Destinasi (Destination)

Destinasi (Destination) di sini adalah tempat kegiatan Komunitas Lodaya Bandung. Bisa JPL, Stasiun, atau lingkungan di sekitar stasiun untuk Gathering and Education. Tempat tujuan untuk kegiatan Railway Heritage dan Lodaya Bandung Traveling and Adventure.

Komunitas Lodaya Bandung biasa ambil spot tertentu buat adakan kegiatan. Untuk kegiatan Lodaya Bandung Gathering and Education, karena disitu ada aktivitas hunting bareng biasanya ambil tempat di sekitaran stasiun, stasiun itu sendiri, atau di JPL (perlintasan kereta api).

Selain itu untuk kegiatan Lodaya Bandung Traveling and Adventure, karena kita ngetrip naik kereta api, pastinya butuh tempat tujuan. Nah tujuan itu berupa stasiun kereta api. Misalnya Stasiun Padalarang (PDL), Stasiun Cicalengka (CCL), dll.

Begitupula untuk kegiatan penelusuran sejarah atau Lodaya Bandung Railway Heritage. Tujuan bisa berupa bangunan bersejarah, jejak jalur rel non-aktif, atau apapun yang ada kaitannya sama Perkeretaapian Indonesia.

Namun yang pasti stasiun kereta api masuk dalam destinasi utama kegiatan Komunitas Lodaya Bandung. Berikut daftar stasiunnya:

A. Wilayah Barat

Stasiun Cibungur, Stasiun Purwakarta, Stasiun Ciganea, Stasiun Sukatani, Stasiun Plered, Stasiun Cisomang, Stasiun Cikadondong, Stasiun Rendeh, Stasiun Maswati, Stasiun Sasaksaat, Stasiun Cilame

B. Wilayah Tengah (Koridor Lokal Bandung Raya)

Stasiun Padalarang, Halte Gadobangkong, Stasiun Cimahi, Stasiun Cimindi, Stasiun Andir, Stasiun Ciroyom, Stasiun Bandung, Stasiun Cikudapateuh, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Gedebage, Stasiun Cimekar, Stasiun Rancaekek, Stasiun Haurpugur, Stasiun Cicalengka.

C. Wilayah Timur

Stasiun Nagreg, Stasiun Lebakjero, Stasiun Leles, Stasiun Karangsari, Halte Leuwigoong, Stasiun Cibatu, Stasiun Bumiwaluya, Stasiun Cipeundeuy, Stasiun Cirahayu, Stasiun Ciawi, Stasiun Indihiang, Stasiun Rajapolah, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Manonjaya, Stasiun Ciamis, Stasiun Banjar.

D. Wilayah Selatan

Untuk Destinasi wilayah Selatan masih didominasi jalur non-aktif. Disini dibagi menjadi empat zona yang kebanyakan merupakan jalur percabangan. Ada juga yang dulunya pernah jadi jalur utama tapi tersisih seiring pembangunan jalur baru yang jaraknya lebih pendek dan nggak terlalu ekstrem. Tiga zona ini antaralain:

Zona 1 : Jalur Kereta Api Cibatu-Garut-Cikajang.

Merupakan percabangan dari jalur kereta api Bandung-Surabaya saat ini. Awalnya merupakan perpanjangan dari proyek kereta api Batavia-Priangan di era kolonial. Tapi kemudian dibangun juga ke arah Jawa Tengah dan Timur atas dasar kepentingan ekonomi dan politik.

Sosok seniman asal Inggris, Charlie Chaplin, nggak bisa dilepas dari jalur ini. Karena pernah 2 kali berkunjung ke Garut. Sayang karena sarana dan prasarana uzur ditambah lagi persaingan dengan angkutan jalan raya membuat jalur ditutup total di tahun 1984.

Kini jalur kereta api Cibatu-Garut sedang dalam tahap reaktivasi. Bahkan diantara jalur reaktivasi lainnya, ini paling keliatan progres. Bahkan udah bisa dilintasi dalam waktu dekat.

Nantinya akan ada 2 stasiun tambahan di ruas antara Stasiun Cibatu (CB) dan Stasiun Garut (GRT) yakni Stasiun Pasir Jengkol dan Stasiun Wanaraja.

Zona 2 : Jalur Kereta Api Manggarai-Padalarang

Lintasannya dimulai dari Stasiun Sukabumi ke arah Timur yang udah masuk Wilayah Daop 2 Bandung. Adapun stasiunnya mulai dari Gandasoli, Cireungas, Lampegan, Cibeber, Cliaku, Cianjur, Maleber, Salajambe, Ciranjang, Cipeuyeum, Rajamandala, Cipatat, dan Tagog Apu.

Namun jalur yang udah aktif saat ini baru 80% yakni sampai Stasiun Ciranjang (CRJ) yang dilayani KA Siliwangi. Meskipun lagi proses sampe Stasiun Cipatat (CPT), untuk tembus ke Padalarang sepertinya bukan perkara mudah. Karena ada lintasan ekstrem hingga Stasiun Tagog Apu (TAU) dan direncanakan akan ada shortcut baru.

Zona 3 : Jalur Kereta Api Cikudapateuh-Ciwidey

Jalur ini semuanya masih non-aktif meski masuk dalam rencana reaktivasi. Guna mendukung pariwisata di Kawasan Bandung Selatan, seperti Kawah Putih di Ciwidey. Termasuk jalur Herritage, namun harus tutup karena perawatan kurang dan persaingan dengan angkutan jalan raya.

Zona 4: Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran-Cijulang

Sama ini juga masih non-aktif semuanya meski lagi ada studi buat reaktivasi. Dalam sejarahnya inilah lintas cabang yang dibangun dengan biaya tinggi karena melewati 3 terowongan dan beberapa jembatan. Salah satunya Terowongan Wilhelmina dan jembatan Cikacepit yang punya rekor terpanjang di Indonesia.

Advertisements