Stasiun Cilame

Stasiun Cilame (CLE)

Stasiun Cilame (CLE) terletak di Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Di ketinggian 633 mdpl. Bagian dari jalur kereta api Cikampek-Padalarang yang padat dan ramai. Hanya saja posisinya cukup terpencil dan jauh dari jalan raya.

Nggak begitu jelas kapan stasiun ini mulai dibangun. Tapi mengacu ke data sejarah tentu nggak bisa dilepas dari pembangunan jalur kereta api Batavia-Bandung fase 2 via Karawang-Cikampek-Padalarang. Jalur ini dibangun pada periode 1901-1906.

Dilatarbelakangi keinginan Pemerintah Kolonial Belanda untuk menguasai semua akses jalur kereta api penghubung Batavia dan Priangan. Di atas dua kepentingan besar yakni ekonomi dan pertahanan.

Secara ekonomi pemerintah ingin mempercepat pengangkutan hasil bumi priangan yang jadi komoditas ekspor. Adapun kepentingan pertahanan untuk mempermudah mobilitas militer yang pusatnya di Cimahi menuju Batavia bila terjadi ancaman lewat laut.

Tahap awal pembangunan dimulai dari pembelian jalur Batavia-Karawang dari BOS (Batavia Oooster Spoorweg Maatschappij) Dilanjut pembangunan jalur kereta api yang tahapannya mulai tahun 1901.

Jalur kereta api yang melewati Cilame sendiri baru dibangun tiga tahun kemudian. Tepatnya 30 Mei – 21 Oktober 1904. 2 Mei 1906 Purwakarta-Padalarang mulai dieksploitasi pembangunan stasiun dan halte, termasuk Stasiun Cilame (CLE). Nah jadi stasiun ini mulai dibangun 1906.

Stasiun Cilame, Ramai tapi terpencil jauh dari jalan raya
Stasiun Cilame (CLE) terletak di Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Ketinggian 633 mdpl. Stasiun ini jadi bagian dari jalur kereta api Cikampek-Padalarang yang padat dan ramai lalulintas kereta. Akses Bandung-Jakarta saat ini. Mulai dibangun pada tahun 1906 seiring dengan eksploitasi Purwakarta-Padalarang mulai 2 Mei 1906. Meski padat dan ramai kereta, posisinya justru terpencil jauh dari jalan raya.

Stasiun Cilame, Ramai Tapi Terpencil

Meski berada di jalur kereta api yang ramai dan padat, posisi stasiun jauh dari kata strategis. Dari Jalan Raya Purwakarta masih harus naik lagi ke atas. Lewat jalan akses menuju Perkebunan Pangheotan punya PT. Perkebunan Nusantara VIII.

Jelas banget untuk ke sini nggak ada angkot atau kendaraan umum lainnya. Dari jalan raya masih harus sewa ojek pengkolan buat ke sini. Atau kalo mau rame-rame sih bisa aja charter angkot. Misalnya dari Stasiun Padalarang (PDL) sebagai terminus Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Di situ biasanya banyak angkot pada ngetem. Nah kita bisa sewa salah satunya kalo mau ke sini. Cuma nggak mungkin lah kalo jalannya sendiri. Harus rame-rame. Paling nggak sekitar 4-5 orang. Biar bisa patungan.

Mau trekking dari bawah (Tagog Apu) juga bisa. Tapi makan waktu sekitar 15 menit dengan kontur jalan menanjak. Disini kamu mesti siapin bekal air minum cukup biar nggak dehidrasi.

Perjuangan berat ke sini akan terbayar dengan spot yang bagus. Khususnya untuk fotografi dan vlog. Disini ada jalur belok layaknya tiber. Spot yang bisa kita ambil disini salah satunya PJL Percis disebelah bangunan stasiun.

Stasiun Cilame jadi salah satu tempat persilangan dan persusulan.

Tempat Persilangan dan Persusulan

Saat ini Stasiun Cilame (CLE) lebih banyak jadi tempat persilangan dan persusulan. Khususnya Kereta Api Argo Parahyangan rute Bandung-Gambir PP yang sekarang lagi booming imbas kemacetan di jalan tol.

Selain itu Kereta Api Ciremai (Semarang Tawang – Bandung PP), Kereta Api Harina (Bandung-Surabaya Pasar Turi PP), Kereta Api Pangandaran (Gambir-Banjar PP) dan Kereta Api Serayu (Pasar Senen-Purwokerto PP) juga lewat sini.

Momen ini jadi penyebab kenapa PJL di sebelah stasiun sering dapat sebutan PJL paling sabar. Ya pengguna jalan harus punya kesabaran tingkat tinggi bila melewati PJL tersebut. Apalagi pas ada momen silang dan susul. Karena jalur kereta api yang masih single track meski padat kereta.


Stasiun Cilame Hanya Layani 2 Kereta Api

Tercatat hanya dua rangkaian kereta api yang punya jadwal reguler di Stasiun Cilame (CLE) yakni Kereta Api Elok Cibatu (Cibatu-Purwakarta PP) dan Kereta Api Lokal Bandung Raya (Cicalengka-Purwakarta PP). Itupun jadwalnya boleh jadi kurang begitu bersahabat.

Untuk jurusan Purwakarta (PWK) aja Kereta Api Elok Cibatu berangkat dari sini jam 13.14 WIB. Oke yang ini masih bersahabat karena kita masih bisa spare waktu 15 menit dari bawah. Cuma pemberangkatan ke 2 naik Kereta Api Lokal Bandung Raya 359 itu adanya jam 22.21 WIB.

Adapun yang ke timur ada di jam 17.42 WIB Kereta Api Elok Cibatu 396A jurusan Stasiun Cibatu (CB). Nah yang cuma nyampe Cicalengka malah berangkatnya pagi jam 06.09 WIB. Berikut detailnya

A. KA Elok Cibatu (Cibatu-Purwakarta PP)

STASIUNKA 395STASIUNKA 396A
Cibatu10.00Purwakarta16.00
Bandung12.20Cilame17.42
Cilame13.14Bandung18.29
Purwakarta14.53Cibatu21.21

B. KA Lokal Bandung Raya (Cicalengka – Purwakarta PP)

STASIUNKA 359STASIUNKA 360
Cicalengka19.30Purwakarta04.20
Bandung21.20Cilame06.09
Cilame22.21Bandung07.01
Purwakarta00.08Cicalengka08.24

Cuma melayani 2 perjalanan kereta api lokal mah wajar aja. Secara stasiun ini juga cuma kelas 3 (kecil). Meski nggak sampe pada derajat halte atau pos pemberhentian layaknya Gadobangkong dan Leuwigoong.

Advertisements