Kendala E-Ticketing: Kereta Api Patas Bandung Raya dan Lokal Cibatuan

Bisa aja sih Kereta Api Lokal Bandung Raya pake sistem e-ticketing kaya KRL Commuter Line Jabodetabek. Masalahnya di jalur yang sama juga beroperasi Kereta Api Patas Bandung Raya dan Kereta Api Lokal Cibatuan. Bisa jadi ini kendalanya.

Yah kaya udah kebiasaan mimin yah, bikin postingan masih ada hubungan sama postingan sebelumnya. Termasuk yang ini, hehehe, iya sih postingan ini memang berhubungan banget sama “E-Ticketing di Kereta Api Lokal Bandung Raya, Mungkin Nggak Ya?

Kali ini InSyaaAlloh kita akan bahas apa yang jadi kendala e-ticketing belum bisa diterapin di Kereta Api Lokal Bandung Raya, padahal idealnya bisa pake sistem e-ticketing secara status Kereta Api Lokal Bandung Raya sebagai commuter line-nya urang Bandung.

Kereta Api Lokal Bandung Raya Nggak Sendirian

Bisa jadi ini salah satu kendala paling mendasar kenapa nggak dipake sistem e-ticketing kaya di KRL Commuter Line Jabodetabek. Di jalur Padalarang-Cicalengka, Kereta Api Lokal Bandung Raya bukan satu-satunya pemain, karena masih ada Kereta Api Patas Bandung Raya dan Kereta Api Lokal Cibatuan. Nggak sendiran.

Bedanya di Jabodetabek sekarang KRL Commuter Line jadi pemain tunggal. Udah nggak ada lagi namanya KRL Ekspres sama Semi Ekepress. Makanya bisa diterapin sistem e-ticketing tap in dan tap out di stasiun.

Nggak cuma itu kita juga bisa pake kartu e-money buat naik KRL Commuter Line Jabodetabek. Nggak mesti pake Kartu Multi Trip (KMT) atau Tiket Harian Berjaminan (THB). E-money sendiri bisa dipake di Transjakarta Busway, bayar tol atau parkir. Praktis banget kan? Cukup satu kartu untuk semua transaksi.

Sebenarnya penerapan e-ticketing di KRL Commuter Line Jabodetabek nggak bisa dibilang instant, ada prosesnya dan makan waktu lama. Tahap awal dimulai dari Kartu Commet yang mirip sama kartu abondemen di era Divisi Jabodetabek. Waktu ada commet, tiket manual masih dipake, secara KRL Ekonomi sendiri masih jalan meski mulai dikurangi sedikit-sedikit.

Baru setelah semua perjalanan KRL Ekonomi dihapus dan diganti KRL Commuter Line, terus diberlakuin tarif bersubsidi, mulailah sistem e-ticketing dipake. Kartu Commet ditarik lagi diganti sama Kartu Single Trip dan Kartu Multi Trip (KMT).

Ternyata penerapan single trip bermasalah. Banyak kartu yang nggak balik karena dibawa kabur sama penumpang. Entah buat koleksi atau gimana. Single Trip ditarik lagi diganti sama Tiket Harian Berjaminan (THB) yang pake sistem uang jaminan dan ada penalty kalo sampe nggak tap-out. Kelebihannya uang jaminan bisa direfund.

Sementara Kartu Multi Trip (KMT) masih dipake malah terus dikembangin hingga akhirnya bisa pake e-money kaya Flazz BCA, Brizzi BRI, BNI Tap Cash dan Mandiri e-money (termasuk e-toll card dan indomaret card). Kelebihan pake e-money dibanding KMT itu bisa antar moda, selain KRL bisa dipake di busway, jalan tol, bayar parkir sampe belanja.

Saat e-ticketing mulai diterapin, semua rangkaian Lokalan di Daop 1 Jakarta diminta melintas langsung di jalur KRL Commuter Line. Atau distop di stasiun awal keberangkatan KRL Commuter Line kaya di jalur kulon dimana rangkaian Lokal Merak diberhentiin di Stasiun Rangkasbitung untuk selanjutnya penumpang ke Jakarta pindah ke KRL Commuter Line.

Inilah mungkin kendala yang bakal dihadapi Daop 2 Bandung kalo pengen terapkan sistem e-ticketing kaya di KRL Commuter Line. Banyak kelebihan memang tapi kita harus ingat belum semua masyarakat terbiasa sama sistem ini. Ya, kalo urang Bandung sering ke Jakarta mah udah ngerti. Masalahnya yang “kurang piknik” ini.

Pemisahan Tiket

Kalo sistem e-ticketing Kereta Api Lokal Bandung Raya diterapin berarti mau nggak mau harus ada pemisahan tiket buat Kereta Api Lokal Cibatuan dan Kereta Api Patas Bandung Raya. Masalahnya kalo dibablasin kaya di Daop 1 itu nggak mungkin banget, yang ada bakal diprotes sama penumpang.

Jadi solusi tepat mungkin pemisahan tiket, dimana Kereta Api Lokal Cibatuan sama Kereta Api Patas Bandung Raya tetap pake sistem ticketing sekarang, manual thermal. Jadi misalnya kita cuma bepergian ke stasiun yang ada di koridor Padalarang-Cicalengka itu bisa pake Lokal Bandung Raya atau Lokal Cibatuan.

Pilihannya kalo mau pake e-ticketing naik Kereta Api Lokal Bandung Raya, sementara Lokal Cibatuan pake manual dan e-ticketing nggak berlaku disini. Begitu juga Kereta Api Patas Bandung Raya yang secara kelas aja udah beda sama lokal Bandung Raya.

Ya, mungkin kaya gitu solusinya, ada pemisahan tiket, bisa manual atau e-ticketing. Tapi pada dasarnya nggak ada yang nggak mungkin. E-ticketing bisa diterapin di Kereta Api Lokal Bandung Raya tentu dengan beberapa catatan di atas. Untuk sekarang kita nikmati aja sistem ticketing yang berjalan (manual). Toh yang sekarang juga udah cukup bagus.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: