Posted on

Kangen sama Kereta Api Jogja Semarang

Diliat dari sejarahnya, Kereta Api Jogja Semarang sebetulnya udah ada sejak pertama kali si ular besi melaju di bumi nusantara. Jalur kereta api yang ada menghubungkan Semarang-Solo-Jogja via Kedungjati dan Semarang-Jogja via Ambarawa. Sejak Kereta Api Banyubiru berhenti dinas, kita semua merindukan adanya Kereta Api Jogja Semarang yang langsung tanpa transit dan pindah. 

Memang jalur kereta api pertama di Indonesia baru sebatas Semarang-Tanggung, tapi dalam perkembangannya diperpanjang sampe ke Kedungjati hingga tembus ke Bumi Mataram, yakni Solo lanjut lagi ke Jogja. Dalam rangka kepentingan mobilitas militer dari Ambarawa, ikut dibangun juga jalur kereta api Semarang-Jogja via Ambarawa.

Bedanya jalur kereta api Jogja Semarang yang lewat Ambarawa ini ada trase yang pake rel gerigi, yakni blok Bedono-Candi Umbul Magelang. Kini jalurnya tinggal nyisain petak Tuntang-Ambarawa-Bedono, sebatas buat kepentingan kereta wisata rute Ambarawa Tuntang dan Ambarawa Bedono. Meski akhir-akhir ini gencar berita reaktivasi jalur yang udah non aktif sejak tahun 1976 itu.

KANGEN SAMA KERETA API JOGJA SEMARANG

Kereta Api Pandanwangi, Joglosemar dan Banyubiru.

Sebetulnya pernah ada 3 kereta api Jogja-Semarang dan sebaliknya, yakni Kereta Api Pandanwangi, Kereta Api Joglosemar dan Kereta Api Banyubiru. Ketiganya pake armada KRD (Kereta Rel Diesel), baik tipe MCW 302 buatan Nippon Sharyo Jepang tahun 1980-an maupun KRDE INKA modifikasi dari KRL Holec BN. Khusus Kereta Api Pandanwangi, karena mesin KRD-nya rusak akihrnya ditarik lokomotif BB 200 punya dipo Semarang.

Cuma sayang keberadaan tiga kereta tersebut nggak berlangsung lama. Okupasi minim ditambah waktu tempuh lama karena sebagian armada udah tua akhirnya terpaksa pensiun lebih awal. Begitu juga yang pake armada KRDE INKA akhirnya kereta dialihkan buat memperkuat armada Prameks dan Kaligung (yang masih KRD) di jalur gemuk. Maka jadilah kereta api Jogja Semarang tinggal cerita masa lalu, dan kini hanya bisa andalin bus dan travel.

Napas Baru Kereta Api Kalijaga

15 Februari 2014 PT. KAI luncurin Kereta Api Kalijaga rute Stasiun Solo Balapan (SLO) – Stasiun Semarang Poncol (SMC). Manfaatin idle rangkaian kereta api Senja Bengawan (Pasar Senen-Purwosari). Kehadiran Kereta Api Kalijaga sendiri awalnya nggak terlalu mulus karena okupasinya minim, meski belakangan mulai naik karena tarifnya disubsidi sama Pemerintah jadi Rp 10.000,00 (sebelumnya Rp 25.000,00).

Status kereta api Kalijaga sendiri sampe sekarang kereta api lokal atau komuter, nggak beda jauh sama 3 pendahulunya (Kereta Api Pandanwangi. Kereta Api Joglosemar, Kereta Api Banyubiru). Yang bedain cuma di rute aja yang nggak sampe ke Jogjakarta (YK).

Meski demikian, paling nggak Kereta Api Kalijaga kaya ngasih napas baru buat perkeretaapian di Joglosemar yang notabene pelopornya Kereta Api Indonesia. Pasalnya jalur kereta api pertama di Indonesia awalnya memang meliputi wilayah itu, untuk kepentingan angkutan barang dan penumpang, serta militer, karena ada 2 jalur: Jogja-Semarang via Solo dan Jogja-Semarang via Ambarawa.

Sayang jadwal kereta api Kalijaga masih terbatas banget. Rangkaiannya yang manfaatin idle Kereta Api Senja Bengawan menjadikannya cuma dinas pagi aja. Berangkat dari Solo Balapan (SLO) jam 05.20 WIB dan dari Semarang Poncol (SMC) jam 09.00 WIB. Udah itu tiketnya nggak bisa dibooking online layaknya KAJJ. Kalopun bisa dipesan misalnya H-7 harus langsung di stasiun atau pusat reservasi tiket.

Satu kelebihan cuma jadwalnya yang nyambung sama Kereta Api Prameks, jadi penumpang Semarang yang mau ke Jogja naik kereta api bisa manfaatin Kereta Api Kalijaga. Transit dulu di Stasiun Solo Balapan sebelum lanjut sampe ke Jogja.

Kangen sama kereta api Jogja-Semarang udah sedikit terjawab, tapi belum benar-benar memenuhi kebutuhan, karena jadwalnya cuma sekali. Jadi kita masih tunggu ada alternatif kereta api Jogja-Semarang yang lain. Usulan supaya rute ini dibuka memang udah ada. Ya, kita tunggu perkembangannya. Untuk sementara kita nikmati aja Kereta Api Kalijaga dengan segala keterbatasannya.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.