Posted on

Kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok 2 November 1993

Kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok, 2 November 1993, jadi satu catatan kelam dalam perjalanan urban railway di Jabodetabek. Tragedi (yang juga nyaris terlupakan) ini makan korban jiwa 20 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Depok, 2 November 1993, boleh jadi tanggal ini bakal selalu diingat sebagai cerita kelam perjalanan KRL Jabodetabek yang sekarang udah jauh lebih baik dan nyaman bersama KRL Commuter Indonesia.

Di hari itu terjadi tabrakan antara 2 KRL Ekonomi Jabodetabek di Desa Ratu Jaya, Citayam, Depok. Tragedi yang dikenal dengan Kecelakaan KRL Ratu Jaya atau Kecelakaan Kereta Api Ratu Jaya 1993. Tabrakan adu banteng antara KRL Rheostatik Stainless Steel (batch-1 1986) dari arah Bogor dan KRL Rheostatik Mild Steel (kemungkinan Batch-3 1984) dari Jakarta.

(dan terjadi lagi) Human Error

Kecelakaan KRL Ratu Jaya seolah membuka memori Tragedi Bintaro 1, 19 Oktober 1987. Dimana selang waktu kejadian antara Tragedi Bintaro 1 sama Kecelakaan KRL Ratu Jaya nggak begitu lama, cuma 6 tahun! Ada kesamaan antara keduanya yaitu sama-sama tabrakan adu banteng, terjadi di jam sibuk dan jalur tunggal (single track).

Waktu kejadian jalur kereta api Depok-Bogor masih single track, jadi rangkaian KRL yang mau masuk ke Stasiun Citayam harus gantian di Stasiun Depok Lama. Begitu juga rangkaian KRL dari Bogor ke Depok/Jakarta harus berhenti dulu di Citayam, gantian sama KRL dari Depok/Jakarta.

Kecelakaan KRL Ratu Jaya terjadi (lagi-lagi) akibat miskomunikasi antara PPKA Stasiun Citayam dan PPKA Stasiun Depok. Bermula saat PPKA Stasiun Depok berangkatin KRL Rheostatik Mild Steel (batch-3 1984…?)[1] yang terdiri dari 2 set atau 8 gerbong tanpa ngabarin jalur aman ke PPKA Stasiun Citayam

Di saat bersamaan KRL Rheostatik Stainless Steel (Batch-1 1986) [2] dari Bogor jurusan Jakarta Kota (KAJJ) baru aja diberangkatin dimana KRL ini dipenuhi penumpang yang mau kerja atau kuliah di Jakarta.

Waktu itu nggak jauh dari Stasiun Citayam masih ada Halte Pondok Terong, tapi karena fungsinga cuma sebagai pos pemberhentian buat turun-naik penumpang dan nggak punya jalur simpan kaya Stasiun Citayam, Halte ini nggak bisa minta KRL dari Bogor itu berhenti nunggu KRL dari Depok.

Begitu di tikungan Ratu Jaya, masinis kedua kereta terlambat menyadari, masing-masing KRL saling berhadapan. Tabrakan nggak bisa dihindari. KRL Rheostatik Mild Steel dari Depok karena materilanya lebih ringan dan nyaris kosong remuk. Gerbong terdepan remuk, terangkat keatas, rangkaiannya terbelah dua dan menimpa gerbong 2 yang juga remuk.

KRL Rheostatik Stainless Steel dari Bogor begitu tabrakan langsung berhenti, penumpang terhimpit ke depan dan yang di dekat pintu banyak yang kepental keluar kereta. Banyaknya korban meninggal duna karena terhimpit dan mental ini, termasuk masinis dan kondektur kedua kereta.

2 rangkaian terdepan KRL Rheostatik Stainless Steel rusak parah dan harus dirucat di Balai Yasa Manggarai. Begitu juga 2 rangkaian terdepan KRL Rheostatik Mild Steel yang kerusakannya jauh lebih parah lagi, remuk ditambah kebelah dua. Pastinya nggak bisa diapa-apain lagi selain dirucat.

Sementara rangkaian gerbong yang selamat banyak dicampurin sama rangkaian lainnya sehingga menyulitkan kita yang pengen tau rangkaian asli saksi bisu kecelakaan KRL Ratu Jaya ini. Rangkaian yang masih bisa dikenalin cuma dari set terdepan yang langsung tabrakan adu banteng.

Sisa rangkaian Rheostatik Stainless Steel dan Rheostatik Mild Steel ini langusng “dikawinin” dan jadilah rangkaian KRL Cat Dog yang kita kenal sebelum semua KRL Ekonomi digantikan Commuter Line. Rangkaian yang dikawini itu terdiri dari M1 dan TC1 dari KRL Rheostatik Stainles Steel ditambah M2 dan TC2 dari KRL Rheostatik Mild Steel.

Tambahan info, KRL Cat Dog yang jadi saksi bisu Kecelakaan KRL Ratu Jaya ini belum dikirim ke Stasiun Purwakarta atau Stasiun Cikaum. Rangkaiannya masih ada di Dipo KRL Depok dan dipake buat rangkaian penolong atau logistik antar-dipo.

In Syaa Alloh Bersambung: Sekelumit Kisah dari Kecelakaan KRL Ratu Jaya. (so, belum selesai ya gan, ane bagi jadi 2 part)

________________________________
[1]. KRL Rheostatik Mild Steel yang tabrakan di Ratu Jaya Depok antara Batch 2 (1979) sama Batch 3 (1984). Karena unit yang didatengin punya kesamaan yakni 3 pintu di kanan dan kiri. Beda sama batch-1 atau angkatan pelopor 1976 yang masing-masing punya 2 pintu.

[2]. Dari sumber yang didapet, rangkaian KRL Stainless Steel nya termasuk Batch-1 tahun 1986.


DAFTAR PUSTAKA

Ade KCJ. 2015. Mengenang 22 Tahun Tragedi Ratujaya. Imgrum. http://www.imgrum.org/media/1109102364360191786_963303850

Charles KBB. 2011. Renungan: Kecelakaan KA Ratu Jaya 2 November 1993. Profil Anime, Perkeretaapian Indonesia dan Jepang. http://charleskkb.blogspot.co.id/2011/11/renungan-kecelakaan-ka-ratujaya-2.html

Kecelakaan Kereta Api Ratu Jaya 1993. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kecelakaan_kereta_api_Ratu_Jaya_1993

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.