Ketika Nama Lodaya Bandung Dipersoalkan

Lodaya Bandung sudah eksis sejak Juni 2017 dan sudah dikenal di kalangan Railfans sebagai referensi kereta api Indoensia. Namun sayang ketika hendak merangkul salah satu WhatsApp Grup untuk maju bersama sebagai suatu komunitas nama tersebut malah dipersoalkan, dianggap cuma nama kereta, padahal sejatinya merupakan identitas Sunda dan Priangan.

Inilah yang terjadi di akhir tahun 2018. Sebuah WhatsApp Grup yang coba dirangkul untuk diajak maju bersama lantas menolak mentah-mentah gagasan tersebut. Bukan cuma itu salah satu anggota pun sampai mempersoalkan nama Lodaya Bandung yang hendak digunakan. Menurutnya nama tersebut terlalu spesifik hanya mengacu ke Kereta Api Lodaya (Solo Bandung Raya).

Setelah melalui keriuhan di dalam grup akhirnya dukungan dari Lodaya Bandung pun ditarik. Dalam rangka memenuhi kemauan mereka. Kalo kata orang jawa “Sing Waras Yo Ngalah”. Hingga akhirnya mereka pun berjalan sesuai keinginan mereka sendiri. Sebenarnya apa alasannya mempersoalkan nama Lodaya? apakah nama tersebut benar cuma nama kereta?

Continue reading “Ketika Nama Lodaya Bandung Dipersoalkan”
Advertisements

(Logo Baru) Saat Super Azusa Gantikan KRD MCW 302

Posisi KRD MCW 302 yang pernah dinas KRD Patas Bandung Raya (KRD Patas Non-AC) akhirnya harus lengser dari logo resmi Lodaya Bandung. Terhitung mulai 29 November 2018 digantikan Super Azusa, salah satu KAJJ punya JR East Jepang. 

Lodaya Bandung ganti logo lagi, namun sekarang beda dari sebelum-sebelumnya. Bukan KRD MCW, bukan si hidung miring, bukan badak Sumatera, apalagi Mr. Puongs. Justru logo barunya kereta Jepang yang melayani rute Shinjuku-Matsumoto dibawah operator East Japan Railway Company atau JR East, yaitu Super Azusa.

Continue reading “(Logo Baru) Saat Super Azusa Gantikan KRD MCW 302”

Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Dibanding logo terhadulu, logo baru Lodaya Bandung punya nilai lebih karena betul-betul kreasi sendiri. Karena si badut “Puongs” dkk udah terlalu mainstream, akhirnya dipilihlah “Samurai Jepang” KRD Shinko/MCW 302. Armada yang cukup legendaris di Bandung karena pernah dinas sebagai KRD Bandung Raya. Selain itu pemilihan juga didasari inspirasi sama KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang. 

Logo baru semangat baru. Ya itulah alasan kenapa Lodaya Bandung udah lama banget kepengen punya logo baru menggantikan yang lama. Emang ada apa sama logo lama? Bukannya itu justru yang jadi latar belakang Lodaya Bandung? Memang betul, logo lama itu Kereta Api Lodaya lagi ditarik lokomotif CC 2016. Foto tahun 2017 diambil di JPL 162 Braga.

Asalnya logo lama dari foto terus diedit hingga jadilah logo resmi Lodaya Bandung sepanjang tahun 2017 sampe masuk awal-awal 2018. Cuma karena sekarang Kereta Api Lodaya udah ada perubahan. Meski masih dioperasiin Daop 2 Bandung, keretanya sekarang punya Dipo Solo Balapan (SLO), termasuk rangkaian kereta api eksekutif-nya bekas Kereta Api Gajayana yang jadi terbaik ke-2 setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Perubahan ini bikin admin mulai kepikiran sama logo baru, mengingat logo lama udah nggak representatif lagi. Iyalah itukan rangkaian lama. Kereta Api Eksekutifnya aja angkatan 60-an. Jadul banget.

Continue reading “Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang”