Posted on

Kabar Gembira! Gubernur Jawa Barat Dukung Reaktivasi Jalur Rel Mati Bandung-Ciwidey

Ini jadi semacam sarapan pagi paling sedap. Gubernur Jawa Barat yang baru, Ridwan Kamil, mendukung reaktivasi jalur rel mati Bandung-Ciwidey dan sejumlah jalur non-aktif lainnya di Daop 2 Bandung. 

Seperti angin segar atau gimana, inilah kado istimewa kita wargi Bandung yang terus menanti sejumlah jalur rel mati di Bandung dihidupkan kembali. Bukannya apa-apa, kemacetan di Bandung Raya terutama weekend jelas bikin gregetan. Coba aja jarak yang harusnya bisa ditempuh paling lama 30 menit bisa sampe 1 jam.

Terlebih lagi jalur selatan ke Ciwidey, salah satu lokasi wisata favorit di Bandung yang sekarang lagi ngetrend. Setiap akhir pekan atau musim liburan tiba akses menuju lokasi wisata Ciwidey kaya Kawah Putih mesti macet. Keberadaan tol Soroja memang cukup membantu tapi boleh jadi cuma jadi solusi jangka pendek. Berkaca dari Tol Cipularang yang kini sering macet sehingga kereta api kembali dilirik.

Reaktivasi Jalur Rel Mati Bandung-Ciwidey, Wacana Lama.

Sebetulnya reaktivasi jalur rel mati Bandung-Ciwidey udah jadi wacana lama. Sejak zaman gubernur lama yang udah menjabat selama 2 periode, bahkan presiden lama juga (2004-2014). Tapi kenapa sampe sekarang belum bisa terealisasi? Memang sih kendalanya di sejumlah titik jalur rel mati Bandung-Ciwidey banyak berdiri bangunan permanen. Padahal tanah yang ditempatin itu masih tanah negara punya PT.KAI.

PT.KAI sendiri selaku operator banyak terima masukan dari masyarakat supaya jalur Bandung Selatan itu bisa kembali aktif. Hanya saja PT.KAI nggak bisa sendiri, karena itu udah menyangkut urusan dukungan dari pemerintah daerah setempat, sementara PT.KAI kan cuma operator. Kalo pemerintah daerah mendukung sih oke, gimana kalo ternyata malah sebaliknya?

Boleh jadi ini kendala selama 10 tahun tersebut. Ditambah lagi keengganan sejumlah warga yang tinggal di atas tanah jalur rel mati untuk direlokasi. Karena udah lama tinggal disitu jadi merasa paling berhak. Padahal jelas-jelas itu tanah negara. Padahal jalur rel mati Bandung-Ciwidey menawarkan panorama khas Bandung Selatan.

Dulunya jalur ini dibangun Staatspoorwagen (SS), perusahaan kereta api punya pemerintah Hindia Belanda, selain buat angkutan penumpang juga buat angkutan komoditas pertanian dari Bandung Selatan. Kebetulan daerah itu punya hasil bumi yang melimpah. Di masanya, kereta api yang berangkat dari Ciwidey jadi semacam penanda waktu imsak, yakni sekitar jam 04.30 WIB.

Sayang semua berakhir setelah kecelakaan tragis di Cukanghaur tahun 1971. Sebuah kereta barang yang ditarik lokomotif uap (kemungkinan jenis BB) terguling setelah menuruni jalur yang agak lumayan ekstrem akibat kelebihan muatan.

Setelah kecelakaan itu jalur ke Ciwidey nggak lagi dilewatin kereta api karena dianggap unsafety. Kalopun masih ada kereta api cuma sampe Soreang, kebetulan jalur Bandung-Soreang masih datar sehingga bisa dilewatin lokomotif diesel biasa. Tapi karena di masa Orde Baru perhatian pemerintah lebih fokus ke jalan raya, sejumlah lintas cabang pun merugi dan akhirnya harus tutup. Termasuk jalur rel mati Bandung-Ciwidey.

Angin Segar dari Gubernur Baru buat Jalur Rel Mati Bandung Ciwidey

Sekian lama cuma jadi wacana, akhirnya ada angin segar dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang baru aja dilantik. Di Instagram-nya beliau bikin post, “SIAP-SIAP KE PANGANDARAN, KAWAH PUTIH & JATINANGOR NAIK KERETA API.”

Nggak cuma itu, beliau juga nambahin:

“Rapat kerja dengan direksi PT KAI @kai121_ , membahas akselerasi 4 jalur baru rel kereta api untuk jawa Barat: 1. Jakarta-Bandung-Pangandaran, 2. Bandung Ciwidey, 3. Bekasi-Bandung-Garut, 4. Bandung-Rancaekek-Jati Nangor-Tanjung Sari Sumedang. Jawa Barat harus seperti Eropa dimana urat nadi ekonomi dan transportasinya mayoritas berbasis kereta api. Tahun depan jalur Bandung-Garut jika tidak ada kendala bisa selesai. Doakan lancar. #JABARJUARA.” 

Nah, dari sini keliatan banget beliau ngasih angin segar sekaligus mendukung jalur rel mati di Daop 2 Bandung hidup lagi, termasuk jalur rel mati Bandung-Ciwidey. Toh kita semua juga mendukung, karena udah nggak tahan sama kemacetan di daerah selatan kaya Dayeuh Kolot, Kopo dan Muhammad Toha. Tol Soroja sendiri memang lumayan membantu tapi cuma buat solusi jangka pendek.

Jadi kereta api harus kembali jadi backbone transportasi massal di Jawa Barat, sekaligus Indonesia. Khusus di Jawa Barat —Daop 2 Bandung— jalan untuk reaktivasi sejumlah jalur rel mati, termasuk jalur rel mati Bandung Ciwidey, kini  tak lagi suram. Yuk sama-sama kita kasih dukungan buat Pak Gubernur.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.