Posted on

Duo Kereta Api Lodaya: Lokal Bandung Raya dan Solo Bandung Raya

Seperti kita tau, kereta api Lodaya itu KAJJ melayani rute Bandung-Solo Balapan PP. Sadar atau nggak, Kereta Api Lokal Bandung Raya kalo disingkat namanya jadi Lodaya juga. Bedanya yang ini kereta ekonomi (K3) lokalan.

Dua kereta dengan jenis dan layanan berbeda tapi punya satu nama. Nggak salah sih ada kereta namanya sama tapi beda rute. Sebut aja Kereta Api Senja Utama ada jurusan Jogja dan Solo. Buat bedain jurusan Jogja dinamain Kereta Api Senja Utama Jogja adapun yang Solo ya Senja Utama Solo.

Bahkan dulu Senja Utama ada jurusan Semarang, Kereta Senja Utama Semarang, sekarang digantikan Kereta Api Menoreh. Begitu juga Fajar Utama dulu ada ke Joga dan Semarang. Kereta Api Fajar Utama Semarang rutenya Pasar Senen-Semarang Tawang PP sementara Kereta Api Senja Utama Semarang rutenya Pasar Senen-Jogjakarta PP.

Kereta Api Lodaya

Sejatinya Kereta Api Lodaya mulai dinas tanggal 11 Maret 1992, diawali Kereta Api Senja Mataram (sore) dan Kereta Api Fajar Pajajaran (pagi). Rutenya Bandung-Jogjakarta PP layanan kereta bisnis (K2). Seiring berjalan waktu, pembaruan dan perpanjangan rute hingga Stasiun Solo Balapan (SLO), namanya berubah jadi Kereta Api Lodaya.

Nama Lodaya diambil dari Macan Lodaya atau Maung Lodaya, seekor macan jelmaan Prabu Siliwangi. Tapi ada juga yang mengartikan Lodaya sebagai singkatan dari Solo-Bandung Raya. Sesuai perpanjangan rute hingga Stasiun Solo Balapan dan layanan berubah jadi campuran kereta eksekutif (K1) dan kereta bisnis (K2).

Ngomong-ngomong soal singkatan Lodaya, tanpa kita sadari Lodaya juga bisa berarti Lokal Bandung Raya. Artinya kereta api Lokal Bandung Raya yang jadi kereta api ekonomi lokalan/commuter andalan wargi Bandung bisa juga disebut Kereta Api Lodaya karena singkatannya memang begitu. Cuma buat bedakan sama Kereta Api Lodaya jurusan Solo Balapan, Kereta Api Lodaya yang ini layanannnya kereta ekonomi (K3) lokal dengan tarif Rp 5.000,00 dan melayani rute dari Stasiun Padalarang (PDL) ke Stasiun Cicalengka (CCL) dan sebaliknya.

Perbedaan lain dari Kereta Api Lodaya (Lokal Bandung Raya) berhenti di semua stasiun termasuk stasiun-stasiun kecil sekelas Stasiun Gadobangkong (GK), Stasiun Ciroyom (CIR) dan Stasiun Haurpugur (HRP). Kepemilikannya juga beda. Kereta Api Lodaya (Lokal Bandung Raya) keretanya punya Dipo Bandung (BD) dan dinas dibawah Daop 2 Bandung, adapun Kereta Api Lodaya (Solo Balapan-Bandung) keretanya punya Dipo Solo Balapan (SLO) bahkan kini dibawah Daop 6 Yogyakarta. Meski untuk rangkaian tambahan masih Dipo Bandung (BD) dan Daop 2 Bandung.

Kereta Api Lodaya (Kereta Api Lokal Bandung Raya), Lebih Dulu Ada dan awalnya KRD

Untuk masa dinasnya sendiri, Kereta Api Lodaya yang Kereta Api Lokal Bandung Raya udah lebih dulu ada dibanding Kereta Api Lodaya jurusan Solo Balapan (SLO). Belum diketahui secara pasti kapan mulai dinas tapi yang jelas di tahun 1980an udah ada. Kereta Api Lodaya (Lokal Bandung Raya) awalnya pake rangkaian KRD Shinko/MCW 301 dan KRD Shinko/MCW302.

Di tahun 1990an, armada KRD Shinko/MCW302 mengalami kerusakan mesin sehingga harus direhab jadi kereta biasa dengan nomor K3076XX dan kereta ekonomi (K3) tersebut tetap dipake Kereta Api Lodaya (Lokal Bandung Raya) sampe tahun 2017. Setelah ada mutasi besar-besaran dari Daop 1 Jakarta, salah satunya K306548BD ex-Tragedi Bintaro 1, armada K3076XX mulai ditinggalkan dan kini status konservasi.

Sama-Sama Lodaya Beda Layanan.

Jadi nggak salah kalo mau singkat Kereta Api Lokal Bandung Raya jadi Kereta Api Lodaya. Karena kalo disingkat memang jadinya itu. Tapi dari layanannya jelas beda bahkan jauh sama Kereta Api Lodaya (KAJJ). Kereta Api Lodaya sebagai Lokal Bandung Raya layanannya kereta ekonomi (K3) lokalan, sementara KAJJ-nya komersial campuran kereta eksekutif (K1) dan kereta bisnis (K2).

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.