Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (5): KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC

Sempat disinggung di postingan tentang Timbul Tenggelam Kereta Api Cisadane (dan KRL Cisadane Ekspres), rasanya kurang afdhol kalo nggak sekalian dibahas khusus KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC yang notabene jadi salah satu Kereta Jepang di Indonesia. KRL ini sekarang udah nggak lagi dinas dan dirucat di Stasiun Cikaum. 

KRL JR East 103 awalnya dikira dinas KRL Cisadane Express rute Manggarai-Tangerang di zamannya Divisi Jabotabek. Cuma setelah dikaji literatur lebih dalam ternyata lebih sering dinas KRL Benteng Ekspres di Jakarta Kota (JAKK)-Tangerang (TNG). KRL Cisadane Express sendiri pake Toei 6000 Series, termasuk yang kabin rakitan kaya 6227F “Lohan”. Kalopun (mungkin) pernah pake KRL JR East 103 itu sangat jarang.

KRL JR East 103 KRL Rheostatik Mild Steel Ber AC

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (5): KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC

Advertisements
Posted on

KRL Cisadane Exspress: KRL Toei 6000 Series dan KRL Djoko Lelono 3

Ngelanjutin pembahasan tentang Kereta Api Cisadane, kali ini kita akan bahas armada yang pernah dipake KRL Cisadane Express, yaitu KRL Toei 6000 Series hibah dan KRL Djoko Lelono 3 alias “Prajayana”. Keduanya sekarang udah nggak beroperasi lagi, dirucat di Dipo KRL Depok dan Stasiun Cikaum. 

Ternyata pembahasan Kereta Api Cisadane dan KRL Cisadane Express belum selesai. Pasalnya setelah dikasih sedikit pencerahan, si oknum nampak belum juga paham, bahkan postingan terakhirnya di sosmed malah namain Cisadane ke Kereta Api Patas Bandung Raya. Okelah kalo itu memang kereta favoritnya, yang sekarang udah disemayamkan di Dipo KRL Depok dan Stasiun Cikaum (CKM).

krl toei 6000 series (KRL Cisadane Express)

Continue reading KRL Cisadane Exspress: KRL Toei 6000 Series dan KRL Djoko Lelono 3

Posted on

Timbul Tenggelam Kereta Api Cisadane (dan KRL Cisadane Ekspres)

Dulu pernah jadi KAJJ di era 1990-an. Gara-gara okupasinya minim dan kurang efisien, Kereta Api Cisadane Ekspres bersama 6 rangkaian kereta api ekonomi lainnya ditutup tahun 2003. Namanya kembali muncul sebagai KRL Manggarai-Tangerang. Hingga akhirnya hilang lagi di 2011 setelah dimulainya era KRL Commuter Line. 

Sebenarnya ogah ngebahas tentang kereta api yang satu ini, tapi karena ada seorang Railfans yang setiap kali hunting selalu “ngasih nama” Cisadane Ekspres ke Kereta Api Lokal Bandung Raya dan Kereta Api Patas Bandung Raya, rasanya perlu mengangkat tema tentang Kereta Api Cisadane Ekspres untuk meluruskan persoalan. Supaya yang bersangkutan nggak lagi keukeuh ngasih nama itu ke dua lokal andalan Bandung.

stasiun tanah abang Gambar 1.
Dipo Induk Tanah Abang, bagian dari Stasiun Tanah Abang (THB) yang dulu jadi stasiun pemberangkatan KRL Cisadane Ekspres.

Continue reading Timbul Tenggelam Kereta Api Cisadane (dan KRL Cisadane Ekspres)

Posted on

Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong Karees Sulit Direaktivasi

Selain nggak masuk program reaktivasi Kemenhub, Jalur rel mati Bandung Kiaracondong Karees memang nggak begitu dikenal dan secara ekonomi hampir pasti nggak layak. Waktu masih aktif cuma ngandalin angkutan barang ke Kompleks Pergudangan Karees dan Depot Pertamina Samoja.

Banyak jalur rel mati di Indonesia yang masuk rencana pemerintah lewat Kemenhub buat direaktivasi. Tujuan reaktivasi tentu buat menggerakkan ekonomi sekaligus mengurangi kemacetan jalan raya. Padahal dulu lintas-lintas cabang ditutup alasannya selain uzur juga kalah saing sama angkutan jalan raya. Tapi pertumbuhan kendaraan ternyata nggak sebanding sama ruas jalan yang ada, sehingga lintas cabang diwacanakan untuk dihidupin lagi.

Foto Jalur Rel Mati Bandung (Kiaracondong Karees) 38 - Bekas jembatan rel kereta api Jalan Malabar 1

Continue reading Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong Karees Sulit Direaktivasi

Posted on

Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong Karees dan Depot Pertamina Samoja

Selain gudang di daerah Karees, ternyata Depot Pertamina Samoja juga punya peran penting buat Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong-Karees. Praktis sejak distribusi minyak tak lagi pake kereta ketel dan gudang dirasa nggak lagi terlalu penting, jalur ini menjadi jalur rel mati bahkan nyaris terlupakan.

Jalur rel mati Bandung Kiaracondong-Karees sebenarnya udah ada sejak zaman Kolonial Belanda. Pemerintah Belanda lewat Perusahaan Kereta Api Negara, Staatspoorwagen (SS), bikin 3 stasiun utama di Kota Bandung yakni Stasiun Ciroyom, Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Stasiun Bandung jadi stasiun pusat buat layanan penumpang dan perawatan lokomotif.

Stasiun Ciroyom fungsinya lebih ke angkutan dan bongkar muat barang. Sementara Stasiun Kiaracondong berfungsi buat stasiun penumpang sekaligus marshaling yard (aktivitas sortir gerbong barang sesuai tujuan akhir). Disamping itu, Stasiun Kiaracondong juga diset punya banyak percabangan antaralain ke kompleks pergudangan CIkudapateuh (Karees), Perusahaan Gas, Balai Yasa Jembatan dan pabrik senjata ACW (sekarang Pindad).

Continue reading Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong Karees dan Depot Pertamina Samoja