Blue Train Japan “Asakaze” Di rute Tokyo-Hakata

Blue Train Japan “Asakaze” salah satu kereta legendaris di negeri sakura. Melayani rute Tokyo-Hakata sebagai limited express sleeper train. 28 Februari 2005 kereta ini berhenti dinas karena tergeser oleh Shinkansen Nozomi.

Blue Train Japan atau Blue Train. Mestinya istilah itu nggak asing lagi di perkereaapian Jepang. Blue Train aslinya merujuk pada eksterior kereta yang didominasi warna biru. Sama halnya kaya kereta api Bima jaman dulu disebut “Biru Malam” karena exterior dan dinasnya malam hari.

Ada beberapa kesamaan antara Blue Train dan Bima Jaman Old. Selain fisiknya sama-sama biru dan layanannya sama-sama sleeper train. Keduanya juga dinas di rute yang sangat jauh. Nah untuk Tokyo-Osaka di Tokaido Main Line aja udah setara Jakarta-Surabaya. Ini bablas sampe ke Hakata di Kyushu Island. Udah nyeberang pulau dari Pulau Utama Honshu ke Kyushu.

Sebenarnya masih ada Blue Train lainnya disamping Asakaze. Blue train juga nggak harus merujuk ke fisik kereta yang biru total. Ada aja warna lain tapi tetap disebut Blue Train misalnya Cassiopeia (abu-abu) dan Twilight Express (hijau). Karena sejatnya lebih ke layanannya yang seperti hotel berjalan.

Blue Train Japan “Asakaze” Mulai Dinas 1956

Asakaze mulai dinas 19 November 1956 di rute Tokyo Station (Tokyo/Honshu) – Hakata Station (Fukuoka/Kyushu). Waktu itu operatornya masih Japanese National Railway (JNR). Termasuk satu dari sekian banyak limited express kebanggaan JNR di jamannya. Secara Jepang sendiri waktu itu baru bangkit dari keterpurukan akibat Perang Dunia ke-2.

Blue Train Japan "Asakaze" di Tokyo-Hakata 1
Train car (kereta) Blue Train Japan “Asakaze” di The Railway Museum Saitama Jepang

Dari tahun dinasnya memang lebih duluan dibanding Kereta Api Bima. Si biru malam penghubung Jakarta-Surabaya baru dinas tahun 1967. Bedanya trainsetnya pake buatan Gorlitz Jerman Timur, meski sama-sama sleeper train atau hotel berjalan.

Rute yang dilewatin Asakaze jauh juga lho, sampe nyeberang pulau dan melintasi Kanmon Tunnel (dibangun 1942). Jadi bisa dibilang kaya dari Jakarta ke Banyuwangi. Karena Jakarta-Surabaya itu kalo cuma nyampe Osaka. Pokoknya ideal banget buat layanan limited express sleeper train.

Di Jepang, Shinkansen sendiri baru mulai ada tahun 1964. Itu juga baru melayani Tokyo-Osaka dengan trainset O Series atau Shinkansen generasi pertama (nanti akan dibahas sendiri inSyaaAlloh). Keberadaan Shinkansen, juga Tokyo Monorail, memang nggak bisa dilepas dari Olimpiade Tokyo 1964. Sekaligus buat modernisasi tentunya.

Asakaze Tokyo-Shimonoseki dan JR West

Meski Shinkansen udah mulai dinas 1964 ternyata nggak menyurutkan minat Blue Train Asakaze. Selain Shinkansennya sendiri baru nyampe Shin-Osaka Station. Japanese National Railway (JNR) menambah satu lagi Asakaze untuk rute Tokyo-Shimonoseki yang khusus di Honshu Island. Trainset kedua mulai dinas Oktober 1970 dan yang ini nggak sampe nyeberang pulau.

Kompartemen Blue Train Japan “Asakaze” yang udah sedikit dimodifikasi. Kemungkinan setelah masuk museum.

Di tahun 1987 terjadi privatisasi terhadap BUMN operator kereta Jepang. Itu setelah Japanese National Railway (JNR) mengalami kerugian hingga akhirnya pailit. Di era privatisasi inilah kemudian dikenal istilah JR (Japan Railway) sebagai penerus JNR.

Nah yang bedain JNR sama JR ialah kalo JNR itu satu operator untuk seluruh Jepang, JR dibagi-bagi lagi berdasarkan wilayah operasinya. Disini kemudian kita kenal ada operator beda-beda meski masih sama JR Group. Kyushu Railway Company misalnya, atau dikenal JR Kyushu, operator kereta api di Kyushu Island.

Terus ada West Japan Railway Company (JR West), Shikoku Railway Company (JR Shikoku), East Japan Railway Company (JR East), Central Japan Railway Company (JR Central), hingga Hokkaido Railway Company (JR Hokkaido). Blue Train Asakaze sendiri sejak 1987 dibawah opeartor JR West.

Pensiun Karena Tergusur Nozomi

Perkembangan Shinkansen di Jepang pada akhirnya menggusur Blue Train atau Limited Express Sleeper Train. Sekalipun masih ada yang dinas seperti Sunrise Izumo di Tokyo-Osaka. Hanya saja karena kebutuhan untuk lebih cepat sampai di tujuan membuat penumpang pindah ke Shinkansen.

Apalagi Tokyo-Hakata sendiri akhirnya juga tersambung Shinkansen via Shin-Kanmon Tunel (1975). Jadi ada shinkansen yang langsung ke Hakata, Shinkansen Nozomi. Inilah yang membuat penumpang Asakaze terutama ke Hakata mulai pindah ke lain hati.

Karena peminat terus menurun, Blue Train Japan “Asakaze” Tokyo-Hakata akhirnya harus pensiun pada Desember 1994. Menyusul rute Tokyo-Shimonoseki 28 Februari 2005. Nah satu kereta (train car) bekas Blue Train Japan “Asakaze” kini tersimpan di The Railway Museum Saitama. Di pinggiran Tokyo.

NB: Gambar diatas diambil dari The Railway Museum Saitama Jepang. Satu train car ex Blue Train “Asakaze” yang kini jadi salah satu koleksi museum. Untuk sumber artikel di sini: Asakaze, Blue Train, dan Kanmon Tunnel.


Cari Penginapan Murah di Jepang? Di Agoda Aja

Mau jalan-jalan ke Jepang? Berkunjung ke The Railway Museum Saitama? Pastinya bakal butuh penginapan. Nah biar nggak ribet kamu bisa cari penginapan dengan berbagai pilihan dan juga budget yang sesuai dengan kantongmu. Langsung aja merapat ke Agoda.Com

Cari Penginapan dekat The Railway Museum? Biar Agoda.Com aja.


Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.