Posted on Leave a comment

Ironi Kereta Api Ekspres dan KAJJ di Lintas Barat

Dipangkasnya rute kereta api Krakatau jadi Blitar-Jakarta Pasar Senen menambah panjang ironi kereta api ekspres dan KAJJ di lintas barat pulau Jawa. Entah mengapa keberadaannya tak sebagus di lintas timur Daop 9 Jember.

Sebelum Kereta Api Krakatau, kita pernah menyaksikan satu per satu rangkaian kereta api ekspres dan KAJJ bertumbangan di jalur yang menghubungkan ibukota Jakarta dan ujung barat pulau Jawa ini. Di era 1990-an, kita pernah menyaksikan Kereta Api Merak Jaya dengan layanan kelas eksekutif dan bisnis.

Kereta api ini termasuk elite sekaligus jadi icon di lintas barat. Diluncurkan pada 1 November 1996, kereta api Merak Jaya menempuh jarak antara Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Merak dalam waktu 2,5 jam saja.

Seiring berjalan waktu, kelas eksekutif tak lagi jadi bagian dari kereta api Merak Jaya dan selanjutnya hanya menarik kelas bisnis. Hingga di tahun 2006 Kereta Api Merak Jaya dihapus dari Gapeka karena okupasi dibawah 60%

Dari Banten Ekspres ke Kalimaya

Sepeninggal Kereta Api Merak Jaya, jalur lintas barat memang lebih banyak didominasi rangkaian kereta api ekonomi lokal dan KRL Jabodetabek yang waktu itu perjalanannya cuma sampai Serpong dan Parung Panjang.

Keberadaan Kereta Api Ekspres baru bisa dirasakan lagi saat PT. Kereta Api Indonesia mengoperasikan rangkaian kereta api Banten Ekspres, kelas ekonomi. Beda Banten Ekspres dan Patas Merak / Lokal Merak, waktu perjalanan lebih cepat

27 Oktober 2012, Kereta Api Kalimaya mulai beroperasi sementara rangkaian gerbong Kereta Api Banten Ekspres dialihkan ke Kereta Api Rangkas Jaya di rute Rangkasbitung-Jakarta.

Kereta Api Krakatau, Satu-satunya KAJJ dan Paling Elite di Lintas Barat

Kereta Api Krakatau diluncurkan tanggal 24 Juli 2013 dengan rute Merak-Madiun layanan kelas ekonomi AC Plus. Menggunakan rangkaian ekonomi AC kapasitas 80 penumpang atau ombak biru, Kereta Api Krakatau jadi satu-satunya KAJJ sekaligus rangkaian kereta api paling elite di lintas barat.

Artinya setelah 7 tahun, jalur Tanah Abang-Merak kembali memiliki kereta api elite. Meski kelasnya sekaran ekonomi plus, tapi masih setara kelas bisnis. Kereta Api Krakatau juga jadi yang pertama punya fasilitas stop kontak.

Beberapa bulan berselang, rute kereta api Krakatau diperpanjang sampai ke Stasiun Kediri dan jadi rangkaian kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan rute terpanjang di Pulau Jawa. Kereta Api Krakatau juga jadi satu-satunya yang melewati semua provinsi mulai Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pada 1 April 2017 seiring berlakunya Gapeka 2017, rute kereta api Krakatau kembali mengalami perpanjangan sampai Stasiun Blitar.

Antara Lintas Barat dan Daop 9 Jember

Namun sayang mulai 17 Juli 2017 kita tak akan lagi melihat rangkaian kereta api dengan rute terjauh sekaligus melewati semua provinsi yang ada di Pulau Jawa. Rute kereta api Krakatau dipotong jadi hanya Blitar ke Pasar Senen saja. Namanya juga berubah bukan lagi Krakatau melainkan Kereta Api Singosari.

Berakhirnya operasional Kereta Api Krakatau tanggal 16 Juli 2017 seakan-akan makin menegaskan ironi kereta api ekspres jarak jauh di lintas barat Pulau Jawa. Apalagi salah satu alasan dipotongnya rute karena sepinya peminat di koridor Jakarta-Merak. Belum lagi keberadaan KRL Commuter Line di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line.

Padahal sebagai perbandingan, di Lintas Timur Pulau Jawa atau Daop 9 Jember masih ada kereta api ekspres dan elite yang beroperasi di sana, yakni Kereta Api Mutiara Timur (Surabaya Gubeng-Banyuwangi) beserta beberapa rangkaian kereta api ekonomi seperti Kereta Api Logawa (Jember-Purwokerto), Kereta Api Pandanwangi (Jember-Banyuwangi), Kereta Api Probowangi (Surabaya Gubeng-Banyuwangi), Kereta Api Sri Tanjung (Banyuwangi-Lempuyangan), dan Kereta Api Tawang Alun (Malang-Banyuwangi).

Secara infrastruktur persinyalan, Daop 9 Jember jelas masih kalah dengan lintas barat dbawah Daop 1 Jakarta dimana Daop 9 Jember masih menggunakan sistem persinyalan mekanik, sementara lintas barat sudah electric.

Namun demikian Daop 9 Jember masih punya satu keunggulan yakni pemandangan yang eksotik sepanjang perjalanan. Ditambah lagi Banyuwangi sebagai terminus saat ini sedang dikembangkan sebagai kota tujuan wisata baru.

Selain itu, banyak penumpang kereta api jurusan Banyuwangi yang menyeberang ke Pulau Bali. Pemesanan tiket kereta api Mutiara Timur bisa sekaligus satu paket dengan bus Damri sebagai moda transportasi lanjutan ke Denpasar. Inilah yang membuat kereta api ekspres bertahan di Daop 9 Jember.

Sementara di lintas barat, memang banyak tujuan wisata seperti Pantai Anyer tapi kendalanya ada di infrastruktur yang kurang layak. Dari Stasiun Merak juga masih harus menempuh perjalanan lagi untuk bisa ke Anyer dan Carita. Adapun pantai terdekat ada di Pulorida arah ke Suralaya yang lebih sepi. Bisa jadi kendalanya memang disini.

Kalau saja beberapa jalur mati yang ada di lintas barat seperti Rangkasbitung-Labuan dan Anyer Kidul-Krenceng bisa dihidupkan lagi. Mungkin kereta api ekspres seperti Mutiara Timur akan banyak diminati sebab terminusnya langsung mendekat ke tempat tujuan wisata.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.