Posted on Leave a comment

Dominasi Kereta Jepang di Kereta Api Lodaya

Kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana ternyata belum mampu menggoyahkan dominasi kereta Jepang di Kereta Api Lodaya. Malah akhir-akhir ini sering bawa kereta api eksekutif K1 64 ex-K3 64 buatan Nippon Sharyo Jepang. Terutama di KA 79 dan KA 82, sehingga sang Macan bawa Samurai.  

Kereta Api Lodaya memang cuma dapat alokasi satu trainset kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana buatan PT. INKA Madiun. Ada sekitar 6-8 kereta karya anak bangsa yang bisa dibawa dinas sama Sang Macan. Selama menghuni Dipo Kereta Api Bandung (BD), kereta api Lodaya nyaris selalu membawa pasukan tua angkatan 1960-an dimana kebanyakan kereta api eksekutifnya buatan Nippon Sharyo Jepang kaya K1 64 atau K1 66.

Sekali waktu pernah pula bawa K1 67 yang notabene bekas SBGW Kereta Api Bima di tahun 1970-an buatan Gorlitz Jerman Timur. Adapun untuk kereta api bisnis (K2), boleh dibilang semuanya berasal dari Negeri Sakura dari pabrikan yang sama kaya K1 64 yakni Nippon Sharyo.

Sedikit info, K1 64 ini sebetulnya rehab atau modifikasi dari K3 64. Diliat dari bentuk jendelanya aja mirip sama K3. Jadi bukan asli K1. Beda sama K1 66 yang dari awal memang udah jadi kereta api eksekutif. Adapun K1 67 meski juga kereta mewah tapi yang ini boleh dibilang downgrade. Asalnya kereta tidur nyaman bak hotel berjalan dirombak total jadi kereta api eksekutif biasa.

Kereta Api Bisnis

Nah untuk kereta api bisnis, sebetulnya awal dinas Kereta Api Lodaya layanannya Full K2 (Kereta Api Bisnis). Waktu itu masih pake nama Senja Mataram (berangkat sore) / Fajar Pajajaran (berangkat pagi). Rutenya sendiri masih Bandung-Jogjakarta. Baru setelah ganti nama jadi Kereta Api Lodaya dan perpanjangan rute sampe ke Stasiun Solo Balapan (SLO), ditambahin kereta api eksekutif.

Kereta Api Bisnis (K2) ada yang buatan tahun 1965, 1966, 1978, 1982 dan 1986. Semuanya nggak ada yang diproduksi di PT.INKA Madiun, tapi diimpor dari Jepang, tepatnya dari Pabrikan Nippon Sharyo. Jadi boleh dibilang Kereta Api Lodaya udah jadi samurai dari dulu, karena awal dinas Full K2 sementara keretanya berasal dari negeri Sakura.

Alokasi K1 09

Awal 2018, Kereta Api Lodaya pindah dari Dipo Bandung (BD) ke Dipo Solo Balapan (SLO). Nggak cuma itu, Kereta Api Lodaya juga kebagian alokasi kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana buatan PT.INKA Madiun. Kereta api eksekutif ini disebut-sebut terbaik kedua setelah K1 01 punya Argo Bromo Anggrek. Kereta Api Lodaya kebagian sebanyak satu trainset, sementara satu trainset lainnya udah dibawa dinas Kereta Api Purwojaya.

Meski dapat alokasi Kereta Api Eksekutif terbaik buatan dalam negeri, ternyata itu belum cukup menggeser dominasi Kereta Jepang di armada Kereta Api Lodaya. Selagi K1 09 dibawa dinas pun kadang nyelip 1-2 kereta Jepang, K1 64. Pernah juga sekali waktu gabungan K1 67 Jerman Timur, K1 64 Jepang. dan K1 09 Indonesia.

Kembali Jadi Samurai

Beberapa minggu belakangan ini Kereta Api Lodaya sering terlihat “kembali jadi samurai” karena bawa Kereta Jepang semua. Kereta Api Eksekutifnya pake K1 64. Kondisi ini jelas amat sangat disayangkan karena sejatinya Kereta Api Lodaya udah punya rangkaian yang lebih baru bahkan buatan dalam negeri. Tapi di sisi lain, boleh jadi saat ini K1 64 lebih siap operasi dibanding K1 09.

Jadi biarlah untuk sementara Kereta Api Lodaya kembali jadi samurai, karena toh kereta yang dibawanya juga calon-calon bakal konservasi dan dirucat, mengingat PT. KAI akan terus meremajakan armadanya dengan kereta terbaru buatan INKA body Stainless Steel sampe tahun 2019.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.