Kereta Api Argo Parahyangan

Kereta Api Argo Parahyangan

Kereta Api Argo Parahyangan. Inilah rangkaian kereta api titisan legenda KA Parahyangan primadona Priangan Barat. Melayani rute Bandung-Gambir PP, kini laris manis dan nggak pernah sepi penumpang. Rangkaiannya full stainless steel.

Titisan sang legenda artinya meneruskan tugas sang legenda KA Parahyangan yang mulai dinas 31 Juli 1971 di koridor Bandung-Gambir. Kereta tersebut sejatinya kelanjutan dari De Vlugger Vier alias si empat cepat di era kolonial.

Nah kalo gitu kereta ini memang sarat dengan sejarah panjang. Embrio udah ada di zaman Belanda dengan nama De Vlugger Vier. Setelah Indonesia merdeka, namanya ganti jadi Parahijangan. Hingga akhirnya jadi KA Parahyangan mulai 1971, atau Patas Utama Parahyangan.

Di awal masa dinasnya KA Parahyangan terdiri dari 6 kereta. Semuanya terdiri dari kereta bisnis (K2). Layanan kereta eksekutif (K1) baru mulai ada sekitar 1975. Itupun awalnya bersifat insidentil misalnya cuma 1 kereta. Baru di pertengahan 1980-an K1 mulai dibawa secara reguler.

Masa kejayaan KA Parahyangan di tahun 1980-an hingga awal 1990-an. Tahun 1995 bertepatan hari Kemerdekaan Indonesia ke 50, Perumka luncurkan KA Argo Gede (JB250). Disinilah kejayaan KA Parahyangan mulai pudar.

Tahun 2004 Tol Cipularang mulai dibuka untuk umum. Jakarta-Bandung yang tadinya bisa 3-4 jam waktu tempuhnya bisa dipersingkat dengan adanya tol baru tersebut. Jelas KA Parahyangan kena imbas. Apalagi di saat yang sama travel mulai bermunculan.

Sang Legenda memasuki masa-masa sulit. Buat bangkitin lagi kejayaan, PT. KAI sempat adain diskon besar-besaran di KA Parahyangan. Harga tiketnya dipatok mulai Rp 35.000,00. Okupasi Sang Legenda sempat terbantu kebijakan ini.

Namun sayang nggak berlangsung lama. Lagi-lagi banyak travel juga sama-sama bikin gelaran diskon. Sang Legenda tinggal menunggu waktu untuk pensiun karena tingginya biaya operasional sementara okupasi sangat minim.

27 April 2010 sang Legenda benar-benar harus mengakhiri masa dinasnya selama kurang lebih 39 tahun. PT. KAI gabungkan operasional KA Parahyangan dan KA Argo Gede sehingga melahirkan Kereta Api Argo Parahyangan.

Kereta Api Argo Parahyangan, Argo Campuran Pertama

Dua kereta beda jenis dijadiin satu. KA Parahyangan terdiri dari 2 layanan yakni eksekutif satwa dan bisnis. Katagorinya kereta reguler. Udah itu K1 nya nggak dilengkapi fasilitas TV. KA Argo Gede merupakan kereta penumpang kelas argo, elite sekaligus unggulan di masanya.

Awalnya PT. KAI cuma mau jalanin satu kereta di koridor Bandung-Gambir, KA Argo Gede. Dari segi okupasinya lebih baik daripada sang legenda. Supaya tetap bisa mengakomodasi penumpang kereta bisnis, PT. KAI rencananya tambah 1-2 kereta bisnis di KA Argo Gede di jam tertentu.

Berdasarkan urun rembug bersama pelanggan setia, akhirnya dipilihlah nama Argo Parahyangan. Itu berarti gabungan KA Argo Gede dan KA Parahyangan. Penumpang eksekutif Argo Gede dan bisnis Parahyangan bisa terlayani di satu kereta api Argo Parahyangan.

27 April 2010 jadi hari pertama titisan sang legenda mulai dinas di koridor legendaris Priangan Barat. KA Argo Parahyangan jadi kereta argo pertama yang layanannya campuran. 3-4 kereta eksekutif argo ditambah 2-3 kereta bisnis (waktu itu belum AC).

Awalnya formasi “catdog” ini berlaku di semua kereta. Di 2011 PT. KAI mulai mengembalikan KA Argo Parahyangan ke khitahnya sebagai kereta eksekutif argo. Meski masih tetap ada layanan kereta bisnis (K2) di jam-jam tertentu.

Rangkaian kereta bisnis (K2) mulai dipasang AC awal dan dilengkapi stop kontak di awal tahun 2013. Kereta bisnis akhirnya kembali lagi di masa angkutan Lebaran 2016 memanfaatkan sebagian besar kereta aling-aling yang biasa terdiri dari 1 kereta. Semua rangkaian yang ada dimaksimalkan.

Jadi Ekonomi Plus

Masa angkutan Lebaran 2016 PT KAI perkenalkan kereta ekonomi (K3) terbaru. Trainset itu disebut “ekonomi new image” atau “ekonomi rasa eksekutif” karena kursinya mirip sama eksekutif (K1). Begitupula eksteriornya kaya K1 16.

Awalnya trainset dipake buat gantiin kereta bisnis (full): KA Fajar Utama Jogja, KA Senja Utama Jogja (Pasar Senen-Jogjakarta PP) dan KA Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng PP). Sayang ternyata ekspektasi bertolak belakang sama realita.

Trainset ekonomi plus K3 16 ternyata cacat design. Jarak antar kursi terlalu sempit. Nggak cocok buat jarak jauh apalagi pengganti kereta bisnis. Jadilah trainset ketiga kereta tersebut balik ke bisnis (K2) meski harus korbankan kereta lainnya untuk dapat alokasi K3 16.

Salah satunya Kereta Api Argo Parahyangan. Tukeran kereta sama KA Mutiara Selatan. Formasinya pun berubah jadi 4 kereta eksekutif (K1), 1 kereta makan pembangkit (MP3 16) dan 4 kereta ekonomi plus (K3 16).

Keberadaan ekonomi plus di sini tentu jadi perhatian warganet. Dari awal era KA Parahyangan nggak pernah sekalipun ada layanan kereta ekonomi. Sekalipun itu ekonomi plus. Baru di era “Argo Parahyangan” ada layanan ekonomi, itupun karena harus berkorban demi saudara muda.

Disinilah mulai ada meme “Argo Kok Ekonomi”. Kereta argo yang punya layanan ekonomi. Secara dari awal juga kelasnya udah campuran. Nggak benar-benar murni kereta argo.

Argo Parahyangan Premium dan “Argo Kok Ekonomi”

September 2017 benar-benar jadi sejarah baru buat titisan sang Legenda. Untuk pertama kalinya ada KA Argo Parahyangan Premium. Satu trainset isinya ekonomi premium (K3 17). Kereta ini belum lama diluncurkan pada masa angkutan Lebaran 2017.

Trainset ekonomi Premium 2017 membenahi sejumlah kekurangan di K3 16. Salah satunya jarak antar kursi agak sedikit longgar. Kursinya sendiri nggak lagi paten, tapi bisa dimaju mundur (reclining). Meski masih menghadap ke tengah dan 50:50 (1/2 maju 1/2 mundur).

Balik lagi ke KA Argo Parahyangan Premium sebagai satu dari beberapa kereta baru yang menggunakan satu trainset Premium. Disini “Argo Kok Ekonomi” semakin nyaring terdengar. Karena harusnya kereta argo itu kelasnya di atas eksekutif. Tapi yang terjadi malah full ekonomi.

KA Argo Parahyangan Premium dijalanin buat memenuhi tingginya peminat koridor Bandung-Jakarta. Di tahun itu Tol Cikampek dan Cipularang mulai sering macet. Jadi aja kereta api kembali dilirik. Trainset reguler sering nggak bisa menampung tingginya peminat.

Maka terjadilah sejarah baru. Ada kereta argo tapi rangkaiannya Full ekonomi. Meme “Argo Kok Ekonomi” semakin kencang terdengar. Bahkan ada cibiran “kenapa nggak balik lagi ke Parahyangan?” atau “Lebih mending Parahyangan tanpa embel-embel argo.”

Kereta Api Argo Parahyangan Stainless Steel

Maret 2018 lagi-lagi titisan sang legenda menorehkan sejarah baru dalam perkeretaapian Indonesia. Bukan lagi argo campuran. Melainkan jadi yang pertama pake trainset terbaru berbody stainless steel. Waktu itu didinasin sebagai PLB Argo Parahyangan Tambahan.

Kereta ini agak unik. Beda sama KA Argo Parahyangan pada umumnya yang cuma sampe Stasiun Bandung (BD). Tapi ini malah bablas sampe ke Kiaracondong (KAC). Kereta ini memang nggak seperti KA Argo Parahyangan reguler. Operatornya juga Daop 1 Jakarta.

Adapun rangkaian KA Argo Parahyangan asli punya Daop 2 Bandung baru kebagian stainless steel akhir April 2018. Itu juga KA 33 dan 34 yang manfaatin idle Turangga. Karena KA Turangga udah kebagian stainless steel terbaru.

Menyusul KA 31 dan 32 ikut ganti stainless steel bersamaan dengan rangkaian aslinya, KA Harina. Disini KA Argo Parahyangan mulai nggak lagi punya layanan kereta bisnis (K2).

Tahun 2019 akhirnya semua Kereta Api Argo Parahyangan, khususnya yang operatornya Daop 2 Bandung, trainset berubah jadi stainless steel. Gabungan K1 dan K3 Premium. Tak hanya itu KA Argo Parahyangan Premium juga dikembangin jadi KA Pangandaran.

Jadi di saat yang sama nggak ada lagi dikotomi Kereta Api Argo Parahyangan stainless steel dan non-stainless steel, begitu juga segala meme “argo kok ekonomi”.

Jadwal Perjalanan Kereta Api Argo Parahyangan

Mau ngetrip atau kekeretaan naik Kereta Api Argo Parahyangan? Ini jadwalnya, silakan sesuaikan sama kebutuhan kamu:

A. Bandung – Gambir

No. KA /
Stasiun
BDCMIPWKBKSJNGGMR
KA 1905.0005.1206.3707.4308.0108.15
KA 2106.3006.4209.1009.3009.45
KA 3107.3507.4710.1510.3410.50
KA 3308.3508.4711.1511.3411.50
KA 2311.3511.4914.2214.4114.57
KA 2514.4514.5717.2917.4718.03
KA 2716.1018.5119.1119.27
KA 2919.4019.5222.2222.4022.56

Keterangan

  • BD = Bandung
  • CMI = Cimahi
  • PWK = Purwakarta
  • BKS = Bekasi
  • JNG = Jatinegara
  • GMR = Gambir

B. Gambir – Bandung

No. KA/
Stasiun
GMRBKSPWKCMIBD
KA 2005.0005.3706.4508.2908.39
KA 2208.4509.1710.2411.5112.01
KA 2410.3011.0213.3913.49
KA 3211.3012.0213.1814.4314.53
KA 3412.3513.0714.1515.5016.00
KA 2615.3016.0318.2918.39
KA 2818.4519.1621.4421.54
KA 3020.0020.3321.3923.0423.14

Keterangan

  • GMR = Gambir
  • BKS = Bekasi
  • PWK = Purwakarta
  • CMI = Cimahi
  • BD = Bandung

Advertisements