Posted on Leave a comment

Di Sini Porsi Kereta Api Lodaya Harus Lebih Besar

Meski bukan “Raja Selatan” tapi blog ini ada karena dilatarbelakangi sama si Macan penghubung Priangan dan Bumi Mataram, Kereta Api Lodaya. Porsinya harus lebih besar daripada yang lain. 

Boleh jadi banyak dari kamu terheran-heran kenapa ujug-ujug ada menu baru Kereta Api Lodaya di sini. Nggak terelakkan lagi itu juga salah satu dampak dari “perceraian” sama PegiPegi.Com mulai 20 Juli 2018 kemarin. Tapi lebih dari itu karena kang mimin kepengen Kereta Api Lodaya dapat porsi yang lebih besar di blog ini. Sesuai sama namanya, Lodaya Bandung.

Kayanya kudu di flashback lagi ke belakang, nge-fansnya kang mimin sama Kereta Api Lodaya itu jadi latar belakang adanya blog ini. Nggak cuma itu lho, ternyata nggak sedikit juga yang jadiin Kereta Api Lodaya sebagai pilihan buat traveling, meski tiketnya nggak semurah kereta api ekonomi. Harga tiket kereta api Lodaya paling murah di antara kereta api komersial jarak jauh arah timur. Karena itu banyak peminatnya.

Setiap weekend, long weekend, lebih-lebih Lebaran tiketnya selalu ludes. Makanya jangan heran waktu Lebaran 2018 kemarin tiketnya melonjak gila-gilaan. Tiket kereta api eksekutif (K1) yang biasanya paling mahal Rp 320.000,00 naik jadi Rp 500.000,00. Kereta Api Bisnis (K2)-nya dari termahal Rp 220.000,00 jadi Rp 400.000,00. Nggak heran sih sebagaimana hukum ilmu ekonomi, permintaan tinggi harga naik.

Makanya itu pas masa angkutan Lebaran 2018 kemarin Kereta Api Lodaya dijadiin opsi terakhir. Mentok nggak dapat tiket yang lebih murah, apa boleh buat, mau mahal juga sikat aja. Yang penting bisa berlebaran di kampung halaman.

Mengingatkan Kembali.

Sekilas postingan ini memang nggak penting. Kang mimin akui itu kok, cuma sekedar mengingatkan kembali ke kamu bahwa ada yang melatarbelakangi hadirnya blog ini, yaitu Kereta Api Lodaya. Pernah juga sekali admin ditanyain sama teman salah satu komunitas bisnis terbesar di Bandung, Lodaya itu apa ya?

Menjawab pertanyaan sobat itu, aslinya sih Lodaya cuma sekedar blog pribadi yang ngebahas seputar kereta api, terkhusus di Daop 2 Bandung dan di Indonesia secara umum. Makanya kemarin-kemarin kan nggak sedikit postingan ngebahas kereta api di luar Daop 2, termasuk KRL Commuter Line. Karena itulah supaya nggak kelewat ngalor ngidul, kang mimin coba balikin lagi blog ini ke rel-nya.

Nama Lodaya tentu nggak bisa dilepasin dari Kereta Api Lodaya, yang juga jadi kereta favorit-nya admin. Maka itu sang macan harus dapat porsi yang gede di sini, minimal 70% dari keseluruhan content. Mau sekedar postingan biasa, gallery foto, video, produk di Rail Shop Online, sampe ke Pre-Sale Tiket Kereta Api dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Itu point ke satu buat jawab pertanyaan tadi, Lodaya itu blog pribadi yang ngebahas seputar kereta api. Kedua, Lodaya itu juga Rail Shop Online yang jualan segala produk kaos, kemeja, dan pernak-pernik kereta api, dimana Kereta Api Lodaya kebagian porsi gede di situ. Nah nantinya tema semua produk itu mayoritas berkaitan sama Kereta Api Lodaya.

Ketiga, disini khusus jualan tiket kereta api Lodaya dengan sistem Pre-Sale (Pre-Order) untuk keberangkatan maksimum H-30. Namanya juga Pre-Sale nggak mungkin lah dadakan, jangankan same day, buat H-1 aja nggak bisa. Sistem Pre-Sale itu ada syarat dan ketentuan yang harus kamu penuhi. Misalnya rute minimal yang bisa kamu booking udah lewat dari wilayah Priangan Timur, antara Sidareja atau Maos.

Disitu kamu bisa ngelakuin Pre-Order Tiket Kereta Api Lodaya. Tapi kalo ternyata tujuan kamu cuma mau ke Tasikmalaya atau ke Banjar, sebaiknya ambil aja tiket parsial yang sekarang udah bisa kamu booking via KAI Access. Terus gimana untuk harga yang dijual di Pre-Sale? Diusahain untuk harga terendah atau batas bawah. Tapi andai nggak ada langsung naik satu subkelas, tapi diusahain banget nggak nyampe ke Tarif Batas Atas.

Raja Blog Pecinta Kereta Api dan Pecandu Kereta Api.

Terakhir, Kereta Api Lodaya memang bukan raja selatan, atau kereta api paling elite yang lewat jalur selatan Jawa Barat. Karena predikat itu sekarang dipegang sama Kereta Api Argo Wilis yang udah pake trainset K1 18 berbody stainless steel. Bukan raja selatan bukan berarti porsinya sedikit di sini.

Kereta Api Lodaya tetap harus dapat porsi gede, karena sang macan adalah tokoh utama sekaligus raja di blog ini. Jadi nggak boleh nggak ada atau cuma dapat porsi sedikit banget. Kereta Api Lodaya bukan raja selatan tapi raja blog pecinta kereta api dan pecandu kereta api, Lodaya Bandung.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.