupun demikian toh nggak ada salahnya sesekali kamu manfaatin Kereta Api Malabar, pelopor layanan Multikelas untuk kereta api Bandung Jogja.

Pendamping Ideal Pasca Cisadane Pensiun

Kereta Api Malabar boleh jadi pendamping ideal Kereta Api Lodaya, terutama setelah Kereta Api Cisadane pensiun di 2003 akibat okupasinya minim. Memang sih nggak pas ngebandingin Kereta Api Malabar sama Kereta Api Cisadane. Keduanya beda kelas, Kereta Api Malabar jelas-jelas komersial meski punya layanan kereta api ekonomi, adapun Kereta Api Cisadane benar-benar kereta Api Ekonomi.

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Malabar

Dari jadwal perjalanannya, Kereta Api Malabar berangkat dari Stasiun Bandung jam 15.45 WIB, atau 3 jam lebih awal dari Kereta Api Lodaya jam 18.50 WIB. Jadi pas berangkat naik Kereta Api Malabar matahari belum terbenam dan kamu masih bisa menikmati pemandangan eksotis Priangan Timur. Nyampe di Jogja jam 00.00 WIB. Udah midnight sih, tapi kamu masih bisa istirahat di Anggrek Lounge.

Harga tiket kereta api Malabar kelas eksekutif mulai Rp 275.000,00 s.d. Rp 350.000,00. Kelas bisnis mulai Rp 205.000,00 s.d. Rp 260.000,00 dan Kelas ekonomi mulai Rp 140.000,00 s.d. Rp 190.000,00. Lumayan jauh sih bedanya sama Harga tiket kereta api Lodaya. Bahkan tiket kereta api ekonomi Malabar nyaris setara sama tiket kereta api Lodaya Bisnis.

Sekalipun lebih mahal, misalkan tiket kereta api Lodaya udah full, Kereta Api Malabar bisa kamu jadiin alternatif kereta api Bandung-Jogja. Bukan apa-apa karena tiket kereta api Lodaya itu paling murah untuk rangkaian kereta api jarak jauh ke arah timur.

Sosok Prabu Siliwangi dibalik Kedua Kereta

Sebenarnya sih, Kereta Api Lodaya dan Kereta Api Malabar boleh dibilang bersaudara, kakak beradik gitu. Nama keduanya nggak bisa dilepas dari sosok Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran terakhir. Seperti udah pernah dibahas sebelumnya, nama Kereta Api Lodaya berasal dari Macan Lodaya jelmaan Prabu Siliwangi.

Jadi ceritanya waktu putra Prabu Siliwangi, Raden Kiansantang, coba membujuk ayahnya masuk Islam dan dapat penolakan. Istananya berubah jadi hutan belantara, Prabu Siliwangi akhirnya berubah wujud jadi Macan Putih (Macan Lodaya) dan menghilang di kepekatan hutan, yang belakangan diketahui Leuweung Sancang di Garut.

Kereta Api Malabar diambil dari Pegunungan Malabar di Bandung Selatan, dimana Gunung Malabar jadi salah satu bagian. Tempat ini diyakini sebagai tempat lahir Prabu Siliwangi. Di jajaran ini juga ada Gunung Puntang, Gunung Haruman, dan Curug Siliwangi yang semuanya nggak bisa lepas dari sosok Prabu Siliwangi.

Kereta Api Lodaya mulai dinas 11 Maret 1992 dengan layanan Full Kereta Api Bisnis. Waktu itu namanya masih Senja Mataram (berangkat malam) dan Fajar Pajajaran (berangkat pagi). Baru di tanggal 2 Mei 2000 ganti nama jadi Kereta Api Lodaya, rutenya diperpanjang sampe Stasiun Solo Balapan (SLO). Kereta Api Malabar dinas 30 Maret 2010 atau 18 tahun lebih muda daripada Sang Macan.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.