Posted on

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan

Dibandingin sama jalur kereta api Bandung-Ciwidey, Kiaracondong-Karees memang nggak banyak diketahui orang. Maklum aja yang lewat sini kereta barang dan Stasiun Karees sendiri ternyata stasiun kereta barang, mirip sama Jakarta Gudang. Maka jadilah jalur kereta api mati di Bandung yang terlupakan. 

Jangankan bekas jalur kereta api Kiaracondong-Karees, denger kata Karees aja orang banyak yang bingung, terutama Kids Jaman Now. Padahal daerah Karees itu masih sekitaran Kosambi, Jalan Malabar dan Jalan Samoja. Posisinya masih dibelakang Stasiun Cikudapateuh (CTH) yang sekarang jadi salah satu stasiun keberangkatan Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Setelah ditelusurin lewat berbagai literatur di dunia maya, ternyata di situ dulunya kompleks pergudangan. Begitu juga jalan Samoja ternyata disitu dulu ada Depot Pertamina. Makanya nggak heran kalo pernah ada jalur kereta api di daerah itu. Meski cuma kereta barang dan pengangkut minyak Pertamina.

Peran Penting Kereta Api

Keberadaan kompleks pergudangan di Karees sekaligus Stasiun Karees di situ menunjukkan bahwa Kereta Api pernah punya peran penting di negeri ini. Malah jauh sebelum Indonesia merdeka, pemerintah kolonial banyak bangun jalur kereta api tujuannya nggak lain karena motif ekonomi. Buat ngangkut komoditas ekspor dan penumpang.

Jalur kereta api Kiaracondong-Karees termasuk di dalamnya. Cukup masuk akal sih, karena nggak jauh dari Karees ada Pasar Kosambi yang masih berdiri sampe sekarang. Jadi barang komoditas, terutama sayuran dan buah-buahan, diangkut kereta api ke Karees, digudangin untuk selanjutnya dijual di Pasar Kosambi.

Cuma sayang, seiring berkembangnya zaman dan transisi pemerintahan di tahun 1968, peran penting kereta api pelan tapi pasti mulai diambil alih sama angkutan jalan raya. Pemerintah Orde Baru ternyata nggak begitu perhatian sama kereta api. Buktinya banyak jalur kereta api, terutama lintas cabang, tutup di zaman itu. Alasannya karena sarana dan prasarana udah tua, ditambah persaingan sama angkutan jalan raya.

Dirasa nggak lagi penting, kompleks pergudangan itupun akhirnya dibongkar. Begitu juga Depot Pertamina Cikudapateuh (Samoja) dinilai udah nggak layak lagi karena bermunculan pemukiman padat penduduk di daerah sekitarnya. Kantor Pertamina Cabang Bandung pindah ke Jalan Wirayudha (Gasibu), sementara Depotnya pindah ke Padalarang (dibangun 1979).

Supply minyak pun lebih banyak pake pipa daripada kereta api “ketel” dengan alasan keamanan. Jalur kereta api Kiaracondong-Cibangkong Lor-Karees pun ditutup mulai tahun 1976.

Kurang Dikenal bahkan Terlupakan.

Sayang salah satu peninggalan sejarah perkeretaapian Indonesia, jalur kereta api mati di Bandung lintas cabang Kiaracondong-Karees, nggak banyak yang tau, kurang dikenal bahkan terlupakan. Dibandingin sama jalur kereta api Bandung-Ciwidey, jalur ini memang kalah pamor. Maklum karena cuma dilewatin kereta barang sama kereta ketel Pertamina.

Depot Pertamina tutup otomatis jalur kereta api-nya ikutan ditutup. Sebenarnya jalur ini nyambung sama jalur kereta api Bandung-Ciwidey. Pertemuannya tepat di Halte Cibangkong Lor. Dari situ, jalur kereta api Bandung Ciwidey belok kanan gabung sama jalur utama, sementara jalur Kereta Api Kiaracondong-Karees belok kiri sampe berakhir di Karees, yang sekarang wilayah sekitar Jalan Malabar dan Jalan Samoja.

Penelusuran Tak Disengaja di Jum’at Sore

Jum’at, 30 Maret 2018, admin melakukan penelusuran yang tak disengaja. Niatnya waktu itu mau telusurin bekas jalur kereta api Bandung-Ciwidey ke arah utara, menuju jalur utama yang sekarang. Petak yang ditelusurin itu antara Halte Cibangkong dan Halte Cibangkong Lor. Untuk jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey relnya masih utuh dan bisa ditemuin, meski di beberapa titik tertimbun bangunan permanen.

Ditemukan juga 2 bentang jembatan dimana yang satunya udah berubah jadi kandang ayam (jembatan ini bakal dibahas sendiri). Sampelah di titik akhir gang ini dimana relnya ternyata belok ke kiri paralel sama jalur utama. Tak sadar dari arah Kiaracondong ternyata ada rel kereta api juga yang timbul-tenggelam. Kedua ruas rel inipun bertemu di satu titik yang diperkirakan itu bekas Halte Cibangkong Lor.

Dari situ rel bercabang lagi, ada yang ke kiri dan kanan, nah admin mengira yang ke kiri itulah bagian dari jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey. Ya udah akhirnya ditelusurin aja. Ternyata nggak sadar bahwa itu adalah Jalan Cinta Asih, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal. Jalan kecil itu tembusnya ke Jalan Laswi, dan menjelang Jalan Laswi, rel mulai tenggelam. Tertimbun tanah dan bangunan.

Begitu sampe di Jalan Laswi, ternyata di tempat yang seharusnya ada rel kereta api berdiri bangunan permanen yakni warung padang. Mengapa demikian? Kalo ditarik garis lurus dari posisi rel terakhir nongol di Jalan Cinta Asih, tembusnya ke warung padang itu.

Terus dikiranya lagi jalur itu ketemu sama jalur utama di sekitar JPL 165 Jalan Laswi. Ternyata setelah dicek di salah satu video YouTube, jalur itu memang nggak pernah ketemu sama jalur utama, karena itu jalur kereta api Kiaracondong-Karees yang terlupakan. Diselidiki lebih lanjut rel kereta api itu memang dilewatin kereta barang dan ketel Pertamina waktu masih aktif.

Jadi bukan kereta penumpang yang lewat. Pantesan aja nggak banyak orang tau. Bukti-bukti di Jalan Samoja pernah ada Depot Pertamina yang pengangkutannya pake kereta api baru diketahui lewat literatur. Begitu juga pergudangan di sekitar Jalan Malabar dan Pasar Kosambi.

Jadilah Kiaracondong-Karees jalur kereta api mati di Bandung yang terlupakan. Susah bahkan nggak akan pernah bisa dihidupin lagi. Sama kaya jalur kereta api Pegangsaan-Salemba yang tinggal nyisain satu bentang jembatan di atas sungai Ciliwung dan bekas bangunan Stasiun Salemba (SLB).

Berikut foto-foto hasil penelusuran tak disengaja Jalur Kereta Api Mati di Bandung: Kiaracondong-Karees di Jalan Cinta Asih:

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang terlupakan (1/7)

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan (2/7)

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan (3/7)

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan (4/7)

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan (5/7)

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong- Karees yang terlupakan (6/7)

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong- Karees yang terlupakan (7/7)

 

Referensi: 

Elib Unikom. Sejarah Singkat Pertamina. http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=5098

Jalur Kereta Api Non Aktif di Indonesia. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Jalur_kereta_api_nonaktif_di_Indonesia

Kang Ope. 2013. Blusukan Jalur Mati Ketapang-Samoja-Cibangkong. Blog Corat-Coret Kehidupan. https://kangope.wordpress.com/2013/10/17/blusukan-jalur-mati-ketapang-samoja-cibangkong/

Salman, Mahmud. 2015. Kiaracondong, Kiaracondong. Komunitas Aleut. https://komunitasaleut.com/2015/04/02/kiaracondong-kiaracondong/

Semboyan 35 Railfans. 2010. Blusukan Kavaleri-Cibangkong-Cikudapateuh-Samoja/Karees-Pindad. http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3615&page=3

 

Advertisements

One thought on “Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan

  1. […] admin udah bahas sekilas tentang rel mati Bandung jalur Kiaracondong-Karees di postingan berjudul Jalur Kereta Api Mati di Bandung (2): Kiaracondong-Karees yang Terlupakan“”. Gara-gara penelusuran nggak disengaja di Jalan Cinta Asih, karena awalnya nyangka […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.