Jalur Kereta Api Bandung Garut

Jalur Kereta Api Bandung Garut mulai dibangun pada tahun 1887 hingga 1889. Start dari Stasiun Cicalengka dan Berakhir di Stasiun Garut. Dibangun sepaket sama jalur ke Cilacap, kini dalam proses reaktivasi dan ditarget aktif lagi tahun 2020.

Sukses menghubungkan Batavia dan Bandung, Pemerintah Kolonial Belanda pengen lanjutin jalur kereta api sampe ke Cilacap. Kedua kota itu terhubung kereta api di tahun 1884. Dibangunnya jalur kereta jelas berpengaruh besar dari segi ekonomi.

Bandung yang semula cuma desa terpencil di Priangan lantas terus berkembang menjadi sebuah Kota. Menjadi tujuan wisata favorit di era kolonial. Disamping daerah Priangan juga penghasil Teh, Kopi dan Kina. Keberadaan kereta api jelas mempermudah pengangkutan hasil bumi.

Jalur kereta api pertama di Priangan tersebut dimulai dari Stasiun Batavia Noord, terus menuju Buitenzorg, Sukabumi, melewati Terowongan Lampegan, terus ke Cianjur hingga akhirnya ke Bandung dan berakhir di Cicalengka.

Nah di sini Stasiun Cicalengka yang selesai dibangun pada Juni 1884 menjadi stasiun akhir (terminus). Di bulan tersebut Batavia-Bandung-Cicalengka tersambung penuh jaringan kereta api. Cuma pertanyaannya, apakah Pemerintah Kolonial Belanda puas sampe di situ?

Kepentingan Ekonomi dan Politik

Ternyata nggak, pemerintah kolonial Belanda ingin memperpanjang jalur kereta api yang udah terbangun sampe Cicalengka hingga ke Cilacap. Lagi-lagi ekonomi jadi dasar pembangunan. Di Cilacap waktu itu udah ada pelabuhan yang bisa memudahkan pengiriman ke luar.

Selain kepentingan ekonomi juga ada unsur politik menghubungkan semua jalur kereta yang ada sampe ke timur. Perang Jawa (Perang Diponegoro) jadi penyebab utama. Perang yang berlangsung selama 5 tahun itu (1825-1830) ternyata banyak menimbulkan kerugian di pihak Belanda.

Mobilitas pasukan jadi salah satu kendala. Karenanya butuh sarana transportasi yang cepat dan efisien untuk mendukung mobilitas militer Belanda. Nggak lain ialah kereta api.

Stasiun Cicalengka Selesai Dibangun 10 September 1884
Stasiun Cicalengka Selesai Dibangun 10 September 1884. Semula stasiun ini terminus (ujung) jalur kereta api dari Batavia, Buitenzorg, dan Bandung.

Rencananya jalur baru itu dibangun dari Cicalengka ke Garut dan Cilacap. Dimana Stasiun Cibatu jadi percabangan antara kedua jalur tersebut. Proses pembangunan dimulai tahun 1887 dan selesai 1889 atau selama 2 tahun.

Jalur ini melewati Lembah Mandalawangi di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Salah satunya Jembatan Citiis yang sekarang membentang di atas jalur lingkar nagreg.

Jembatan Citiis Jadi Bagian dari Jalur Kereta Api Bandung Garut
Jembatan Citiis jadi bagian dari Jalur Kereta Api Bandung-Garut. Dibangun mulai 1887 dari Stasiun Cicalengka menuju Garut via Stasiun Cibatu. Jalur ini bercabang dimana satunya lagi menuju Cilacap dan jadi jalur utama saat ini.

Suguhan pemandangan dari situ seolah jadi bukti ungkapan “Tuhan Sedang Tersenyum Ketika Menciptakan Bumi Priangan.” Salah satu eksotisme di tengah jalur ekstreme yang menuruni lembah setelah dari Stasiun Nagreg.

Stasiun Nagreg Nggak Jauh dari Jembatan Citiis
Stasiun Nagreg yang nggak jauh dari Jembatan Citiis. Bagian jalur Kereta Api Bandung Garut.

Jalur Kereta Api Bandung Garut Sarat Muatan Ekonomi

Segmen Cicalengka ke Garut jadi bagian dari keseluruhan jalur kereta api Priangan-Cilacap. Pembangunan ini dua tahap, Cicalengka-Garut (Tahap 1) dan Warungbandrek-Cilacap (Tahap 2). Jalur Priangan Cilacap melewati banyak pegunungan curam dan terkenal ekstrem hingga kini.

Pembangunan jalur kereta api Bandung Garut sebagai tahap 1 sarat kepentingan ekonomi. Waktu itu daerah Garut merupakan salah satu kota di Priangan yang berada di pedalaman. Pengangkutan di sana sering mengalami kesulitan.

Kondisi geografis yang didominasi pegunungan mempersulit pengangkutan. Jalan-jalan yang dilewati semisal celah Nagreg yang menanjak jelas bikin susah alat angkut terutama angkutan tradisional sejenis Pedati. Dampaknya hasil bumi dari Garut jadi mahal.

Dari segi ekonomi, Garut merupakan daerah yang sangat menguntungkan. Bila dilihat dari kondisi alam dan penduduk merupakan daerah produktif. Disini ada pemukiman padat penduduk. Karena itu jadi modal utama pembangunan jalur kereta api.

Banyaknya potensi penumpang yang bisa diangkut diharapkan bisa menghasilkan keuntungan dari sini. Garut juga punya kawasan pengunungan yang tanahnya subur seperti Sadakeling, Cikurai, Papandayan, Guntur, Haruman, dan Kaledong.

Karena itu pemerintah Kolonial Belanda punya kepentingan bangun jalur kereta api ke Garut untuk saran angkut kopi sebagai produk perkebunan pemerintah.

Daerah pegunugan di Garut merupakan panorama yang indah dan punya potensi pariwisata. Dalam perkembangan berikutnya, Garut jadi tujuan wisata utama di era kolonial.

Pembangunan Jalur Kereta Api Bandung Garut

Pembangunan Jalur Kereta Api ke Garut

Pembangunan jalur kereta api Bandung Garut mulai tahun 1887. Proyek dibagi 2 seksi yakni Cicalengka-Leles (20,013 km) dan dari Leles ke Garut sepanjang 30,67 km. Tanah-tanah yang dilewati kebanyakan milik individu. Jadi pemerintah bebasin tanah tersebut dengan cara kasih ganti rugi.

Peta Pembangunan Jalur Kereta Api Bandung Garut
Peta Pembangunan Jalur Kereta Api Bandung Garut

Proses selanjutnya penggalian dan penimbunan tanah dengan luas 2.1277.793 m3 di sekitar Cicalengka. Untuk seksi 2 luasnya 811.531 m3. Penggalian sulit terjadi di seksi 1 karena dominasi batuan cadas sehingga butuh dinamit sebanyak 20.000 kg.

Penyemenan dilakukan pada bangunan-bangunan buatan. Tahun 1887 sebanyak 2.669 m3. Termasuk pada jembatan-jembatan yang dibangun di sepanjang jalur kereta api. Bahan baku semen didapat dari pegunungan kapur Masigit di Tagogapu, bagian dari jalur Buitenzorg-Bandung.

Proses berikutnya ialah pemasangan rel mulai dari Cicalengka. Jembatan terpenting di jalur kereta api Bandung-Garut yakni Jembatan di lembah Cisaat dan Sungai Cimanuk.

Pemasangan bagian atas jembatan Cisaat *) selesai 10 Januari 1889. Sementara proses pemasangan bagian atas di jembatan Cimanuk mulai akhir Maret dan selesai 16 April 1889. Pemasangan rel akhirnya nyampe juga ke Stasiun Garut tanggal 25 Mei 1889.

Stasiun Garut 1889
Stasiun Garut di tahun 1889. Jalur kereta api dari Bandung akhirnya tembus ke Garut pada 25 Mei 1889

Beberapa halte atau pemberhentian dibangun Sebelum Stasiun Garut antara lain: Cimurah, Pasirraja, Leuwigoong, Leles, dan Nagreg. Nah di sini ternyata Stasiun Cibatu belum dibangun. Pembangunannya sendiri jadi bagian dari tahap 2 untuk jalur yang ke Cilacap (sekarang jadi jalur utama).


Referensi:
Sejarah Kereta Api Di Priangan. Agus Mulyana (2017)


Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut
Jalur kereta api menuju Garut memang dibangun lebih dulu daripada jalur ke Cilacap hingga Jogja dan Solo yang sekarang jadi jalur utama di bagian selatan. Jadi sebenarnya jalur ke Garut nggak bisa juga disebut lintas cabang.

Toh Pemerintah Kolonial Belanda sendiri membangun jalur ini karena melihat potensi ekonomi di daerah Garut. Karena itu sejatinya merupakan jalur utama juga. Namun sayang justru jalur ini harus turun kasta jadi lintas cabang setelah Indonesia merdeka.

Tahun 1980-an jadi periode tersuram dimana jalur kereta api Bandung Garut akhirnya harus tutup di tahun 1984, setelah sebelumnya segmen Garut-Cikajang di 1981. Selama ditutup banyak bangunan berdiri di sepanjang lintasan.

Stasiun Garut sendiri beralih fungsi jadi kantor ormas meski tanah dan bangunan masih punya PT. KAI. Menjelang akhir 2018 Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung reaktivasi jalur kereta api Bandung Garut. Bahkan lebih diprioritaskan.

Sekarang lagi berlangsung tahapan reaktivasi. Targetnya tahun 2020 si ular besi kembali menapak langkahnya di Kota Garut setelah 35 tahun lebih menghilang.

______________
*) Jembatan Cisaat sekarang lebih dikenal sebagai Jembatan Citiis. Karena di segmen Cicalengka-Garut cuma ada 2 jembatan yang bentangnya lumayan panjang. Jembatan Citiis dan Jembatan Cimanuk nggak jauh dari Stasiun Cibatu (CB) sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.