Cihaliwung dan Pertemuan Jalur Kereta Api

Cihaliwung dan Pertemuan Dua Jalur Kereta Api

Cihaliwung jadi titik pertemuan dua jalur kereta api dari arah Jakarta. Baik jalur Manggarai-Padalarang maupun Cikampek-Padalarang keduanya bertemu di sini. Namun titik itu bakal geser bila nanti shortcut Cipatat-Cilame jadi dibangun.

Cihaliwung adalah nama salah satu lokasi di Padalarang-Kabupaten Bandung Barat. Dulu sebelum jalan tol Cipularang ada setiap mau ke Jakarta pasti bakal lewat daerah ini. Terutama yang ambil jalur ke Purwakarta dan Cikampek.

Cuma dulu belum ada yang ngeh sama daerah ini. Karena taunya mesti Padalarang aja. Tanpa memperhatikan area di sekitarnya. Meskipun sekedar nama desa atau kelurahan. Taunya pasti bakal lewat Padalarang. Udah gitu aja.

Apalagi yang naik kereta api. Nggak banyak yang tau daerah ini. Karena dulu jelas beda banget sama sekarang. Dulu jalur yang ke Cianjur masih aktif meski cuma dilayani Kereta Api Argo Peuyeum atau sesekali kereta barang pengangkut Kapur dari Tagog Apu.

Cihaliwung, Bertemunya dua jalur dari Jakarta

Padahal di titik inilah dua jalur kereta api dari Jakarta bertemu. Pertama tentu jalur kereta api Cikampek Padalarang. Ini adalah jalur utama saat ini sekaligus jalur padat lalu lintas kereta api.

Tercatat 5 KAJJ melintas reguler di sini: Kereta Api Argo Parahyangan, Kereta Api Ciremai Ekspres, Kereta Api Harina, Kereta Api Pangandaran dan Kereta Api Serayu. Ditambah dua lokalan: Kereta Api Elok Cibatu dan Kereta Api Lokal Bandung Raya.

20% dari keseluruhan jalur udah double track. Diantaranya Cikampek-Purwakarta, Ciganea-Sukatani dan Plered-Cikadongdong. Selebihnya masih single track. Termasuk jalur yang melewati Terowongan Sasaksaat dan Jembatan Cikubang.

Adapun jalur satunya lagi memang bukan jalur utama kalo untuk sekarang. Tapi sebenarnya ini adalah jalur dari Jakarta yang pertama. Dibangun periode 1878-1884. Resminya jalur kereta api Manggarai-Padalarang.

Jalur ini membentang mulai dari Jakarta Kota (JAKK), Manggarai (MRI), Depok (DP), Bogor (BOO), Sukabumi (SI), Cianjur (CJ) hingga Tagog Apu (TAU). Sebelum ketemu sama jalur yang dari Cikampek.

Salah satu spot penting di jalur Manggarai-Padalarang adalah Terowongan Lampegan. Inilah terowongan kereta api tertua di Indonesia. Terowongan ini dibangun tahun 1878 dan sempat dipugar 2010 setelah sebelumnya mengalami longsor.

Musibah tersebut jadi salah satu sebab sebagain besar dari jalur ini pernah non aktif. Imbasnya lagi perjalanan Kereta Api Argo Peuyeum yang semula sampai Sukabumi (SI) dipotong jadi cuma ke Lampegan (LP). Hingga akhirnya jadi cuma nyampe Cianjur (CJ).

Jalur legendaris yang pernah mengalami pasang surut. Saat ini 70% jalur kereta api Manggarai-Padalarang telah aktif kembali. Dari Bogor sampe Ciranjang (CRJ) udah dilewatin kereta api secara reguler. Bogor Paledang ke Sukabumi ada KA Pangrango dan Sukabumi-Ciranjang dengan KA Siliwangi.

Sementara dari Ciranjang ke Cipatat lagi dalam proses reaktivasi. Diantaranya penggantian rel jadi tipe R 54 disesuaikan sama mayoritas jalur kereta api saat ini. Hanya saja untuk menyambung sampe ke Bandung ada kendala jalur ekstrem di petak Cipatat-Tagog Apu.

Shortcut Cipatat Cilame, Titik Pertemuan Pindah ke Stasiun Cilame (CLE)

Petak ekstrem jelas nggak bisa dilewatin lokomotif tipe CC. Cuma loko BB aja yang bisa. Itupun cuma bisa narik 2 kereta aja nggak lebih. Meski pendek tapi nggak efisien. Karena itu untuk menyambung lagi jalur legendaris ini sampe ke Bandung, shortcut Cipatat Cilame jadi solusi.

Memang untuk bangun shortcut ini juga bukan perkara enteng. Karena harus dibangun bentang jembatan sejauh 10 km. Tapi sepertinya shortcut jadi pilihan meski harus bangun jembatan terpanjang di Indonesia. Daripada tetap memakai jalur eksisting tapi nggak efisien.

Lebih baik bangun jembatan panjang sekalian tapi bisa dinas dengan formasi minimal 8 kereta. Daripada cuma 2 kereta jelas nggak efisien. Panjang 10 km itu udah hampir setara jalur layang Manggarai-Jakarta Kota sekarang.

Bila shortcut tersebut jadi otomatis Bogor ke Bandung kembali terhubung jalur kereta api. Di saat yang sama pertemuan dengan jalur utama dari Cikampek pun berubah dari semula di Cihaliwung Padalarang jadi di Stasiun Cilame (CLE).

Nah otomatis pertemuan di Cihaliwung nantinya akan jadi sejarah di masa lalu. Begitu juga Stasiun Tagog Apu (TAU) yang terancam jadi stasiun non-aktif. Imbas pembangunan shortcut Cipatat Cilame.

Dua jalur kereta api dari Jakarta bertemu di Cihaliwung
Dua jalur kereta api dari Jakarta bertemu di Cihaliwung. Namun titik pertemuan ini bakal geser seiring pembangunan shortcut Cipatat-Cilame. Reaktivasi petak Cipatat-Padalarang direncanakan nggak akan lewat jalur eksisting karena adanya lintasan ekstrem yang nggak efisien. Sehingga shortcut jadi opsi. Meski harus membangun jembatan sepanjang 10 km setara jalur layang Manggarai-Jakarta Kota.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.