Kereta Jepang di Indonesia: Loko Uap Hingga Ratangga

Kereta Jepang di Indonesia ternyata udah ada di jaman penjajahan Jepang. Lokomotif Uap C32 jadi yang pertama. Datang lagi setelah kemerdekaan secara berurutan mulai tahun 1964, 1976, 1980-an dan 1990an. KRL Hibah jenis Toei 6000 series di awal milenium hingga terakhir datang Ratangga.

Rupanya keberadaan armada kereta asal negeri sakura udah berlangsung lama. Kebanyakan mungkin taunya cuma KRL Hibah di awal milenium jenis Toei 6000 series. Ditambah lagi dominasi jenis JR 205 di hampir semua jalur KRL Commuter Line.

Oke mundur lagi ke generasi orang tua kita. Tahun 1976 jadi awal modernisasi angkutan kereta api perkotaan. Khususnya di Jabodetabek. Sejumlah KRL Rheostatik didatangkan langsung dari Jepang. KRL ini ganti lokomotif si Bon Bon yang dinas sejak era kolonial.

Continue reading “Kereta Jepang di Indonesia: Loko Uap Hingga Ratangga”
Advertisements

Lokomotif Uap TC 10 di Stasiun Bandung

Lokomotif Uap TC 10 sejatinya nggak beroperasi di wilayah Daop 2 Bandung dengan lebar spoor 1.067 mm. Sebaliknya justru di small spoor 600 mm jalur Cikampek-Cilamaya (Daop 1 Jakarta). Justru malah jadi tugu di depan Stasiun Bandung (BD).

Awalnya di depan Stasiun Bandung (BD) bagian selatan ada tugu inagurasi. Tugu ini semacam hadiah dari pemerintah kolonial Belanda. Tapi sayang kemudian harus dihancurkan dan diganti sama loko uap yang nggak ada kaitan sama kereta api di Priangan.

Continue reading “Lokomotif Uap TC 10 di Stasiun Bandung”

Fakta-Fakta Terkait Tragedi Petarukan Pemalang

Tragedi Petarukan Pemalang ternyata menyimpan sejumlah fakta. Inilah kecelakaan kereta api terbesar kedua di Indonesia dan terparah sejak tahun 2001. Makan korban 36 tewas dan 50-an lainnya luka-luka.

Tragedi Petarukan Pemalang melibatkan dua rangkaian kereta api yang sama-sama dari Jakarta tapi beda jurusan, yakni Kereta Api Senja Utama Semarang jurusan Stasiun Semarang Tawang (SMT) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi.

Continue reading “Fakta-Fakta Terkait Tragedi Petarukan Pemalang”

Double Track Pantura dan Tragedi Petarukan Pemalang

Double Track Pantura kini jadi jalur penting bahkan mau ditingkatin jadi jalur kereta cepat Jakarta Surabaya. 8 tahun silam di jalur ini pernah terjadi Tragedi Petarukan Pemalang, makan korban. 

Jalur kereta api Jakarta Surabaya via utara atau jalur kereta api Pantura kini jadi jalur penting, buat angkutan penumpang dan barang. Beda sama jalur selatan yang berbukit dan naik turun, jalur kereta api pantura ini jauh lebih datar. Memang sih ada beberapa belokan tapi masih dalam gradien datar. Inilah yang membedakan sama jalur selatan, ada tikungan juga rada nanjak atau menurun.

double-track-pantura-dan-tragedi-petarukan-pemalang

Dari segi pemandangan sendiri lebih didominasi sama pematang sawah dan perumahan penduduk. Di Cirebon kita akan liat Gunung Ciremai di kejauhan, begitu juga menjelang masuk Stasiun Tegal kita akan menyaksikan pemandangan Gunung Slamet. Secara salah satu jalur pendakian gunung tertinggi di Jawa Tengah ini ada di Tegal, tepatnya jalur Guci dan Dukuhliwung.

Pemandangan lain yang akan kita jumpai di jalur kereta api pantura ialah scrapyard atau kuburan kereta-kereta tua di Stasiun Cikaum (CKM). Semua kereta yang udah nggak layak pakai bakal dikirim ke sini untuk dirucat. Di antara kereta yang udah jadi penghuni tetap Stasiun Cikaum (CKM) ialah KRLI Prajayana karena kerusakan yang nggak bisa lagi diperbaiki, selain itu ada juga KRL Tokyu 8617F “Jalita” dan kereta bisnis Bandung KMP206501BD.

Continue reading “Double Track Pantura dan Tragedi Petarukan Pemalang”

Sejarah Kota Bandung dan Kereta Api Indonesia

Kota Bandung kini berusia 208 tahun, begitu juga Kereta Api Indonesia menginjak 73 tahun. Hari ulang tahun keduanya cuma selang 2 hari. Kereta Api sendiri punya peran penting buat Bandung dan sekitarnya. 

Jangan bayangin Bandung sekarang sama dulu, jauh banget. Sebelum rame dan jadi tempat tujuan wisata kaya sekarang Bandung nggak lebih dari desa kecil di wilayah Priangan. Meski begitu punya potensi ekonomi tinggi karena daerah ini penghasil teh dan kina. Pembangunan jalan raya pos oleh Daendles tahun 1808 disusul jaringan kereta api tahun 1884 punya pengaruh buat perkembangan Bandung hingga jadi kaya sekarang.

Continue reading “Sejarah Kota Bandung dan Kereta Api Indonesia”