Jelajahi Bumi Priangan bersama Kereta Api Serayu

Melayani rute Jakarta Pasar Senen – Purwokerto via Bandung, Kereta Api Serayu siap membahwa kita jelajahi bumi Priangan dengan suguhan pemandangannya. Bisa dijadiin alternatif Bandung Jakarta.

Rutenya boleh dibilang lumayan panjang, meski bukan yang terpanjang di Pulau Jawa. Sejatinya dari Jakarta ke Jawa Tengah atau Timur itu lewat Cirebon, tapi Kereta Api Serayu punya keunikan tersendiri karena abis dari Cikampek belok ke arah Selatan, mengantarkan penumpangnya ke Purwokerto via Bandung sambil menjelajahi bumi Priangan.

Sejarah Kereta Api Serayu

Kereta Api Serayu mulai beroperasi tahun 1985, waktu itu namanya Kereta Api Cepat Sidareja. Dalam perkembangannya berubah nama jadi Kereta Api Cipuja untuk keberangkatan pagi dan Kereta Api Citrajaya di malam hari.

Cipuja singkatan dari Cilacap Purwakarta Jakarta, sementara Citrajaya berarti Cilacap Jakarta Raya. Sekilas nyaris nggak ada beda, cuma beda di perjalanannya aja, Cipuja pagi sementara Citrajaya malam.

Nama Kereta Api Serayu baru dipake di era 2000-an, diambil dari sebuah sungai terbesar yang membelah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap. Rute kereta api Serayu beberapa kali mengalami perubahan. Awalnya Jakarta Kota ke Kroya via Kiaracondong Bandung, terus di 2013 dibablasin ke Purwokerto.

Di Gapeka 2015 ada kebijakan Stasiun Jakarta Kota hanya diperuntukkan lokalan sama Commuter Line, stasiun keberangkatan awal Kereta Api Serayu dipindah ke Stasiun Jakarta Pasar Senen. Dan di Gapeka 2017, Kereta Api Serayu juga berhenti di Stasiun Bekasi untuk keberangkatan pagi jurusan Kiaracondong sampai Purwokerto.

Perubahan stasiun pemberhentian di wilayah Bandung Raya juga pernah dialami Kereta Api Serayu. Pertama-tama, pemberhentian di Stasiun Bandung ditiadakan pasca kebijakan pemisahan keberangkatan kereta api ekonomi di Stasiun Kiaracondong. Sejak itu Kereta Api Serayu berhenti di Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Padalarang.

Dan waktu Gapeka 2015 berlaku, pemberhentian di Stasiun Padalarang dihapus dan pindah ke Stasiun Cimahi. Selanjutnya Stasiun Padalarang difokuskan melayani Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Berbenah Total Seiring Revolusi di Kereta Api Indonesia.

Dulunya kereta api ini lekat sama image buruk. Nggak ubahnya kereta api bumel. Sering ngangkut penumpang nyaris melebihi kapasitas, kondisi kereta yang kurang bagus, segala asongan wara wiri di gerbong, sampai tukang copet bergentayangan di gerbong yang kadang penuh sesak.

Tahun 2009, PT. Kereta Api Indonesia kedatangan direktur baru, Bapak Ignatius Jonan –sekarang menteri ESDM. Kedatangan beliau yang sebelumnya jadi direktur di Citibank membawa angin revolusi total di Perkeretaapian Indonesia secara umum.

Angin perubahan itu juga berembus ke Kereta Api Serayu. Pelan tapi pasti segala image buruk yang pernah melekat hilang. Kereta Api Serayu terus berbenah, seiring berjalan waktu pelayanannya pun menjadi lebih baik.

Terlebih di 2012 waktu mulai ada pembatasan kapasitas maksimal 100% dan penghapusan tiket berdiri untuk KAJJ. Sterilisasi stasiun kereta api dari pihak-pihak yang tak berkepentingan menjadikan Kereta Api Serayu mulai memasuki babak baru. Hingga di tahun 2013 ketika dimulai pemasangan AC split di gerbong bisnis dan ekonomi 106 penumpang.

Menjelajahi Bumi Priangan

Waktu tempuh kurang lebih 11 jam dari Jakarta ke Purwokerto via Bandung, kita dibawa Kereta Api Serayu menjelajahi Bumi Priangan dan disuguhi pemandangan alam eksotis khas tatar Pasundan yang didominasi pegunungan. Lamanya perjalanan jadi nggak ngebosenin karena sungguhan pemandangan tersebut.

2 bagian dari Bumi Priangan bisa kita nikmati dalam satu kali perjalanan yakni Priangan Barat di koridor Jakarta Bandung dan Priangan Timur di koridor Bandung Banjar. Itu kalo berangkat dari Jakarta, adapun dari Bandung paling cuma satu bagian aja tergantung tujuan akhir yang kamu pilih.

Untuk tujuan Jakarta, belahan Priangan Barat bisa kamu nikmati, sementara kalo kamu tujuannya ke Kroya sampai Purwokerto, Priangan Timur yang akan kamu jelajahi dan nikmati pemandangannya.

Biasanya kereta api jarak jauh dari Bandung berangkat pagi dan malam, tapi khusus kereta api Serayu berangkatnya di siang hari, baik yang ke Jakarta maupun ke Purwokerto.

Alternatif Kereta Api Bandung Jakarta

Kereta Api Serayu sekarang udah beda jauh banget sama dulu. Jauh lebih nyaman, nggak ada lagi pihak-pihak tak berkepentingan ikut naik ke atas kereta, disamping udah dipasangin AC Split dan ada stop kontak di semua gerbong.

Karena udah berubah total, Kereta Api Serayu sering dijadiin alternatif kereta api Bandung Jakarta dan sebaliknya. Terlebih sekarang Kereta Api Argo Parahyangan tiketnya selalu habis terjual di akhir pekan dan musim-musim liburan. Orang banyak pilih naik kereta api karena jalan tol udah semakin macet.

Biasanya 2-3 hari sebelum berangkat, tiket kereta api Argo Parahyangan udah ludes, di Jum’at siang aja kadang udah nggak ada. Sementara tambahannya baru dijalanin di hari Sabtu-Minggu-Senin. Karena itulah Kereta Api Serayu bisa kamu jadiin alternatif. Soal kenyamanan nggak kalah kok.

3 thoughts on “Jelajahi Bumi Priangan bersama Kereta Api Serayu

  1. Pingback: Kereta Api Serayu, Dari Priangan Timur Langsung ke Ibukota – Lodaya Bandung

  2. Pingback: Kereta Api Ekonomi Bandung Jakarta – Lodaya Bandung

  3. Pingback: Kereta Api Lokal Cibatuan, Lokalan Rasa KAJJ

Leave a Reply

%d bloggers like this: