Posted on

Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Mulai Tahap Pergantian Rel

Jalur kereta api Bandung-Cianjur yang non aktif selama 6 tahun kini mulai masuk tahap pergantian rel. Kalo tak ada halangan inSyaaAlloh 2019 jalur eksotis ini aktif lagi. 

Entah efek Gubernur baru atau gimana, reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api Bandung-Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Kalo sebelumnya terkesan adem ayem meski udah sering ada kereta ukur dan lori inspeksi mondar mandiri disitu, sekarang malah udah mulai siap-siap penggantian rel berikut bantalannya.

Salah satu kendala jalur kereta api Bandung-Cianjur memang ada di infrastruktur, selain keberadaan jalur ekstrem Cipatat. Rel yang dipake masih tipe lama, belum bisa mengakomodasi lokomotif sekelas CC 206, bahkan CC 201 aja nggak bisa lewat disitu. Rel cuma bisa mendukung lokomotif BB301 dan BB304. Itu juga nggak bisa bawa lebih dari 2 kereta karena jalur ekstreme di Cipatat.

Tertundanya Kereta Api Kiansantang

Sebenarnya jalur kereta api Bandung-Cianjur udah mau dihidupin lagi tahun 2014. Waktu itu PT.KAI launching 3 kereta api yang bakal dinas di Priangan Selatan: Kereta Api Pangrango (Bogor Paledang-Sukabumi), Kereta Api Siliwangi (Sukabumi-Cianjur), Kereta Api Kiansantang (Cianjur-Bandung/Kiaracondong).

Kereta Api Pangrango dan Kereta Api Siliwangi udah dinas dan melayani penumpang hingga saat ini. Tapi langkah itu nggak diikuti Kereta Api Kiansantang. Padahal sempat berjalan KLB Kiansantang pake idle Kereta Api Kahuripan. Gara-gara ada satu blok yang longsor, Kereta Api Kiansantang akhirnya batal dinas, udah itu lama banget nggak ada kabar gimana kelanjutan operasional penerus Kereta Api Argo Peuyeum itu.

Beberapa tahun berselang banyak muncul wacana terkait jalur kereta api Bandung-Cianjur. Salah satunya bakal dinas kereta perintis disitu, Kereta Api Kiansantang status kereta perintis kaya Kereta Api Siliwangi yang tarifnya disubsidi pemerintah. Belakangan kereta inspeksi, kereta ukur, hingga lori wara-wiri di jalur kereta api Bandung-Cianjur.

Keberadaan kereta-kereta inspeksi itu seolah ngasih angin segar buat jalur tertua di Jawa Barat itu. Apalagi sarana dan prasarana di jalur kereta api Bandung-Cianjur masih 100% utuh, meski sebagian rel mulai ditumbuhi rumput ilalang. Jalur kereta api Bandung-Cianjur beda sama jalur kereta api lain yang udah non aktif dari tahun 1980-an hingga banyak berdiri bangunan, kaya jalur kereta api Bandung-Ciwidey.

Sekalipun banyak kereta inspeksi wara-wiri, belum ada tanda-tanda jalur kereta api Bandung-Cianjur bakal dibuka lagi, padahal sangat dinanti sama masyarakat yang udah mulai bosan sama kemacetan sepanjang jalan raya dari Padalarang ke Cianjur.

Gubernur Baru, Harapan Baru.

Gubernur Jawa Barat yang baru, Ridwan Kamil, mendukung reaktivasi 4 jalur rel mati di Daop 2 Bandung: Jalur rel Mati Bandung-Ciwidey, Cibatu-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsari dan Banjar-Parigi. Keempat jalur tersebut non-aktif sejak tahun 1980-an, malah Rancaekek-Tanjungsari udah ditutup di zaman Jepang. Selain keempat jalur itu masih ada beberapa jalur non-aktif lainnya di Jawa Barat, dibawah Daop 1 Jakarta dan Daop 3 Cirebon.

Dari 4 jalur tadi, jalur kereta api Bandung-Cianjur ternyata nggak disebut, apakah nggak termasuk? Gini, jalur kereta api Bandung Cianjur kan masih komplit, belum banyak beralih fungsi jadi jalan biasa atau area pemukiman penduduk. Nggak hanya itu, jalur kereta api Bandung-Cianjur sebenarnya belum dimatiin, karena toh masih ada kereta inspeksi yang lewat situ.

Beda sama keempat jalur yang benar-benar mati dan beralih fungsi, meski tanah-nya masih punya PT.KAI. Jalur kereta api Bandung Cianjur cuma butuh perbaikan rel dan infrastruktur penunjang lainnya. Untuk rel dan bantalan mulai diganti tipe baru, yakni R54 bantalan beton, supaya bisa mendukung lokomotif CC206, bakal jadi andalan terutama buat taklukkan jalur ekstreme Cipatat.

Selain rel diganti sama tipe baru, infrastruktur lainnya juga bakal direvitalisasi, karena jalur ini udah lama nggak dilewatin kereta api yang dinas reguler dari tahun 2012.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.