Advertisements
Home > Blog > Kereta Api Bandung > KA Pangandaran, Si Raja Priangan

KA Pangandaran, Si Raja Priangan

ka-pangandaran-si-raja-priangan

KA Pangandaran merupakan pengembangan sekaligus perpanjangan rute dari Kereta Api Argo Parahyangan. Jika sebelumnya cuma main di Gambir-Bandung, kali ini diperpanjang sampe Stasiun Banjar (BJR).

KA Pangandaran hadir guna menjawab kebutuhan pengguna Kereta Api rute Jakarta-Priangan Timur. Sebelumnya mereka cuma punya satu pilihan yakni Kereta Api Serayu. Rangkaian kereta punya Daop 5 Purwokerto tersebut layani rute Pasar Senen-Purwokerto via Kiaracondong. Karena lewat Bandung otomatis ke Banjar juga.

Selain Kereta Api Serayu, mereka cuma punya pilihan Bus untuk bisa ke ibukota. Kalopun mau naik kereta lain harus estafet dulu ke Bandung dan lanjut naik Kereta Api Argo Parahyangan. Cara kaya gini jelas sangat tidak efisien. Dari Banjar ke Bandung sih ada tarif parsial, tapi mereka harus perhitungkan juga keberangkatan dari Stasiun Bandung ke Jakarta.

Apalagi belakangan kereta api Bandung-Jakarta jadi primadona lagi. Semua nggak lepas dari jalan tol yang sering macet. Hampir setiap hari okupasi Kereta Api Argo Parahyangan capai 100%. Hari kerja aja sering full apalagi weekend sama liburan. Padahal udah jalanin sejumlah idle, tambahan jadwal, sampe Goparpremi yang disindir Argo Kok Ekonomi.

KA Pangandaran, Pengembangan Kereta Api Argo Parahyangan

Okupasi membanggakan dari koridor Bandung-Jakarta menjadikan PT KAI Daop 2 Bandung coba menjawab kebutuhan pelanggan Priangan Timur. Gimana caranya supaya mereka nggak lagi cuma andalin Kereta Api Serayu untuk ke Jakarta. Ataupun cuma bisa ngandalin bis yang kadang supirnya suka ugal-ugalan.

ka-pangandaran-si-raja-priangan

Dengan dukungan dari Pemprov Jabar,. PT. KAI Daop 2 Bandung luncurkan KA Pangandaran. Melayani rute Gambir-Bandung-Banjar PP dan Bandung-Banjar PP. Produk boleh baru tapi sejatinya mengembangkan yang udah ada. Dalam hal ini Kereta Api Argo Parahyangan. Trainset pake punya Gopar dan rute diperpanjang sampe Stasiun Banjar (BJR).

KA Pangandaran Mulai diluncurkan pada 2 Januari 2019. PT.KAI Daop 2 Bandung pun berlakukan tarif diskon Rp 1,- (Rp 1000) untuk kelas eksekutif (K1) dan ekonomi premium (K3 Premium) di rute Bandung-Banjar PP. Adapun Gambir-Banjar PP tarifnya dipatok Rp 150.000,00 (eksekutif) dan Rp 110.000,00 (K3 Premium).

Namun sangat disayangkan. Awal masa dinas justru KA Pangandaran malah nyaris kosong melompong. Padahal tiketnya terjual habis. Hal ini karena ada orang iseng yang cuma booking doang tapi nggak naik kereta. Jadi mereka yang benar-benar butuh nggak bisa naik.

Maka jadilah memasuki bulan Februari 2019, PT. KAI memperpanjang Promo. Cuma sekarang syaratnya harus booking di stasiun 3 jam sebelum berangkat. Atau dengan kata lain Go Show. Ini semua supaya nggak ada lagi kasus penumpang gaib seperti di bulan sebelumnya.

Si Raja Priangan

Sebelum KA Pangandaran dinas, PT. KAI Daop 2 Bandung udah meluncurkan KA Galunggung di Kiaracondong-Tasikmalaya. Manfaatin idle KA Kahuripan yang sebelumnya dinas Patas Bandung Raya. Cuma bedanya KA Galunggung lebih ke lokalan Priangan Timur dan kelasnya ekonomi. Begitu launching PT.KAI sediain tiket gratis dan diperpanjang juga sampe sekarang.

KA Galunggung akhirnya terkena efek KA Pangandaran. Untuk menanggulangi penumpang ghaib, tiketnya juga cuma bisa Go Show. Padahal di kereta ini nggak pernah terjadi kasus penumpang ghaib. Cuma karena bisa dibooking H-7 tiketnya selalu cepat habis. Hingga akhirnya dibikin go show supaya semua bisa terlayani.

Kedua kereta sama-sama menjelajahi bumi Priangan, khususnya Priangan Timur. Namun manakah diantara keduanya yang layak disebut Si Raja Priangan? Tentu KA Pangandaran sangat layak dapat sebutan itu. Rute KA Pangandaran Gambir-Banjar PP menjelajahi seluruh alam Priangan. Meski ada satu trainset yang cuma Bandung-Banjar PP.

Sebelumnya Kereta Api Serayu yang punya predikat penjelajah alam Priangan. Tapi sekarang nggak lagi sendiri. Ditemani oleh KA Pangandaran. Tapi untuk Kereta Api Serayu dalam konteks ini paling jadi ratunya. Karena rajanya dipegang KA Pangandaran.

Ya kita doakan saja, semoga Raja dan Ratu Priangan tetap jalan berdampingan selamanya. Jangan ada lagi Galuh atau Priangan Ekspres kedua.

Kontributor Foto:

M Fajar (IG: @railfans_hunting)

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: