Posted on Leave a comment

Kereta Api Argo Parahyangan Eksekutif pun Ganti Kereta

Demi peningkatan layanan karena tingginya permintaan tiket kereta api Argo Parahyangan Eksekutif, rangkaian keretanya pun diganti jadi K1 18 berbody Stainless Steel. Artinya kereta eksekutif angkatan 2002 yang selama melekat hilang berganti kaleng-kaleng. 

Jalan tol Cikampek yang makin macet membuat Kereta Api Argo Parahyangan Bandung-Gambir PP diserbu dan laris manis. Seluruh jadwal perjalanan Kereta Api Argo Parahyangan reguler nyaris selalu terisi penuh setiap harinya, apalagi weekend di saat banyak warga Jakarta yang liburan ke Bandung. Keberadaan Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan yang pinjam kereta lain pun seolah tak bisa menampung animo penumpang. 

Namun sayangnya di saat banyak yang membutuhkan kereta api sebagai moda transportasi utama untuk menghindari siksaan kemacetan di Tol Cikampek yang bisa sampai berjam-jam belum dibarengi oleh kualitas kereta itu sendiri. Terutama untuk kereta api Argo Parahyangan eksekutif, yang paling diminati meski harga tiketnya mahal. 

Kereta Eksekutif 2002. 

Selama ini Kereta Api Argo Parahyangan eksekutif masih pake trainset buatan tahun 2002, sebagian besar merupakan bekas kereta eksekutif Argo Gede. Kadang ada juga bekasnya Kereta Api Argo Wilis baik angkatan 1998 maupun 2000-an. Adakalanya kereta api Argo Parahyangan eksekutif malah menggunakan trainset lawas keluaran 1960 hingga 1980-an. 

Photo by Riswan Fadhilahhuda Wiyatna (@riswanfw26)

Kalo kereta jadul mah nggak usah dibahas lagi karena kita udah tau seperti apa kualitas keretanya. Karena yang jadi permasalahan ialah trainset keluaran tahun 2002 yang banyak dibawa Kereta Api Argo Parahyangan. Diliat dari tahunnya sih nggak jadul-jadul amat. Secara dulunya pernah jadi bagian dari Kereta Api Argo Gede. Cuma masalahnya kondisi kereta boleh dibilang jauh dari layak dan tak mencerminkan harga tiket yang mahal. 

Kondisi tak lebih baik dibanding kereta api Argo Parahyangan ekonomi plus yang trainset-nya jauh lebih muda keluaran 2016. Terlepas dari segala kontroversi seputar interiornya. Nah untuk kereta eksekutif tahun 2002 tak jarang didapati kursinya mengalami sedikit cacat seperti goyang. Kerusakan juga terjadi pada footrest atau sandaran kaki. Meja pun tak jauh beda bahkan di beberapa titik hilang. Lampu baca juga mati. 

Dan yang paling mencengangkan tentu saja pintu bordes yang beralih dari otomatis ke manual. Aslinya kereta eksekutif keluaran tahun 2002 bekas Kereta Api Argo Gede pintu bordesnya otomatis. Namun karena kerusakan akhirnya diganti pintu geser manual. Inilah yang terjadi di kereta api Argo Parahyangan eksekutif angkatan lawas tahun 2002 dan di bawahnya. 

Ganti Jadi K1 18 Stainless Steel 

Mengingat rangkaian yang semakin uzur dan nggak lagi layak, apalagi harga tiket Kereta Api Argo Parahyangan eksekutif yang kini mencapai Rp 150.000,00 membuat PT. KAI mau nggak mau harus meningkatkan kualitas rangkaian kereta yang tengah booming itu. Di antaranya pernah mengganti kursi di salah satu K1 02 jadi mirip kaya di K1 18 Stainless Steel. 

Photo by Mandala Railfans (@mandalaakbarw)

Namun karena cacat yang terjadi bukan di satu kereta aja, semua trainset Kereta Api Argo Parahyangan eksekutif lawas pun akhirnya diganti sama kereta baru K1 18 berbody Stainless Steel atau yang sering disebut kaleng-kaleng sama sebagian pecinta kereta api. 

Meski pintu bordes K1 18 kembali ke manual, minus tersebut masih bisa tertutupi oleh berbagai keunggulan yang dimiliki kereta eksekutif stainless steel tersebut. Diantaranya kursi yang lebih besar, footrest, meja lipat dengan sedikit corak kayu, jack untuk headset, dan paling nyaman ialah guncangan yang nyaris tak terasa. Pergantian kereta jelas sangat menjawab persoalan yang ada di Kereta Api Argo Parahyangan eksekutif. 

Apalagi sekarang Kereta Api Argo Parahyangan sangat diminati. Terutama untuk tiket kereta api Argo Parahyangan Eksekutif yang nyaris selalu habis setiap harinya.Bahkan kadang tak sisakan satu tiket pun untuk di jual go show kecuali ekonomi plus. Maka dari itulah pergantian kereta jadi kaleng-kaleng dianggap penting supaya nggak dicibir penumpang. 

Pergantian ini juga boleh jadi merupakan strategi PT.KAI untuk tetap mempertahankan okupasi kereta api Argo Parahyangan eksekutif di saat Jalan Tol Cikampek tak lagi macet parah di kemudian hari. Karena ada atau nggak-nya kemacetan parah tersebut udah semestinya semua rangkaian jadul diganti sama yang baru. Sekalipun gantinya itu stainless steel alias kaleng-kaleng. 


Kontributor Foto

Riswan Fadhilahhuda Wiyatna (@riswanfw26)

Mandala Railfans (@mandalaakbarw)

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.