Posted on

Gara Gara Atapers (Penumpang di Atap Kereta)

Atapers atau penumpang di atap kereta boleh aja hilang dari peredaran, tapi kalo kita flashback lagi rombongan ini lumayan bikin gregetan lho. Selain nggak beli tiket, mereka juga seolah menantang maut. Lebih dari itu bahkan sampe bikin operator kereta api merugi dan “turut andil” terciptanya jalur non-aktif. 

Beruntunglah generasi milenial sekarang udah bisa menikmati layanan kereta api Indonesia yang aman dan nyaman. Stasiun kini nggak kalah sama Bandara. Mulai kereta ekonomi sampe kereta eksekutif mewah semuanya adem. Meski ada sedikit pengecualian buat kereta api lokal, termasuk KRL Commuter Line, di jam-jam sibuk yang meski keretanya adem tapi tetap penuh sesak.

Continue reading Gara Gara Atapers (Penumpang di Atap Kereta)

Advertisements
Posted on

Kereta Bisnis Bandung: Beda Nasib MP206501BD dan MP206502BD

Dua kereta bisnis Bandung ini beda nasib. Kalo MP206501BD sekarang afkir dan berada di Stasiun Cikaum (CKM), saudara mudanya MP206502BD justru masih dinas meski sekarang sering dibawa Kereta Api Lokal Bandung Raya atau Kereta Api Lokal Cibatuan. 

Udah baca postingan sebelumnya berjudul “Kereta Bisnis Bandung: In Memoriam MP206501BD?” Disitu ada pembaca yang komentar “Ini pernah di pake lokalan ya? soalnya waktu itu pernah inget dari KAC ke BD naik lokalan belakangnya bisnis kek gini”. Komentar itu sendiri sebetulnya udah ditanggapi tapi sangat singkat, maklum namanya menggapi kan nggak mesti panjang-panjang, yang penting dapet intisarinya.

Tapi walaupun si pembaca udah cukup puas sama tanggapan yang singkat itu, rasanya tetap perlu ngebahas lagi tentang kereta bisnis ini. Meski sejatinya ini bukan kereta penumpang melainkan kereta makan atau restorasi, tetap aja masuk dalam golongan kereta bisnis, karena toh namanya juga KMP2/MP2 alias Kereta Makan kelas 2 (Bisnis) yang dilengkapi pembangkit. Satu kereta dua fungsi: restorasi kelas 2 dan kereta pembangkit.

 photo kereta-bisnis-bandung-beda-nasib-mp206501bd-dan-mp206502bd_zpsfvgi6ctw.png

Continue reading Kereta Bisnis Bandung: Beda Nasib MP206501BD dan MP206502BD

Posted on

Kereta Bisnis Bandung: In Memoriam MP206501BD

Beberapa bulan lalu kita masih bisa liat kereta ini gandengan sama 2 kereta ex-KRD Shinko/MCW 301. Tapi sekarang sosok yang pernah dibawa salah satu KAJJ Daop 2 Bandung ini bersama gandengannya harus menghuni scrap yard Stasiun Cikaum (CKM). 

Walaupun sejatinya kereta makan dan bukan kereta penumpang, tetap aja MP206501BD dihitung kereta bisnis (K2). Di masanya, kereta ini pernah dibawa KAJJ Daop 2 Bandung kaya Kereta Api Mutiara Selatan, yang waktu itu rutenya masih Bandung-Surabaya Gubeng. Dalam kondisi SO (Siap Operasi) MP206501BD juga bisa didinasin di kereta lainnya.

Kereta Bisnis Bandung: Mengenang MP306501BD (1) photo Kereta Bisnis Bandung In Memoriam MP206501BD-1_zpst1mxzf7u.png

Continue reading Kereta Bisnis Bandung: In Memoriam MP206501BD

Posted on

Stasiun Semarang Tawang, Mahakarya Mr.Sloth Blowboer, Pintu Masuk Semarang

Dirancang arsitek Belanda, Mr. Sloth Blowboer, Stasiun Semarang Tawang (SMT) dibangun buat gantiin Stasiun Samarang NIS yang sering kerendem air rob. Kini jadi pintu masuk utama Kota Semarang via jalur kereta api. Semua kereta api jarak jauh berhenti di sini, kecuali Kereta Api Jayabaya. 

Masalah banjir air rob dari Laut Jawa di Kota Semarang ternyata bukan sekarang-sekarang ini aja. Persoalan ini ternyata udah dari zaman pemerintahan Kolonial Belanda. Salah satu yang sering jadi korban banjir air rob ialah Stasiun Samarang NIS, stasiun kereta api pertama di Indonesia yang dibangun 18 Juni 1864, menghubungkan Semarang sama Tanggung via Halte Alastua dan Brumbung.

Continue reading Stasiun Semarang Tawang, Mahakarya Mr.Sloth Blowboer, Pintu Masuk Semarang

Posted on

Sejarah Jalur Kereta Api Jakarta Bandung (2): Sarat Kepentingan Ekonomi

Kepentingan (motif) ekonomi ternayata jadi latar belakang dibalik pembangunan jalur kereta api Batavia-Priangan di abad ke-19. Meski udah ada Jalan Raya Posweg, ternyata itu belum cukup buat membuka keterisolasian daerah Priangan, maka dibangunlah jalur kereta api menuju desa terpencil yang subur itu. Sejarah jalur kereta api Jakarta Bandung dimulai dari sini. 

Berangkat dari kepentingan ekonomi Pemerintah Kolonial Belanda, melihat adanya potensi bagus di Priangan yang terletak di daerah pedalaman. Meski terpencil, daerah ini punya tanah yang subur, inilah yang jadi potensi ekonomi dan pengen digarap sama pemerintah kolonial.

Continue reading Sejarah Jalur Kereta Api Jakarta Bandung (2): Sarat Kepentingan Ekonomi