Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (3): KRL Toei 6000 Series

Kereta Jepang di Indonesia yang satu ini boleh jadi legendanya KRL AC di Jabodetabek. Status hibah ketika didatengin dan langsung dioperasiin sebagai ekspres, KRL Toei 6000 series kini telah pensiun semuanya. 

KRL Toei 6000 Series sejatinya bukan barang baru, tapi lebih pas disebut bekas, karena sebelum dinas di Jabodetabek udah pernah dinas di Jepang dari tahun 1968 di jalur Toei Mita Line. Awalnya KRL ini nggak ber-AC dan baru dipasang di tahun 1989. Seiring berjalan waktu, KRL Toei 6000 Series dianggap nggak lagi relevan sama perkembangan zaman, hingga akhirnya berhenti dinas tahun 1999.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (3): KRL Toei 6000 Series

Advertisements
Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (2): KRL Rheostatik

Butuh kurang lebih 34 tahun kereta jepang di Indonesia hadir kembali. Kali ini wujudnya bukan lagi lokomotif uap tapi Electric Multiple Unit (EMU) atau Kereta Rel Listrik (KRL) Rheostatik. Datang bertahap dalam waktu 11 tahun (1976-1987)

Siapa yang nggak kenal KRL Rheostatik? Kereta Jepang di Indonesia yang satu ini cukup lama melayani masyarakat khususnya Jabodetabek sebagai kereta commuter perkotaan. Mulai 1976 sampe tahun 2014. Kini KRL Rheostatik tak lagi melayani penumpang. Perannya udah digantikan KRL Commuter Line yang juga mayoritas kereta Jepang.

Kereta Jepang di Indonesia (1/2): KRL RheostatikKRL Rheostatik Gantiin Lokomotif ESS 3200

KRL Rheostatik pertama kali datang di Indonesia tahun 1976. Waktu itu yang datang jenis KRL Rheostatik Mild Steel buatan Nippon Sharyo-Kawasaki Heavy Industries Jepang. Jenis ini datang dalam 3 batch dimana angkatan 1976 masuk batch-1, disusul 1978 (batch-2) dan 1984 (batch-3). Yang ngebedain antara Batch-1 sama 2 dan 3 dari pintunya.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (2): KRL Rheostatik

Posted on

Stasiun Cisomang Riwayatmu Kini

Dulu jadi salah satu tempat persinggahan Kereta Api Lokal Cibatuan, tapi sejak double track antara Stasiun Plered dan Stasiun Cikadondong beroperasi, nggak ada lagi aktivitas naik turun penumpang ataupun persilangan di sini. Statusnya pun downgrade dari Stasiun jadi Halte.

Stasiun Cisomang, atau sekarang namanya berubah jadi Halte Cisomang sejak Desember 2014, adalah bangunan stasiun yang terletak di Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Masuk dalam pengelolaan PT. KAI Daop 2 Bandung.

Continue reading Stasiun Cisomang Riwayatmu Kini

Posted on

Jalur Kereta Api Mati di Jakarta (1): Manggarai-Jakarta Kota Bawah

Tanpa kita sadari ternyata ada beberapa jalur kereta api mati di Jakarta, salah satunya antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Jakarta Kota (bawah) yang mati setelah ada jalur layang. Sisakan bekas jembatan di depan Masjid Istiqlal.

Jalur kereta api mati alias rel mati mulai ada sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1942-1945. Di era itu beberapa jalur terutama peninggalan perusahaan kereta api swasta Belanda banyak yang ditutup.

Relnya dicabut dan dipindah ke tempat lain misalnya di jalur Maos-Purwokerto Timur punya SDS relnya dipindahin ke Kachanaburi Thailand sama jalur Rancaekek-Tanjungsari punya SS dibawa ke Bayah buat dibikin jalur kereta api baru di sana, menghubungkan Saketi-Bayah.

Continue reading Jalur Kereta Api Mati di Jakarta (1): Manggarai-Jakarta Kota Bawah

Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12

Bukan KRL Rheostatik atau KRD MCW 301, ternyata kereta Jepang di Indonesia yang pertama Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12 didatengin di masa penjajahan Dai Nippon untuk didinasin di Surabaya. Sayang nggak satupun yang tersisa.

Kebanyakan memang taunya kereta Jepang di Indonesia pertama kali ada tahun 1976 dimana pemerintah Orde Baru lewat Kementerian Perhubungan waktu itu datangin KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 sama KRD Shinko MCW 301 dari Jepang untuk modernisasi armada kereta api lokal perkotaan.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12