Posted on Leave a comment

Kereta Api Bandung Banjar dan KAJJ Jalur Selatan

Bermula dari obrolan di salah satu WhatsApp Group Railfans, Kereta Api Bandung Banjar dan KAJJ via Jalur Selatan (Daop 2) kayanya perlu sekali-kali diangkat dalam bentuk tulisan. Walaupun bukan barang baru, tapi sebenarnya nggak salah sih kalo suatu hari nanti PT. KAI buka rute ini.

Kids jaman old atau generasi 1990-an pastinya pernah tau Kereta Api Galuh yang melayani rute Jakarta Pasar Senen (PSE)-Banjar (BJR) via Bandung. Kereta Api ekonomi itu sempat meramaikan jalur Jakarta-Priangan Timur, yang sekarang cuma dilayani Kereta Api Serayu. Walaupun kisah sedih pernah mewarnai perjalanannya di tahun 1995 yakni PLH Trowek.

Sayang karena merugi, Kereta Api Galuh dihapus dari Gapeka. Tahun 2009, PT. KAI coba dinasin rangkaian Kereta Api Priangan Ekspres di rute yang sama. Bedanya kali ini dari Stasiun Pasar Senen mutar lewat Tanah Abang (THB) dan Manggarai (MRI) percis rute Yellow Line di KRL Commuter Line sekarang. Cuma lagi-lagi Kereta Api Priangan Ekspres bernasib sama kaya pendahulunya hingga akhirnya ditutup dan berumur pendek.

Praktis warga ibukota yang mau jalan-jalan ke Priangan Timur cuma ngandalin Kereta Api Serayu, kalo nggak mau naik bus. Bisa juga naik Kereta Api Argo Parahyangan dulu ke Bandung baru nyambung kereta api lagi ke Priangan Timur pake tarif parsial mulai Rp 65.000,00.

Jalur Ekstrem dan Perjalanan Panjang.

Apa sebab 2 kereta api dari Jakarta ke Priangan Timur ditutup? Bukan semata-mata merugi atau okupasi minim, jalur selatan Jawa Barat memang terkenal ekstrem. Disini ada tanjakan dan turunan. Malah dari Stasiun Cipeundeuy ke Stasiun Tasikmalaya kaya main perosotan.

Di petak inlah pernah terjadi kecelakaan tragis di tahun 1995 yakni PLH Trowek, saat gabungan Kereta Api Galuh dan Kereta Api Kahuripan mengalami anjlok begitu masuk Jembatan Trowek (sekarang Jembatan Cirahayu). 3 gerbong diantaranya terjun bebas ke sungai. Penyebab kecelakaan ini karena rem lokomotif penarik Kereta Api Kahuripan mengalami blong. Akibat tragedi ini, semua kereta diwajibkan berhenti di Stasiun Cipeundeuy buat periksa rem.

Nah, ada kewajiban berhenti di Stasiun Cipeundeuy itu satu diantara penyebab lamanya waktu tempuh kereta api di jalur selatan. Pengecekan perlu waktu paling nggak 15 menit, sebelum kereta melanjutkan perjalanan. Belum lagi kalo musim hujan nggak jarang terjadi banjir atau tanah longsor di sini.

Memang sih satu sisi pemandangan di jalur selatan sangat eksotis. Salah satunya di jembatan Citiis dimana kita seakan-akan dibuat melayang di atas awan. Tapi dibalik itu semua, jalur ini terkenal ekstrem, rawan banjir dan longsor, serta (katanya sih) mistis.

Manfaatin Kereta yang Ada.

Jadi sekarang, kalo kita ogah naik bus dan lebih pilih kereta api Bandung-Banjar, pilihannya cuma manfaatin kereta yang ada. Misalnya kereta api ekonomi bisa manfaatin Kereta Api Pasundan, Kereta Api Kahuripan, Kereta Api Kutojaya Selatan dan Kereta Api Serayu. Semuanya berangkat dari Stasiun Kiaracondong, kecuali Kereta Api Serayu yang punya jadwal keberangkatan dari Stasiun Cimahi.

Selain kereta api ekonomi, semua kereta api komersial termasuk Kereta Api Lodaya juga bisa kamu jadiin alternatif. Nggak mau bayar mahal kamu masih bisa manfaatin tarif parsial mulai dari Rp 75.000,00 untuk kelas bisnis. Syaratnya booking langsung di stasiun, bisa di loket atau vending machine, 2 jam sebelum berangkat. Itu juga selama seat masih tersedia. Karena tujuannya buat ngisi kursi kosong dan optimalisasi rangkaian.

KAJJ Jalur Selatan Bukan Hal Mustahil

Terus gimana dengan KAJJ Jalur Selatan? Bisakah terwujud? Lagi-lagi semua tergantung sama PT. KAI, walaupun bukan hal mustahil untuk bisa diwujudkan. Sekarang sih udah ada kereta api Serayu yang ambil peran ini. Berangkat dari Stasiun Pasar Senen (PSE) ke Stasiun Purwokerto (PWT) via Jalur Selatan (Daop 2 Bandung). Dilihat dari okupasi sih lumayan ya, bahkan nyaris selalu penuh.

Kereta Api Serayu sering dimanfaatin sebagai satu alternatif Kereta Api Bandung Banjar, terutama sejak nggak ada lagi Kereta Api Galuh dan Priangan Ekspres. Disamping itu juga berperan sebagai pendamping Kereta Api Argo Parahyangan yang sekarang laris manis akibat jalan tol yang nyaris selalu macet.

Cuma sayangnya Kereta Api Serayu itu kereta api ekonomi reguler bersubsidi, bukan komersial. Nah obrolan di WA Group itu kepengen ada KAJJ misalnya dari Jakarta ke Surabaya tapi via jalur selatan. Bukan mustahil sih, tapi sekarang rute itu udah cukup banyak dilayani kereta api. Mulai kelas paling elite, sebut aja Argo Bromo Anggrek, sampe ekonomi sekelas Kertajaya dan Gaya Baru Malam Selatan.

Kalo gitu Jakarta ke Solo? Ini juga sama, kelas tertinggi ditempati duo Argo Lawu-Argo Dwipangga, sementara ekonominya dipegang sama Senja Bengawan. Belum lagi kelas ekonomi plus kaya Jaka Tingkir dan Majapahit (Solo Jebres). So, paling mungkin tinggal Jakarta-Kutoarjo yang kini cuma dilayani Kereta Api Sawunggalih dan Kutojaya Utara. Meski bukan barang baru tentunya. Lho kok?

Iya, karena dulu Kereta Api Kutojaya Selatan (namanya masih Sawunggalih Selatan) itu rutenya Jakarta-Kutoarjo via Bandung, sebelum dipotong jadi Bandung-Kutoarjo, hingga akhirnya Kiaracondong-Kutoarjo kaya sekarang. Tapi kalo pengen ngewujudin KAJJ jalur selatan, rute peninggalan “Sawunggalih Selatan” ini yang paling mungkin. Untuk layanan kereta api komersial tanpa subsidi.

Ini sekaligus bisa jadi alternatif kereta api dari Jakarta ke Priangan Timur selain Serayu. Termasuk juga Kereta Api Bandung Banjar. Jadi perannya kaya Kereta Api Ranggajati yang sekarang jadi pendamping Kereta Api Logawa ke Jember. Dari okupasinya, Kereta Api Ranggajati cukup lumayan, karena pelanggan sekarang punya pilihan lain selain kelas ekonomi reguler.

Cuma masalahanya semua kembali lagi ke PT. KAI. Sebagai perusahaan, PT.KAI tentu harus ngitung cost and benefit, untung rugi dibukannya KAJJ jalur Selatan yang mencakup alternatif lain Kereta Api Bandung Banjar. Walaupun bukan suatu hal mustahil untuk diwujudkan.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.