Posted on

Fakta-Fakta Terkait Tragedi Petarukan Pemalang

Tragedi Petarukan Pemalang ternyata menyimpan sejumlah fakta. Inilah kecelakaan kereta api terbesar kedua di Indonesia dan terparah sejak tahun 2001. Makan korban 36 tewas dan 50-an lainnya luka-luka.

Tragedi Petarukan Pemalang melibatkan dua rangkaian kereta api yang sama-sama dari Jakarta tapi beda jurusan, yakni Kereta Api Senja Utama Semarang jurusan Stasiun Semarang Tawang (SMT) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi.

Kecelakaan terjadi sekitar jam 3 dini hari di sebuah stasiun kecil yang terletak di Desa Serang, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Stasiun Petarukan. Sejumlah fakta pun terungkap dan berikut fakta-fakta terkait Tragedi Petarukan Pemalang tanggal 2 Oktober 2010:

1. TKP Stasiun Petarukan cuma Stasiun Kecil

Tragedi Petarukan Pemalang terjadi di Stasiun Petarukan yang posisinya ada di Desa Serang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Stasiun ini sejatinya cuma stasiun kecil tetapi di hari kejadian punya peran penting terkait keselamatan perjalanan kereta api yang lewat jalur pantura. Di sinilah transisi dari Double Track ke Single Track. Waktu itu jalur dari arah Stasiun Pemalang udah double track, sementara arah Surabaya masih single track.

2. Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs Kereta Api Senja Utama Semarang

Tragedi Petarukan Pemalang melibatkan dua kereta api yakni Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Api Senja Utama Semarang. Kedua kereta sama-sama berangkat dari Jakarta, Kereta Api Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi adapun Kereta Api Senja Utama Semarang dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Semarang Tawang.

Karena kelasnya lebih rendah mau nggak mau Kereta Api Senja Utama Solo harus ngalah buat ngasih jalan ke Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Waktu itu Kereta Api Senja Utama Semarang berhenti di Stasiun Petarukan tunggu disusul. Tapi karena kelalaian masinis, Kereta Api Argo Bromo Anggrek nyundul Kereta Api Senja Utama Semarang dari belakang. 3 kereta mengalami kerusakan. Kereta nomor 9 sama sekali nggak keliatan wujudnya alias hancur total, Kereta nomor 8 terguling, dan kereta 7 rusak meski masih di atas rel.

3. Tragedi Petarukan Terbesar Kedua Setelah Tragedi Bintaro 1.

Tragedi Petarukan Pemalang jadi kecelakaan kereta api dengan korban jiwa terbesar kedua setelah Tragedi Bintaro 1 tanggal 19 Oktober 1987. Kalo Tragedi Bintaro 1 korbannya 150 orang, Tragedi Petarukan makan korban 36 orang meninggal dunia dan 50-an lainnya luka-luka.

4. Tragedi Petarukan Terbesar di Era Millenium (2000-an).

Di tahun 2001 atau awal millenium baru ada kecelakaan kereta api di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes, Jawa Tengah yakni tabrakan dua kereta antara Kereta Api Empu Jaya —sekarang Kereta Api Progo— (Jakarta Pasar Senen-Lempuyangan) dan Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan (Surabaya Gubeng-Jakarta Pasar Senen).

Tragedi Ketanggungan Barat terjadi tanggal 25 Desember 2001 jam 04.35 WIB ketika Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan (KA 153) yang lagi berhenti menunggu persilangan ditabrak Kereta Api Empu Jaya (KA 146) dari arah berlawanan. Penyebabnya Kereta Api Empu Jaya melanggari sinyal masuk Stasiun Ketanggungan Barat. Tragedi ini menewaskan 31 jiwa dan 53 lainnya luka berat.

Diliat dari jumlah korbannya hampir sama kaya Tragedi Petarukan, dimana korban jiwa Tragedi Petarukan 36 orang sementara Tragedi Ketanggungan Barat 31 jiwa.

5. Tragedi Petarukan karena Human Error

Penyebab Tragedi Petarukan karena human error dimana Masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek melanggar sinyal masuk. Kereta Api Argo Bromo Anggrek seharusnya masuk jalur 1 Stasiun Petarukan yang belok ke kiri, tapi kereta malah tetap meluncur di jalur lurus hingga menyundul Kereta Api Senja Utama Semarang yang lagi berhenti di depannya.

Akibatnya 3 kereta belakang dari Kereta Api Senja Utama Semarang rusak, bahkan kereta terakhir sampe nggak keliatan lagi bentuknya. Lebih tragis tentu tewasnya 36 orang, sebagian dalam kondisi mengenaskan seperti tersangkut lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

6. Sebelum Disundul, Kereta Api Senja Utama Semarang Silang Kereta Api Senja Kediri

Kereta Api Senja Utama Semarang tiba di Stasiun Petarukan sekitar jam 03.00 WIB dini hari. Rencananya kereta bisnis tersebut disilang sama kereta bisnis lainnya, Kereta Api Senja Kediri, rute Kediri-Jakarta Pasar Senen. Kereta Api Senja Kediri melintas jalur 2 Stasiun Petarukan, selanjutnya langsung masuk double track arah Stasiun Pemalang (PML).

Dari arah Stasiun Pemalang (PML) ada Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang harusnya masuk jalur 1 tapi entah kenapa malah nyelonong ke jalur 3 (lurus), disitu ada Kereta Api Senja Utama Semarang yang masih berhenti nunggu disusul. Tabrakan pun nggak bisa dihindari. Kereta elite itu nyundul bagian belakang Kereta Api Senja Utama Semarang hingga 3 kereta belakang rusak parah.

7. Kereta terakhir dari Kereta Api Senja Utama Semarang hancur total

Akibat dihantam dari belakang sama Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi, 3 kereta terbelakang dari Kereta Api Senja Utama Semarang rusak parah. Kereta no.7 masih di atas rel tapi kondisinya rusak. Kereta no.8 terguling. Kereta no.9 (kereta terakhir) hancur total hingga nyaris tak terlihat kaya kereta lagi.

Kebanyakan korban tewas menempati kereta no.9. Sebagian kondisinya mengenaskan, malah ada yang ngegantung di lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

8. Tragedi Petarukan, Pertama di Era Ignatius Jonan.

Tragedi Petarukan Pemalang yang makan korban 36 tewas dan 50-an luka-luka jadi kecelakaan kereta api pertama di era kepemimpinan Ignatius Jonan. Sedikit info, Pak Jonan (sekarang menteri ESDM) pertama kali menjabat Dirut KAI tahun 2009 sedangkan Tragedi Petarukan Pemalang terjadi di tahun 2010.

Fakta-Fakta Terkait Tragedi Petarukan Pemalang 2/2 Sekaligus jadi cobaan pertama di saat PT.KAI lagi transisi dari zaman kegelapan. Dari sini kita bisa ambil pelajaran bahwa yang namanya perubahan ke arah yang lebih baik itu nggak bisa instant. Sebelum Pak Jonan datang, udah lazim insiden yang melibatkan si ular besi terjadi, termasuk Tragedi Ketanggungan Barat di tahun 2001.

Sebenarnya kalo  mau ditelusuri lebih lanjut bakal lebih banyak lagi fakta yang muncul. Tapi keliatannya 8 point ini udah cukup menerangkan beberapa fakta tentang Tragedi Petarukan, kecelakaan kereta api terburuk kedua setelah Tragedi Bintaro 1, paling nggak cukup mewakili. Intinya, inilah catatan hitam sekaligus cobaan pertama buat PT.KAI yang lagi meninggalkan masa kegelapan.

Fakta-Fakta Terkait Tragedi Petarukan Pemalang 1/2

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.