KA Lokal Bandung Raya ft CC 206 13 60 BD

Jarang terjadi KA Lokal Bandung Raya yang biasanya ditarik lokomotif CC 201 atau CC 203 kali ini ditarik CC 206 13 60 BD yang biasa dipake untuk dinas Kereta Api jarak Jauh (KAJJ)

Minggu, 23 Desember 2018, di hari itu satu perka KA Lokal Bandung Raya lain dari biasanya karena ditarik lokomotif CC 206 13 60 BD. Cerita KA Lokal Bandung Raya ditarik “si Puongs” memang bukan kali ini saja terjadi, sebelumnya juga pernah terjadi hanya saja frekuensinya sangat jarang. Tak sesering CC 201 atau CC 203 yang memang rutin menarik komuternya wargi Bandung ini. 

Selain itu CC 206 juga pernah jadi loko penarik KA Patas Bandung Raya waktu masih dinas, meski di akhir-akhir masa dinasnya justru lebih banyak ditarik CC 203. Apakah gerangan yang menyebabkan KA Lokal Bandung Raya ditarik CC 206 di hari Minggu menjelang akhir tahun 2018 itu? Apakah karena sudah tak lagi tersisa lokomotif CC 201 dan CC 203 sehingga “si Puongs” harus turun tangan? 

CC 203 95 06 BD tarik KA Lodaya Tambahan

Satu di antara lokomotif CC 203 yang biasa dinas KA Lokal Bandung Raya, CC 203 95 06 BD, justru malah menarik rangkaian Kereta Api Jarak Jauh, yakni KA Lodaya Tambahan jurusan Solo Balapan. Sama halnya dengan Lokalan ditarik Puongs, KA Lodaya ditarik CC 203 juga bukan cerita baru, karena sebelum kehadiran CC 206, lokomotif jenis CC 203 adalah penarik setia Sang Maung penghubung Priangan dan Mataram. 

Nah di tanggal 23 Desember 2018 ini seolah-olah jadi momen “loko yang tertukar” karena idealnya CC 206 13 60 BD itu menarik rangkaian KA Lodaya Tambahan, sebaliknya CC 203 95 06 BD menarik KA Lokal Bandung Raya. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Jadilah ini satu momen yang sangat penting terutama bagi para pecinta kereta api. Jarang-jarang lho ada kejadian loko sampe “tertukar” begini. 

Lokalan Tanpa Long Hood (LH), Short Hood (SH), dan Kobong

Rutin ditarik CC 201 atau CC 203 menjadikan KA Lokal Bandung Raya nggak lepas dari 3 hal: Long Hood (LH), Short Hood (SH), dan Kobong. Long Hood dan Short Hood karena lokomotif pastinya akan berpindah posisi begitu sampe di stasiun terminus. Memang nggak tentu sih lebih banyak KA Lokal Bandung Raya dari arah mana yang Long Hood atau Short Hood. 

Nah berkaitan dengan kobong atau loko mengeluarkan asap tebal karena perpindahan throttle dari 1 ke 4 kedua lokomotif CC 201 dan CC 203 memang dikenal bisa kobong. Bahkan CC 203 yang kerap di sebut “Si Baung” selain dikenal sprinter juga dikenal raja kobong. Momen kobong seperti ini biasa terjadi bila lokomotif melewati lintasan yang sedikit menanjak. 

Ketika KA Lokal Bandung Raya ditarik CC 206 13 60 BD di saat itu pulalah kita nggak lagi bisa menyaksikan long hood, short hood, apalagi kobong. Lokomotif CC 206 punya double cabin, seperti BB 301 dan 304 di jaman dulu. Jadi masinisnya tinggal pindah kabin aja begitu mau balik kanan. Meski demikian posisi lokomotif tetap harus dipindah. 

Memang kelebihan loko dengan dua kabin ini akan membuat pandangan masinis mejadi lebih luas. Begitu pula untuk single cabin ketika posisi short hood. Lokomotif dual cabin sejenis CC 206 nggak perlu turntable untuk berpindah posisi. Beda sama single cabin meski bisa dijalankan dalam posisi Long Hood. 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.