JR East E353 Series, Logo Lodaya Bandung

JR EAST E 353 SERIES LOGO LODAYA BANDUNG

JR East E353 Series jadi Logo Lodaya Bandung sejak November 2018. Beda banget sama komunitas Railfans lainnya yang rata-rata pake logo kereta yang udah dinas di Indonesia. Trainset ini masih di Jepang, dinas di Chuo Main Line dibawah operator JR East.

Ngomong-ngomong soal kereta Jepang, sebelum pake trainset ini Lodaya Bandung pernah pake KRD Shinko/MCW 302 ketika genap berusia 4 tahun. Jenis kereta ini memang masih ada di Indonesia. Sekalipun jumlahnya udah semakin menipis.

Kebanyakan MCW 302 udah berubah wujud jadi kereta Inspeksi. Kini tinggal Kedungsepur aja yang masih dinas reguler di Daop 4 Semarang. Lainnya udah dimodifikasi. Bahkan yang awalnya pake armada ini pun diganti kereta biasa.

MCW 302 dipake Lodaya Bandung sampe pertengahan November 2018. Setelahnya karena terinspirasi dari trip ke Jepang di pekan kedua bulan itu, logo pun akhirnya ikut diganti dengan kereta Jepang yang benar-benar masih dinas di sana.

Awalnya sempat mau pake Shinkansen. Tapi karena kerumitan design akhirnya dipilihlah E353 Series yang dinas di Chuo Main Line. Biasanya sebagai Super Azusa di rute Shinjuku (Tokyo)-Matsumoto (Nagano)

JR EAST E 353 SERIES LOGO LODAYA BANDUNG

Trainset JR East E353 Series melaju di Chuo Main Line yang jalurnya mirip Daop 2 Bandung. Photo by a_y_ak_a__


JR East E353 Series Dipilih Karena Jalurnya Mirip Daop 2

JR East E353 Series akhirnya dipilih sebagai Logo Resmi Lodaya Bandung sejak pertengahan November 2018. Pemilihan trainset ini bukannya tanpa alasan. Selain modelnya yang futuristik, kereta listrik dengan teknologi Tilting ini pun sudah teruji di jalur pegunungan.

Kebetulan Chuo Main Line punya jalur pegunungan mirip Daop 2 Bandung. Mayoritas berada di kaki Mount Fuji, seperti Otsuki dan Kofu. Trainset ini biasa dinas sebagai Super Azusa melayani rute Shinjuku (Tokyo) – Matsumoto (Nagano) PP.

Meski bukan super ekspres sekelas shinkansen, kerena ini termasuk elite di Chuo Main Line. Ibaratnya di jalur selatan itu kaya Argo Wilis. Kereta unggulan non-shinkansen. Lebar gaunge-nya pun sama kaya di Indonesia, 1.067 mm.

Jadi kereta jenis ini sebenarnya bisa dinas di Indonesia. Meski masih membutuhkan Listrik Aliran Atas (LAA) untuk bisa beroperasi. Mengingat E353 Series termasuk jenis EMU (Electric Multiple Unit)

Logo Anti Mainstream

Digunakannya JR East E353 Series menjadikan Logo Komunitas Lodaya Bandung benar-benar anti mainstream. Jika komunitas lain umumnya pake kereta yang dinas di Indonesia, kereta yang jadi logo Lodaya Bandung masih dinas di Jepang.

Memang dari awal juga pengennya anti mainstream. Nggak mau Puongs lagi, Kotak Lagi, atau Baungs (si Hongeng) Lagi. Makanya dipilihlah sang Kaisar Chuo Main Line.

Ngomong-ngomong soal kereta Jepang, sebetulnya di Indonesia juga banyak. Paling ngetop tentu armada KRL Commuter Line yang pake ex-Jepang. Penguasanya jelas JR 205 Series disusul Tokyo Metro 6000.

Untuk kereta-kereta inspeksi yang jadi buruan Railfans mulai dari Rail One, Rail Two, sampe Rail Three itu juga semuanya buatan Negeri Sakura. Modifikasi KRD Shinko/MCW 302 buatan Nippon Sharyo, pabrikan sama dengan armada MRT Jakarta.

Nah untuk kereta yang dijadiin logo Lodaya Bandung itu beda lagi pabrikannya. Bukan Nippon Sharyo, tapi dibuat di J-TREC (Japan Transport Engineering Company) Yokohama. Jadi lagi-lagi anti mainstream sama pabrikan kereta Jepang yang udah ada di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.