Stasiun Sukabumi

Stasiun Sukabumi

Stasiun Sukabumi (SI), stasiun paling selatan di Daop 1 Jakarta yang masuk bagian dari Priangan Selatan dan Jalur Kereta Api Manggarai Padalarang. Pernah punya peran penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Sekarang melayani perjalanan Kereta Api Pangrango dan Kereta Api Siliwangi.

Ngomong-omong tentang jalur kereta api Manggarai Padalarang yang legendaris rasanya kurang lengkap kalo stasiun ini nggak sekalian dibahas. Memang secara administrasi di PT. KAI stasiun besar di Priangan Selatan ini masuk Daop 1 Jakarta. Stasiun paling selatan.

Namun lebih dari itu Stasiun Sukabumi (SI) adalah bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia. Khususnya tentang jalur kereta api pertama yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Dibangun pada tahun 1878 – 1884. Jalur ini dikenal dengan nama resmi Jalur Kereta Api Manggarai-Padalarang.

Meski pada asalnya ketika segmen Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) dibangun oleh NIS (Nederlands Indische Stroomtram Maatchappij) Stasiun Manggarai (MRI) belum dibangun. Bahkan dulu yang jadi stasiun sentral adalah Stasiun Salemba (SLB). Adapun jalur ke selatan mentok di Buitenzorg.

Dalam perjalanannya Staatspoorwegen (SS) coba membuka jalur menuju wilayah Priangan. Dengan melanjutkan jalur yang telah ada. Pertama dengan memperluas Stasiun Buitenzorg lantas membangun sambungan rel ke arah selatan mulai Batutulis, Sukabumi, Cianjur hingga Bandung.

Setelah jalur kereta api berhasil menembus Bandung, pembangunan dilanjutkan hingga ke Priangan Timur seperti Garut. Bahkan hingga ke Jawa Tengah dan Surabaya.

Stasiun Sukabumi (SI) yang mulai beroperasi pada tahun 1882 pernah punya peran penting dalam perkeeretaapian.
Stasiun Sukabumi (SI) yang mulai beroperasi pada tahun 1882 pernah punya peran penting dalam perkeeretaapian. Di masanya penumpang dari Batavia yang hendak ke Timur Pulau Jawa akan singgah di sini. Peran penting tersebut mulai menurun seiring pembangunan jalur baru Cikampek-Padalarang (1900-1906).

Stasiun Sukabumi Ramai dan Punya Peran Penting

Stasiun ini mulai dioperasikan pada tahun 1882. Rancang bangunnya merupakan jenis bangunan stasiun kereta api satu-satunya di Jawa Barat. Jadi waktu itu bangunan lain masih lebih ke halte atau pos pemberhentian. Setahun kemudian jalur diperpanjang ke Cianjur sebelum tembus Bandung tahun 1884.

Bahkan jalur yang telah terhubung ke Bandung pun diperpanjang lagi hingga Garut, Cipari (Jawa Tengah), bahkan Surabaya. Sehingga Stasiun Sukabumi (SI) pernah punya peranan penting di masa-masa tersebut. Ditambah lagi jalur pantura via Cirebon belum dibangun.

Jadi siapapun yang hendak bepergian dari Batavia ke Jogja misalnya pasti akan melewati stasiun ini. Peran penting tersebut mulai menurun setelah pembangunan jalur Karawang-Cikampek-Padalarang yang mempersingkat waktu tempuh dari Batavia ke Bandung.

Aktivitas Stasiun Sukabumi.
Aktivitas Stasiun Sukabumi (SI). Sesuatu yang nggak pernah terjadi di era 2000-an dimana stasiun mengalami masa-masa kelam yang dimulai dengan dipotongnya rute perjalanan KA Argo Peuyeum dari Bandung imbas longsor di Terowongan Lampegan (2001). Di tahun 2006 giliran KRD Ekonomi Bogor-Sukabumi yang berhenti beroperasi karena armada sudah uzur dan merugi. Sempat ada layanan KRD Bumi Geulis di segmen yang sama (2008) namun akhirnya juga harus terhenti di akhir 2012.

Masa-Masa Kelam

Pembangunan jalur Cikampek-Padalarang (1900-1906) memang nggak langsung menurunkan peran Stasiun Sukabumi secara drastis. Ketika jalur baru tersebut beroperasi pada 1906 justru yang merasakan dampaknya malah perusahaan NIS (Nederlandsch Indische Stroomtram Maatchappij).

Perusahaan kereta api swasta Belanda itu jadi operator jalur kereta api antara Batavia Noord dan Buitenzorg. Jadi sebetulnya saat Batavia dan Priangan tersambung rel kereta api itu nggak ada kereta api yang langsung dari Batavia karena beda operator.

Jalur Priangan waktu itu dipegang oleh Staatspoorwagen (SS). Jadi penumpang dari Batavia yang mau ke Priangan dan Jawa Tengah harus pindah kereta di Buitenzorg. Dari kereta NIS ke kereta SS. Percis kaya sekarang pindah dari KRL ke KA Pangrango.

Sementara Staatspoorwagen (SS) udah punya jalur lain yang jaraknya lebih pendek. Maka jelas pengaruhnya sangat terasa di sini. Pendapatan NIS terus menyusut dari segmen Batavia-Buitenzorg hingga akhirnya jalur tersebut diambil alih SS dan diikuti penataan rute dan stasiun di Batavia.

Di antara wujud penataan tersebut ialah pembangunan Stasiun Batavia Staad (sekarang Stasiun Jakarta Kota) dan Stasiun Manggrai sebagai stasiun sentral baru menggantikan Stasiun Salemba yang kemudian beralih fungsi jadi stasiun barang sampai akhirnya ditutup tahun 1980-an.

Kembali ke Stasiun Sukabumi (SI), masa-masa kelam justru terjadi saat memasuki millenium baru. Mulai dari tahun 2001 sebagai imbas dari longsor yang terjadi di terowongan Lampegan yang otomatis meniadakan perjalanan Kereta Api Argo Peuyeum dari Bandung.

Padahal inilah satu-satunya akses kereta api dari Bandung ke Sukabumi. Rutenya pun diperpendek sampe akhirnya jadi cuma Padalarang-Cianjur sebelum pensiun tahun 2012.

Tahun 2006 ganti KRD Ekonomi Lokal yang melayani rute Bogor-Sukabumi ikut berhenti dinas karena rangkaian yang udah uzur. Selain itu juga nggak menguntungkan secara ekonomi. Meski kerap dipenuhi penumpang tapi justru malah membukukan kerugian karena banyaknya penumpang gelap tanpa tiket.

Hasilnya Stasiun Sukabumi (SI) benar-benar vakum di tahun itu. Sebelum beroperasi kembali 15 Desember 2008 seiring dioperasikannya KRD Bumi Geulis di segmen Bogor-Sukabumi. Namun sayang itupun nggak berlangsung lama.

Gangguan teknis yang terjadi pada armada KRD MCW 302 membuat kereta ini berhenti beroperasi 15 Desember 2012. Stasiun Sukabumi (SI) lagi-lagi harus merana tanpa disinggahi kereta api selama kurang lebih setahun lamanya.

Antrian penumpang menuju peron Stasiun.
Antrian penumpang menuju peron Stasiun. Tanggal 9 November 2013 stasiun bangkit lagi dari keterpurukan seiring beroperasinya KA Pangrango di rute Bogor Paledang-Sukabumi. 8 Februari 2012 giliran Kereta Api Siliwangi dinas di segmen Sukabumi-Cianjur yang melewati Terowongan Lampegan. Untuk pertama kalinya sejak 2001 dilewati kereta api.

Stasiun Sukabumi Layani KA Pangrango dan Kereta Api Siliwangi

9 November 2013 salah satu stasiun legendaris di jalur Manggarai Padalarang ini memasuki era baru. Nasibnya tak lagi nelangsa seperti sebelumnya. Bersamaan dengan awal dinas KA Pangrango di segmen Bogor Paledang – Sukabumi.

Beda sama sebelumnya, KA Pangrango merupakan kereta biasa yang ditarik lokomotif. Sekali dinas membawa 1 kereta eksekutif, 1 kereta makan pembangkit dan 4 kereta ekonomi kapasitas 106 penumpang.

Diluncurkannya KA Pangrango seolah membangkitkan kembali jalur Priangan Selatan yang sudah lama terabaikan. Padahal inilah jalur pertama yang menghubungkan Batavia dan bagian timur Pulau Jawa.

Nggak lama kemudian, 8 Februari 2014, giliran Kereta Api Siliwangi diluncurkan untuk melayani segmen Sukabumi-Cianjur. Untuk pertama kalinya sejak 2001 rangkaian kereta api kembali melintas di terowongan Lampegan yang ada di sini.

Sekarang Stasiun Sukabumi kembali ramai aktivitas naik turun penumpang. Meski masih sebatas KA Pangrango dan Kereta Api Siliwangi. Intinya stasiun bersejarah ini nggak lagi merana seperti di era 2000-an.

Tambahan fasilitas untuk bermain anak.
Tambahan fasilitas untuk bermain anak. Stasiun Sukabumi (SI) kini telah bangkit lagi. Meski untuk saat ini cuma melayani 2 Kereta Api: KA Pangrango dan Kereta Api Siliwangi. Intinya nasib stasiun tak lagi nelangsa seperti di tahun 2000-an.
Advertisements