Jalur KA Jakarta Bandung dalam Sejarah

jalur ka jakarta bandung dalam sejarah

Jalur KA Jakarta Bandung ternyata punya sejarah panjang. Dibangun karena alasan ekonomi. Jalur pertama via Sukabumi selesai tahun 1884. Dulu kedua kota ditempuh dalam waktu 9 jam. Karena kelamaan itu dibangun jalur Cikampek awal 1990-an.

Berangkat dari kepentingan ekonomi Pemerintah Kolonial Belanda, melihat adanya potensi bagus di Priangan yang terletak di daerah pedalaman. Meski terpencil, daerah ini punya tanah yang subur, inilah yang jadi potensi ekonomi dan pengen digarap sama pemerintah kolonial.

Priangan merupakan sentra penanaman kopi, yang ditanam sama penduduk setempat pake sistem kerja wajib (Heerendiensten) yang disebut Priangan Stelsel. Di masa Tanam Paksa, Priangan jadi salah satu tempat buat penanaman tanaman perkebunan.

Perkembangan perkebunan di Priangan makin cepat saat diberlakukan Undang-Undang Agraria (UU Agraria) tahun 1870, menandai Liberalisasi Ekonomi yang jadi pintu masuk pengusaha swasta perkebunan di Hindia Belanda. Secara daerah Priangan juga punya lahan perkebunan terluas di Hindia Belanda.

Kondisi alam (geografis) Priangan sebagian besar merupakan perkebunan. Kondisi kaya gini jelas nggak gampang buat angkut hasil-hasil perkebunan, dari pabrik ke pelabuhan ataupun sebaliknya. Sebelum jalur kereta api dibangun, pengangkutan hasil bumi dari kebun ke tempat penimbunan dengan cara dipikul orang di atas kepala. Cara kaya gini jelas sangat nggak ekonomis.

Pasalnya kemampuan orang pikul hasil kebun itu maksimum cuma seberat 60 pon. Sementara itu kopi yang jadi komoditas utama di Priangan dibawa ke Batavia lewat Sungai Citarum. Untuk nyampe ke tempat penimbunan di tepi sungai, kopi diangkut lewat jalan darat pake pedati.

Salah satu tempat penimpunan terpenting di tepi Sungai Citarum, atau boleh dibilang pelabuhan-nya, ialah Cikao (sekarang Kecamatan Jatiluhur dan disini juga udah ada Taman Cikao yang jadi tempat wisata edukasi). Kopi dari Bandung diangkut ke Cikao, dari Cikao baru ke Batavia lewat Karawang dan Tanjungpura.

jalur ka jakarta bandung dalam sejarah

Jalan Raya Pos “Daendles”

Di zaman Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), dibangun jalan raya yang menghubungkan Anyer (Banten) ke Panarukan (Jawa Timur). Jalan raya yang dikenal dengan nama Jalan Raya Pos Daendels ini mulai dibangun tahun 1808 dan selesai tahun 1810, ujung barat-nya di Anyer dan berakhir di Panarukan.

Untuk ruas Priangan sendiri, dipilih jalur Buitenzorg (Bogor)-Cirebon yang mulai dikerjain awal Mei 1808. Trase-trasenya antara lain

  • Cisarua-Cianjur,
  • Cianjur-Rajamandala,
  • Rajamanadala-Bandung,
  • Bandung-Parakanmuncang,
  • Parakanmuncang-Sumedang, dan
  • Sumedang-Karangsembung

Setelah jalan raya Pos Daendels kelar bukan berarti kelar masalah keterisolasian Priangan, termasuk Bandung. Pasalnya pengangkutan hasil bumi dari Priangan ke Batavia masih makan waktu sekitar 3 hari. Pengangkutan sebelum dibangun jalur kereta api jelas punya risiko tinggi.

Tahapan Pembangunan Jalur KA Jakarta Bandung

Sejarah Jalur Kereta Api Jakarta Bandung dimulai tahun 1881 dengan memperpanjang jaringan rel yang sebelumnya udah terhubung dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor).

Jalur ini kebetulan punya perusahaan swasta, Nederlands Indische Stroomtram Maatschappij (NISM) yang juga pengelola jalur Semarang-Jogja. Sementara Staatspoorwagen (SS) pengen bangun di Karesidenan Priangan.

Menghubungkan Bandung yang waktu itu masih desa terpencil. Meski terpencil, punya potensi ekonomi berupa hasil bumi. teh dan kina. Makanya itu pembangunan jalur kereta api dirasa cukup penting. Karena nggak mungkin cuma andalin Posweg.

Sebagai langkah awal pembangunan jalur kereta api di Karesidenan Priangan, Staatspoorwagen (SS) beli jalur Batavia-Buitenzorg dari NIS. Begitu prosesnya kelar tahapan pembangunan dimulai.

Abis itu jalur nggak langusng di bangun. Tapi lebih dulu memperluas Stasiun Bogor yang sebelumnya jadi terminus diperluas supaya bisa nampung penumpang dari arah Sukabumi.

Jalur kereta api Jakarta Bandung yang pertama dibangun dan diresmikan dalam 5 tahap, yakni:

  • Bogor – Cicurug. 5 Oktober 1881
  • Cicurug – Sukabumi, 21 Maret 1882
  • Sukabumi – Cianjur, 10 Mei 1883
  • Cianjur – Bandung, 17 Mei 1884
  • Bandung – Cicalengka, 10 September 1884

Tanggal 17 Mei 1884 untuk pertama kalinya Jakarta dan Bandung terhubung rel kereta api.


Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.