Advertisements

KA Argo Bromo Anggrek, si Gendut itu Tinggal Kenangan

KA Argo Bromo Anggrek bisa dibilang punya kelas tersendiri. Rangkaiannya beda sama yang lain. Body-nya lebih gendut dan minim guncangan. Sayang si gendut itu tinggal kenangan. Diganti trainset kaleng-kaleng.

Kaleng-kaleng atau kereta stainless steel ibarat virus. Di hampir semua daop ada. Malah Daop 2 Bandung punya populasi kaleng-kaleng terbesar setelah dapat mutasi TS1 dan TS2. Wabah kaleng-kaleng kini mulai menjangkit kereta nomor satu di Indonesia.

Siapa lagi kalo bukan KA Argo Bromo Anggrek. Kereta yang awal masa dinas punya kode JS950 ini memang terbaik di Indonesia. Selain itu keberadaannya juga sangat istimewa. Mulai dinas 1997 sebagai pengembangan dari KA Argo Bromo JS 950.

Sejak awal dinas popularitas berhasil mengalahkan sang legenda KA Bima. Ditambah lagi rutenya yang full pantura. Dari Jakarta ke Surabaya Pasar Turi via Semarang. Secara saat ini jalurnya udah full double track.

KA Argo Bromo Anggrek anti-Mainstream.

Trainset yang dipake benar-benar anti mainstream. Bodynya lebih gendut dibanding kereta lainnya. Dari segi kenayamanan jelas nggak ada lawan. Di saat semua kereta eksekutif seangkatan mulai ganti pintu manual. Si ABA tetap otomatis.

KA Argo Bromo Anggrek Si Gendut itu Tinggal Kenangan
KA Argo Bromo Anggrek. Foto: Ipan

Di awal kaleng-kaleng jadi trending topic di perkeretaapian Indonesia, ABA tetap setia dengan trainset gendutnya. Jangankan itu, ketika para pesaingnya pake trainset K1 16 dan K1 17, ABA tetap pake kereta asli keluaran 1997.

Di saat PT. KAI memperkenalkan kereta sleeper, ABA cukup beruntung dapat satu kereta. Sleeper ini udah berbody stainless steel. Tapi ini nggak lantas merubah stamformasi kereta secara keseluruhan. ABA tetap full K1 97 meski udah bawa satu unit kereta stainless steel.

KA Argo Bromo Anggrek Si Gendut itu Tinggal Kenangan 2
kereta sleeper ABA. Foto: Syarifan Bahtiar.

Pelayanan Turun Jadi Kaleng Kaleng

Namun di tahun 2019, kelas tersendiri itu seakan pudar. Kereta gendut pun terancam tinggal kenangan. Pelayanan kereta ini mulai menurun dan banyak dikeluhkan penggunanya. Terutama soal footrest banyak yang udah nggak ada.

Jangankan soal footrest, kursi yang jadi kulit pun nggak luput dari sasaran keluhan. Jelas karena dulunya kursi kereta ini beludru dan empuk. Turunnya layanan ABA menjadikan PT. KAI mau nggak mau harus mengganti kereta ini.

Maka jadilah KA Argo Bromo Anggrek kebagian alokasi K1 2019 berbody stainless steel. Formasinya jelas full K1 2019. Nah kereta stainless steel atau kaleng-kaleng beda sama K1 97. Body nya lebih ramping. Jadi nggak ada lagi pembeda sama kereta lainnya.

Cuma di sisi lain, trainset yang berubah jadi nggak ada lagi yang namanya belang atau cat dog. Kalo sebelumnya pake Full K1 97 plus sleeper jadi belang. Setelah diganti ke kaleng-kaleng jadi matching semua. Sleeper ditambah K1 2019. Meski di sisi lain si gendut jadi tinggal kenangan.

Kontributor Foto:

Ipan (idf05_), Nabiel M. Husein (@nabeelhusein6), Syarifan Bahtiar (@syarifanbahtiar_)

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: