Posted on

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (3): Jembatan di Petak Cibangkong Lor-Cibangkong

Dua bentang jembatan di petak Cibangkong Lor-Cibangkong yang salah satunya udah berubah jadi kandang ayam. Biarpun kecil jembatan ini tetap punya peran penting di jalur kereta api Bandung-Ciwidey yang sekarang masih jadi jalur kereta api mati di Bandung. 

Ngomongin soal jembatan di jalur kereta api Bandung-Ciwidey pasti nggak akan jauh dari trio Jembatan Cisondari, Jembatan Ranca Goong dan Jembatan Andir yang udah dekat-dekat sama stasiun Ciwidey sebagai stasiun terminus atau akhir dari percabangan yang mulai dibangun 18 Maret 1921. Cuma nggak banyak yang tau bahwa di petak antara Halte Cibangkong Lor-Cibangkong ada 2 bentang jembatan meski cuma jembatan kecil.

Di belakang Trans Studio Mall

Di manakah posisi percis kedua jembatan ini, yang jelas masih di area belakang Trans Studio Mall. Penelusuran atau trekking iseng di tanggal 29 Maret 2018 kemarin berhasil temuin dua bentang jembatan ini. Karena start-nya mulai dari samping Trans Studio Mall ke arah utara menuju jalur utama atau bekas Halte Cibangkong Lor, yang pertama kali ditemuin jembatan di depan Pemakaman Maleer.

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (3): Jembatan di petak Cibangkong-Cibangkong Lor (1/2)

Disitu keliatan jelas sebelum ngelewatin sungai kecil, relnya ketimbun sama bangunan permanen (foto 1 di atas). Lebih ironis lagi, sampe awal Millenium sebenarnya petak ini masih berfungsi sebatas buat angkutan Kavaleri (senjata dan kendaraan tempur), karena dari Halte Cibangkong masih ada percabangan menuju markas Kavaleri (TNI AD). Rel-nya juga masih keliatan memotong Jalan Gatot Subroto percis kaya rel aktif ngelewatin JPL.

Tapi setelah tahun 2010 ke atas, rel-nya nggak lagi keliatan dan udah ketimbun aspal. Boleh jadi karena pihak TNI nggak lagi membutuhkan gerbong khusus buat angkutan Kavaleri. Jadilah petak ini mati total dan banyak berdiri bangunan di atasnya. Termasuk rumah di dekat Jembatan “Maleer” ini.

Setelah temuin jembatan pertama dari arah Halte Cibangkong/Trans Studio Mall, nggak lama kemudian ketemu lagi satu bentang jembatan yang ukurannya kurang lebih sama. Bahkan yang ini kondisinya lebih mengenaskan. Berubah fungsi jadi kandang ayam. Ini gambarnya:

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (3): Jembatan di petak Cibangkong-Cibangkong Lor (2/2)

Meski udah berubah fungsi dan terbengkalai, kedua jembatan kecil ini masih relatif utuh dan belum dijarah. Meski kecil dan kalah pamor dari jembatan-jembatan yang ada di sekitar Ciwidey, kedua jembatan di belakang Trans Studio Mall ini tetap bagian dari sejarah panjang perkeretapian Indonesia, khususnya di Bandung. Kini termasuk salah satu rel kereta api mati di Bandung.

Perkampungan Padat Penduduk jadi kendala Reaktivasi.

Sekitaran rel kereta api Mati di Bandung petak Cibangkong Lor-Cibangkong ini sekarang berubah jadi pemukiman padat penduduk. Disitu jadi semacam perkampungan gitu. Nggak sedikit bangunan-bangunan permanen berdiri di atas rel kereta api yang menghubungkan Bandung dan Ciwidey.

Nah, keberadaan perkampungan padat penduduk jadi salah satu kendala reaktivasi jalur kereta api Bandung-Ciwidey. Sampe-sampe mau dibikin jalur layang kaya dari Manggarai ke Jakarta Kota. Ya, dibikin elevated mungkin lebih masuk akal ketimbang pake lagi jalur lama sekalipun relatif masih utuh. Karena kalo pake jalur lama itu bakal temuin kendala terutama di Jalan Gatot Subroto dan Jalan “ByPass” Sukarno Hatta.

Jalur kereta api Bandung-Ciwidey kebetulan memotong dua jalan utama itu, ditambah lagi Tol Purbaleunyi di Buah Batu yang jadi batas wilayah antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Makanya dibikin elevated lebih masuk akal meski bakal nambah lagi biaya.

Kalo bicara setuju atau nggak, kebanyakan dari kita setuju banget jalur kereta api Bandung-Ciwidey dihidupin lagi. Supaya ada alternatif moda transportasi ke Bandung Selatan selain naik angkot, bus atau mobil pribadi. Ya, sekarang sih ada Jalan Tol Soroja, tapi jangan lupa tol itu cuma bisa buat solusi jangka pendek.

Belajar dari pengalaman Tol Cipularang yang sempat bikin Kereta Api Parahyangan pensiun lama-lama jadi makin macet terutama di hari-hari libur sehingga kereta api Bandung-Jakarta kembali jadi favorit. Maka dari itu reaktivasi Jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey tetap perlu meski ada Tol Soroja.

Advertisements

2 thoughts on “Jalur Kereta Api Mati di Bandung (3): Jembatan di Petak Cibangkong Lor-Cibangkong

  1. Aduh lebar banget euy jalur mati Bandung teh

  2. […] yang berbuah ditemukannya sebuah jembatan depan kuburan dan dibelakang mall, langsung aja ke sini JALUR KERETA API MATI DI BANDUNG (3): JEMBATAN DI PETAK CIBANGKONG LOR-CIBANGKONG atau kepoin via WA 081288857831 (jam 09.00 s.d. 17.00 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *