Advertisements
Home > Blog > Lodaya Railway Education > Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang) atau Stasiun Barang?

Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang) atau Stasiun Barang?

Halte Stasiun Padalarang atau Stasiun Barang? Satu lagi misteri di sekitar Stasiun Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di sisi barat. Ada sebuah bangunan terbengkalai. Dari sejarahnya semula memang Halte Tjipadalarang. Tapi diupgrade jadi stasiun di tahun 1902.

Rupanya banyak sekali yang tersembunyi di stasiun terbesar di Kabupaten Bandung Barat ini. Setelah sebelumnya banyak ditemukan rel mati. Baik ke arah timur maupun barat. Begitu pula sejumlah jejak lainnya seperti bekas tiang sinyal yang jadi penyanggah toa masjid.

Diketahui Stasiun Padalarang pernah punya percabangan menuju Pabrik Kertas. Namun sayang jalur tersebut sudah sulit bahkan tak bisa ditemukan lagi. Begitupula keberadaan jembatan yang konstruksinya mirip jembatan kereta api. Bila ditarik garis lurus nyambung ke rel mati arah timur.

Untuk lebih jelasnya bisa dibaca lagi artikel berjudul “Rel Mati Stasiun Padalarang“. Oke sekarang kita akan fokus pada bangunan yang disinyalir sisa dari Halte Tjipadalarang dan pernah digunakan buat bongkar muat kereta barang.

Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang) atau Stasiun Barang. Menguak misteri bangunan terbengkalai di dekat JPO
Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang) atau Stasiun Barang? Menguak misteri bangunan terbengkalai di dekat JPO

Halte Stasiun Padalarang dulunya Tjipadalarang.

Stasiun Padalarang (PDL) memang merupakan stasiun besar kelas satu. Meski sekarang cuma melayani perjalanan KA Lokal Bandung Raya dan KA Lokal Cibatuan. Disinilah pertemuan dua jalur kereta api dari Jakarta. Jalur via Cianjur dan jalur Karawang-Padalarang.

Jalur pertama mulai dibangun 5 Oktober 1881, dimulai dari Stasiun Buitenzorg yang waktu itu masih punya NIS (Nederland Indische Stroomtram Maatschappij). Hingga akhirnya tembus ke Stasiun Bandung pada Februari 1884 dan Cicalengka (Juni 1884).

Nah diantara daerah yang dilewatinya ialah Padalarang. Ketika jalur telah tembus ke Bandung, ada Halte Tjipadalarang yang diperkirakan berdiri di atas Stasiun Padalarang (PDL) sekarang.

Cuma masalahnya apakah bangunan halte itu udah dibongkar pada saat pembangunan Stasiun Padalarang di tahun 1890 dan beroperasi 1902? Secara bersamaan juga mulai dibangun jalur kereta api Karawang-Padalarang dan Terowogan Sasaksaat (1902).

Ataukah Halte Tjipadalarang punya bangunan sendiri yang masih berada di kawasan tersebut? Nah sekarang coba kita telusuri bangunan terbengkalai yang sempat dipakai bongkar muat barang. Bangunan tersebut nggak jauh dari JPO Padalarang.

Suasana Stasiun Padalarang di tahun 1970-an. KA Parahyangan melintas stasiun tersebut. Perhatikan bangunan sebelah kiri yang sekarang terbengkalai dulu dipake bongkar muat barang. JPO belum ada. [sumber: Semboyan 35]

Di foto tersebut bangunan yang kini terbengkalai dan ditumbuhi rumput ilalang dulunya pernah jadi gudang bongkar muat barang. Bukti bahwa di tahun 1970-an bangunan masih aktif dan menjadi bagian dari Stasiun Padalarang (PDL). Tapi apakah itu bekas Halte Tjipadalarang?

Kondisi bangunan misterius yang pernah dipakai bongkar muat barang di tahun 1970-an. Apakah bekas Halte Tjipadalarang
Kondisi bangunan misterius yang pernah dipakai bongkar muat barang di tahun 1970-an. Apakah bekas Halte Tjipadalarang?

Mungkin Berdiri di atas Stasiun

Pasalnya bangunan yang dulu dipake bongkar muat itu dinilai masih terlalu besar untuk ukuran halte. Pada umumnya halte itu ukurannya kecil bahkan nyaris menyerupai pos penjagaan. Malah bangunan itu secara ukuran masih lebih besar dibanding Stasiun Gadobangkong (GK).

Kecil kemungkian bekas Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang).
Kecil kemungkian bekas Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang).

Itu artinya kecil kemungkian itu adalah ex-Halte Tjipadalarang. Karena itu kemungkinan terbesar Halte Tjipadalarang dulu berdiri di Stasiun Padalarang (PDL) sekarang yang mulai beroperasi 1902. Wajar sebuah halte kemudian diupgrade jadi stasiun.

Apalagi waktu itu Staatspoorwagen (SS) sebagai operator mulai membuka trase baru penghubung Batavia-Bandung. Setelah sebelumnya membeli jalur Batavia-Karawang dari BOS (Batavia Ooster Spoorweg Maatchappij) tahun 1898. Untuk kemudian diperpanjang hingga Padalarang.

Dan di tahun 1890 dimulailah proses pembangunan Stasiun Padalarang (PDL). Mulai beroperasi tahun 1902. Titik pertemuan dua jalur dari Batavia mau nggak mau mengharuskan upgrade ke stasiun besar.

Apakah bangunan terbengkalai itu bekas Halte Tjipadalarang? Wallohu A’lam. Intinya bangunan itu pernah aktif dan jadi bagian dari Stasiun Padalarang (PDL). Sekarang nggak lagi dipakai dan posisinya udah agak diluar dalam kondisi amat sangat memprihatinkan.

REFERENSI
1. Katam, Sudarsono. 2014. Kereta Api di Priangan Tempo Doeloe. Bandung: Pustaka Jaya.
2. Mulyana, Agus. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
3. Semboyan35.Com Indonesian Railfan. D’ Djadoel.
http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=3920&pid=150554

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: