Advertisements
Home > Blog > Kereta Api Indonesia > Daftar Kereta Api Bisnis (K2) Tersisa yang Masih Dinas

Daftar Kereta Api Bisnis (K2) Tersisa yang Masih Dinas

Kereta Api Sawunggalih jadi stainless steel, populasi kereta api bisnis (K2) makin berkurang dan nyaris punah. Tercatat populasi terbanyak di pulau Jawa kini dipegang Daop 2 Bandung, 3 (tiga) kereta api 6 trainset. 

27 Agustus 2018 jadi hari terakhir kereta api bisnis (K2) didinasin Kereta Api Sawunggalih, untuk masing-masing satu trainset KA 121 (Kutoarjo-Pasar Senen) / 122 (Pasar Senen-Kutoarjo). Sementara KA 123 (Kutoarjo-Pasar Senen) / 124 (Pasar Senen-Kutoarjo) udah pake trainset baru stainless steel campuran K1 18 “new image” dan K3 18 premium. Besoknya kereta api bisnis (K2) benar-benar hilang dari Kereta Api Sawunggalih sekaligus Daop 5 Purwokerto.

Padahal Kereta Api Sawunggalih itu satu-satunya di Daop 5 Purwokerto yang masih ada layanan kereta api bisnis (K2), sebelumnya kereta api bisnis (K2) udah hilang duluan di Kereta Api Purwojaya yang berubah jadi full kereta api eksekutif (K1) pake K1 09 ex-Gajayana. Paling cuma Kereta Api Purwojaya Tambahan aja yang ada kereta api bisnis-nya, dinasnya di waktu-waktu tertentu kaya Lebaran dan Nataru.

Sekarang Daop 5 Purwokerto jadi yang kedua kehilangan Kereta Api Bisnis (K2) setelah Daop 8 Surabaya. Wacana penghapusan yang mulai berhembus di tahun 2010 semakin mendekati kenyataan.

Kereta Api Bisnis (K2) terbanyak di Daop 2 Bandung

Hilangnya kereta api bisnis (K2) di Kereta Api Sawunggalih otomatis bikin populasi sang legenda menurun. Sementara itu kereta api bisnis (K2) yang tersisa dan masih dinas kaya nunggu waktu untuk ikut pensiun, secara kereta api stainless steel masih terus produksi di PT. INKA sampe tahun 2019. Rangkaian kereta api bisnis (K2) dibiarkan terus dimakan usia.

Nah, setelah nggak ada lagi di Kereta Api Sawunggalih dan Daop 5 Semarang, berapa sih jumlah kereta api bisnis (K2) yang masih tersisa sekarang? Berikut datanya:

  • Daop 1 Jakarta = 1 kereta api / 2 trainset (Kereta Api Gumarang)
  • Daop 2 Bandung = 3 kereta api / 6 trainset (Kereta Api Lodaya, Kereta Api Malabar, Kereta Api Mutiara Selatan)
  • Daop 3 Cirebon = 1 kereta api / 2 trainset (Kereta Api Ranggajati)
  • Daop 4 Semarang = 1 kereta api / 1 trainset (Kereta Api Ciremai Ekspres)
  • Daop 6 Yogyakarta = 2 kereta api / 4 trainset (Kereta Api Fajar Utama Yogya, Kereta Api Senja Utama Yogya)
  • Daop 9 Jember = 2 kereta api / 4 trainset (Kereta Api Mutiara Timur)

Dari data di atas, populasi kereta api bisnis (K2) terbanyak di Jawa ada di Daop 2 Bandung sebanyak 3 kereta api dengan total 6 trainset. Disusul Daop 6 Yogyakarta dan Daop 9 Jember masing-masing 2 kereta api, 4 trainset. Populasi paling sedikit di Daop 4 Semarang yang cuma dinasin 1 trainset untuk Kereta Api Ciremai Ekspres.

Jumlah di atas masih mungkin berkurang, karena itu tadi, PT. INKA Madiun masih terus produksi kereta stainless steel sampe 2019. Apalagi kalo diliat dari segi usia, rata-rata kereta api bisnis yang masih dinas angkatan 1980-an (1982 dan 1986), ada lagi yang lebih tua yakni tahun 1966 dan 1978.

Ditambah lagi yang benar-benar Full Kereta Api Bisnis (K2) cuma Kereta Api Fajar Utama Yogya dan Kereta Api Senja Utama Yogya aja di bawah Daop 6 Yogyakarta. Sementara lainnya campuran sama kereta api eksekutif, atau multikelas kaya Kereta Api Malabar.

Pasti yang namanya kereta udah tua ada batasnya, suatu hari bakalan pensiun dan diganti sama yang lebih baru. Apalagi PT.KAI bikin prioritas kereta stainless steel bakal dialokasi buat gantiin rangkaian kereta api yang udah nggak layak dinas, apalagi untuk perjalanan jarak jauh di atas 4 jam.

Kereta Api Argo Wilis dan Kereta Api Turangga jadi bukti prioritas PT.KAI alokasi trainset terbatu buat gantiin kereta bulukan. Keduanya sering dikomplain sama pelanggan karena kondisinya udah bulukan, jadi nggak sebanding sama harga tiketnya. Makanya Kereta Api Argo Wilis dan Kereta Api Turangga sekarang berubah jadi stainless steel Full K1 18.

Begitu juga kereta api Harina yang trainset lamanya dinilai tak lagi layak buat dinas jarak jauh lebih dari 4 jam. Diganti sama stainless steel gabungan K1 18 dan K3 18 Premium. Meski harus ngorbanin kereta api bisnis hingga ngefek juga ke kereta api Argo Parahyangan. Pasalnya KA 31 dan KA 32 trainsetnya pinjam punya Harina.

Nah kalo udah gitu dikemanain ya trainset lamanya? Pastinya disimpan di Dipo buat armada cadangan, atau dioper ke kereta api lainnya. Contoh trainset lama Kereta Api Argo Wilis, beberapa kereta akhir-akhir ini terlihat digandengin di Kereta Api Argo Parahyangan (reguler). Malah satu trainset lainnya dinas sebagai Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan dibawah Daop 1 Jakarta.

Adapun untuk kereta api bisnis (K2), kalo memang masih layak dinas dimutasi ke kereta api lainnya, atau bisa aja disimpan di Dipo buat cadangan. Tapi kalo benar-benar udah nggak layak jalan, nggak ada pilihan lain selain masuk konservasi untuk selanjutnya afkir dan dirucat di Stasiun Cikaum (CKM).

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: