Posted on

Dinamika Kereta Api Lodaya, Perpanjang Rute, Mutasi, hingga Ganti Kereta

Kereta Api Lodaya ganti kereta jadi stainless steel sebenarnya sesuai prediksi tapi siapa sangka bakal begitu cepat. Inilah dinamika baru dalam perjalanan sang macan penghubung Priangan dan Mataram. Sebelumnya pernah ganti nama, perpanjang rute dan mutasi. 

Kereta Api Lodaya mulai dinas 11 Maret 1992. Semula rutenya cuma Bandung-Yogyakarta PP, namanya juga bukan Lodaya melainkan Fajar Pajajaran untuk keberangkatan pagi dan Senja Mataram keberangkatan malam. Nama Lodaya baru dikenal setelah perpanjangan rute hingga Stasiun Solo Balapan (SLO). Di saat yang sama pula mulai ada layanan kereta eksekutif (K1) melengkapi kereta bisnis (K2) yang telah ada sebelumnya.

Inilah rangkaian kereta api komersial non subsidi yang sering dijadiin favorit wargi Bandung yang mau liburan di Jogja dan Solo, atau sebaliknya warga Jogja dan Solo ingin liburan di Bandung. Tarifnya terhitung paling murah dibanding kereta komersal lainnya di jalur selatan. Okupasinya sendiri sangat bagus terutama di akhir pekan dan musim-musim liburan.

Saking larisnya begitu masuk masa-masa mudik Lebaran atau Nataru tiketnya bisa melonjak hingga 40%. Ambil contoh periode mudik lebaran tiket kereta eksekutif (K1) dipatok Rp 500.000,00 dan kereta bisnis (K2)-nya sendiri Rp 400.000,00. Memang wajar sih karena permintaannya sangat tinggi.

Pindah Dipo Solo Balapan dan Mutasi Daop 6 Yogyakarta

Tahun 2018 boleh jadi dinamika baru Kereta Api Lodaya. Awalnya Kereta Api Lodaya dioperasikan Daop 2 Bandung dan menggunakan kereta punya Dipo Kereta Api Bandung (BD). Namun menjelang akhir tahun 2017 karena Dipo Bandung over capacity, rangkaian Kereta Api Lodaya dipindah ke Dipo Solo Balapan (SLO). Perpindahan ini diikuti alokasi satu trainset kereta eksekutif ex-Gajayana, K1 09, meski keberadaannya cuma sementara waktu.

Jelang akhir Kuartal Pertama 2018, Kereta Api Lodaya dimutasi ke Daop 6 Yogyakarta. Hal ini bisa terlihat dari stamformasi kereta yang mengalami perubahan mengikuti kereta-kereta yang biasa dinas dibawah Daop 6 Yogyakarta seperti Kereta Api Senja Utama Solo misalnya, waktu belum ganti kereta. Selain itu di plang juga pake embel-embel KA, yang mencirikan rangkaian kereta api diluar Daop 2 Bandung.

Dengan demikian jadilah Kereta Api Lodaya rangkaian kereta sunda ketiga yang operatornya bukan Daop 2 Bandung. Sebelumnya ada Kereta Api Pasundan dibawah Daop 8 Surabaya dan Kereta Api Siliwangi dibawah Daop 1 Jakarta. Disebut kereta sunda karena dari segi nama Lodaya merupakan seekor maung (macan) dalam mitologi Sunda jelmaan Prabu Siliwangi, bisa juga berarti singkatan dari Solo Bandung Raya.

Banyak yang bilang mutasi ke Daop 6 Yogyakarta sebagai imbas dari Kereta Api Argo Parahyangan yang okupasinya nyaris selalu 100% tanpa mengenal waktu, weekend maupun weekdays, sehingga sudah memberi banyak kontribusi buat Daop 2 Bandung.

Adapun Kereta Api Lodaya boleh jadi 100%-nya hanya di akhir pekan atau musim-musim liburan, kebetulan Daop 6 Yogyakarta hanya mengandalkan kereta api jarak jauh dengan waktu tempuh diatas 4 jam. Karena itu akan lebih efektif bila Kereta Api Lodaya dinas dibawah Daop 6 Yogyakarta. Nilai positif lainnya juga bisa memberi tambahan pemasukan buat Daop 6 Yogyakarta.

Ganti Kereta Jadi Stainless Steel, Kereta Bisnis (K2) pun Hilang

23 Oktober 2018 lagi-lagi Kereta Api Lodaya mengalami dinamika baru, kali ini rangkaiannya berubah jadi stainless steel campuran kereta eksekutif (K1 18) dan kereta ekonomi (K3 18). Perubahan ini ibarat 2 sisi mata uang. Di satu sisi memang perlu karena rangkaian yang biasa dibawa sang macan kebanyakan sudah berusia tua, contohnya K1 64 buatan Nippon Sharyo Jepang.

Namun di sisi lain perubahan ini membawa konsekuensi hilangnya layanan kereta bisnis (K2) yang telah ada sedari awal Kereta Api Lodaya dinas, 11 Maret 1992. Memang masih ada KA 79/82 yang pake kereta lama, tapi keliatannya itupun nggak akan bertahan lama. Secara umum populasi kereta bisnis (K2) terus mengalami penurunan. Berubahnya trainset KA 80/81 otomatis makin mengurangi populasi Kereta Bisnis (K2).

Jika nanti KA 79/82 kebagian trainset baru stainless steel, sudah pasti kita harus mengucapkan Sayonara Kereta Api Lodaya Bisnis dan untuk kesekian kalinya Kereta Bisnis (K2) hilang. Masih segar dalam ingatan hilangnya sang legenda di Kereta Api Argo Parahyangan, Kereta Api Cirebon Ekspres, Kereta Api Harina, Kereta Api Purwojaya, Kereta Api Senja Utama Solo dan Kereta Api Tegal Bahari.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.