Kereta Api Siliwangi

kereta api siliwangi

Kereta Api Siliwangi, kereta ekonomi perintis yang melayani rute Sukabumi-Ciranjang PP dengan tarif Rp 3.000,00. Punya Daop 1 Jakarta tapi dinas di wilayah Daop 2 Bandung. Melewati jalur legendaris Manggarai-Padalarang. Termasuk terowongan pertama di Indonesia.

Mulai dinas 8 Februari 2019 selang 4 bulan dari Kereta Api Pangrango yang udah lebih dulu dinas membuka kembali jalur legendaris Manggarai-Padalarang yang lama non-aktif. Terutama di segmen setelah Stasiun Bogor (BOO).

Terakhir jalur tersebut aktif tahun 2012. Namun karena KRD Bumi Geulis yang biasa dinas melayani rute Bogor-Sukabumi PP mengalami gangguan mesin jalur pun menjadi non-aktif.

Demikian pula di segmen Padalarang-Cianjur karena kendala suku cadang pada lokomotif penarik KA Argo Peuyeum (Cianjuran). Jadilah jalur legendaris tersebut non-aktif. Bahkan segmen Sukabumi-Cianjur udah non-aktif sejak 2001 akibat longsor di terowongan Lampegan.

Awalnya merupakan kereta komersial. Sama kaya Kereta Api Pangrango, layanannya campuran kereta ekonomi dan eksekutif. Namun dalam perjalanannya justru nggak serame Pangrango. Tarif yang lebih mahal jadi kendala.

Kereta Api Siliwangi di Stasiun Sukabumi (SI)
Kereta Api Siliwangi di Stasiun Sukabumi (SI). Sampe 18 Februari 2016 kereta ini sempat digabung sama Kereta Api Pangrango. Nama Pangrango dipake di rute Bogor Paledang-Sukabumi-Cianjur. Adapun Siliwangi dipake untuk rute sebaliknya.

Kereta Api Siliwangi Sempat Digabung Pangrango

Untuk menyiasati rendahnya okupasi di segmen Sukabumi-Cianjur, PT. KAI menggabungkan layanan Pangrango dan Siliwangi. Kereta Api Pangrango yang semula Bogor Paledang-Sukabumi diperpanjang hingga Cianjur (CJ).

Namun begitu sampe Cianjur dan hendak balik kanan Bogor Paledang, namanya berubah jadi Siliwangi. Jadi mirip sama Kereta Api Walahar Ekspres, dimana nama Walahar dipake di rute Tanjung Priok-Purwakarta. Untuk sebaliknya pake nama Cilamaya Ekspres.

Dua nama dalam satu rangkaian kereta juga terjadi di Daop 8 Surabaya dimana ada satu kereta lokal dengan nama Penataran dan Dhoho. Penataran dipake di rute Surabaya-Malang-Blitar sementara Dhoho mulai dari Blitar hingga Surabaya via Kediri dan Kertosono.

Balik lagi ke Pangrango-Siliwangi, penggabungan dua nama ini berlangsung hampir dua tahun. Mulai dari sekitar Maret 2014 sampai dengan bulan Februari 2016 dimana pada tanggal 19 Februari 2016 PT. KAI Daop 1 Jakarta memberlakukan kebijakan baru.

Kereta Api Siliwangi di Stasiun Cianjur (CJ)
Kereta Api Siliwangi di Stasiun Cianjur (CJ). Mulai 19 Februari 2016 diluncurkan lagi (relaunching) sebagai kereta ekonomi perintis dengan tarif Rp 3.000,00. Waktu itu tiketnya hanya bisa dibeli Go Show di stasiun keberangkatan.

Kereta Ekonomi Perintis

Tanggal 19 Februari 2016 PT. KAI Daop 1 Jakarta memberlakukan kebijakan baru untuk rangkaian kereta api di jalur Manggarai-Padalarang khususnya segmen Priangan Selatan dari Bogor Paledang hingga Cianjur. Status kereta komersial dihapus untuk KA Pangrango dan Siliwangi.

Sebagai gantinya status kedua kereta pun berubah jadi kereta ekonomi perintis dengan tarif subsidi. Otomatis kereta eksekutif dihilangkan. Tiketnya juga cuma bisa dibeli langsung di stasiun keberangkatan. Namun kebijakan baru ini diprotes pelanggan setia KA Pangrango.

Hingga akhirnya PT. KAI mengembalikan status KA Pangrango sebagai kereta komersial sekaligus layanan kereta eksekutif (K1). Ticketing-nya juga dibalikin lagi jadi online.

Adapun KA Siliwangi tetap jadi kereta perintis di segmen Sukabumi-Cianjur atau dengan kata lain kembali seperti sedia kala. Bahkan tanggal 19 Februari 2016 sendiri jadi hari kelahiran Kereta Api Siliwangi sebagai kereta ekonomi perintis dengan tarif Rp 3.000,00.

Melewati Jalur Legendaris dan Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia

Kereta Api Siliwangi dinas melewati jalur legendaris Manggarai-Padalarang. Sejatinya ini adalah jalur pertama yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Dibangun pada tahun 1878-1884. Tak hanya itu bahkan juga menghubungkannya dengan wilayah timur Pulau Jawa.

Jalur ini cukup ramai di masanya. Pasalnya siapapun yang mau ke wilayah timur mulai dari Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Banjar), Jawa Tengah, Jogjakarta hingga Surabaya pastinya akan melewati jalur ini. Konon lagu “Naik Kereta Api” terinspirasi dari jalur ini.

Jalur legendaris Priangan Selatan menawarkan pemandangan eksotis. Satu diantaranya ialah Terowongan Lampegan. Ini adalah terowongan kereta api tertua di Indonesia. Terowongan ini dibangun pada tahun 1879-1882. Perannya cukup vital sebagai satu-satunya akses ke Timur Jawa saat itu.

Terowongan Lampegan sempat dipugar pada tahun 2001 setelah mengalami longsor. Musibah tersebut sekaligus memutus layanan Kereta Api Argo Peuyeum yang waktu itu masih melayani rute Bandung (Ciroyom)-Sukabumi.

Segmen ini sempat mengalami kevakuman tanpa dilewati kereta api hingga tahun 2014 seiring awal dinas KA Siliwangi sebagai kereta komersial 8 Februari 2014.

kereta api siliwangi persiapan berangkat Stasiun Ciranjang
Kereta Api Siliwangi persiapan berangkat dari Stasiun Ciranjang (CRJ). 30 Juli 2019 rutenya diperpanjang ke Stasiun Ciranjang seiring rampungnya proses reaktivasi segmen Cianjur-Ciranjang yang melewati Jembatan Cisokan.

Perpanjangan Rute ke Stasiun Ciranjang (CRJ)

30 Juli 2019 rute Kereta Api Siliwangi diperpanjang ke Stasiun Ciranjang (CRJ). Stasiun ini sangat strategis karena terletak di pusat keramaian. Di sekitarnya ada pasar dan sejumlah pusat perbelanjaan. Juga banyak dilewati bus dan angkot.

Perpanjangan rute tersebut seiring rampungnya proses reaktivasi jalur kereta api Manggarai-Padalarang di segmen Cianjur-Ciranjang. Dengan dukungan penuh Pemprov Jabar dan dinas terkait tentunya.

Sayangnya reaktivasi untuk segmen Ciranjang-Cipatat-Padalarang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Khususnya penggantian rel ke tipe R54. Menyesuaikan dengan standard rel kereta api yang umum digunakan sekarang.

Memang ada sedikit kendala untuk bisa kembali menghubungkan Manggarai dan Padalarang secara total via Priangan Selatan. Salah satunya jalur ekstrem segmen Cipatat-Tagog Apu yang kini diusahakan untuk meminimalisir level ekstrem tersebut.

Namun perpanjangan rute ke Ciranjang sendiri paling nggak udah lumayan membantu. Terlebih buat yang mau lanjut ke Bandung bisa naik bus dari jalan Raya Ciranjang. Perpanjangan ini juga membuka satu spot legendaris yakni Jembatan Cisokan.


Kereta Api Siliwangi, Punya Daop 1 Jakarta tapi Dinas di Daop 2 Bandung

Ada yang unik di Kereta Api Siliwangi. Kereta ini sejatinya punya Daop 1 Jakarta. Dari rangkaian kereta yang dipake juga punya Dipo Jakarta Kota (JAKK) sebagaimana KA Pangrango. Namun kereta perintis ini justru lebih banyak dinas di wilayah Daop 2 Bandung.

Satu-satunya wilayah Daop 1 yang disinggahi cuma Stasiun Sukabumi (SI) sebagai stasiun keberangkatan awal sekaligus tujuan akhir. Selepas itu udah mulai masuk wilayah Daop 2 Bandung. Dimulai dari Stasiun Gandasoli (GDS) hingga Stasiun Ciranjang (CRJ).

Boleh jadi penggunaan rangkaian kereta milik Dipo Jakarta Kota (JAKK) atau Daop 1 Jakarta karena adanya kendala pengiriman rangkaian dari Dipo Bandung (BD). Pasalnya untuk mencapai Cianjur harus melewati jalur ekstrem Tagog Apu-Cipatat yang nggak bisa dilewati lokomotif CC.

Sehingga lebih efisien apabila kirim rangkaian dari JAKK. Mengingat jalurnya udah 100% siap operasi. Nggak ada kendala jalur ekstrem. Maka wajarlah Kereta Api Siliwangi saat ini masih punya Daop 1 Jakarta meski dinasnya di Daop 2 Bandung.

Advertisements