Posted on

Hah, Kereta Api Bukit Serelo Nyasar Ke Bandung?!

Sejatinya Kereta Api Bukit Serelo melayani rute Kertapati (KPT)-Lubuk Linggau (LLG) dibawah Divre 3 Sumatera Selatan dan Lampung. Tapi kelakuan seorang yang mengaku Railfans ini malah bikin ngakak, karena menyebut Kereta Api Lokal Bandung Raya sebagai Kereta Api Bukit Serelo. 

Ada-ada saja kelakuan bocah yang satu ini. Mengaku sebagai railfans atau pecinta kereta api tapi kok kaya nggak ngerti nama dan rute kereta api. Masih mending begitu, lha ini ngakunya juga jadi ketua salah satu komunitas Railfans di Bandung, udah itu belagak seperti seorang master pula, bikin video sok bikin narasi lisan tapi content-nya itu lho ngawur.

Contoh kasus ini, kok bisa-bisanya ngasih nama Kereta Api Bukit Serelo ke Kereta Api Lokal Bandung Raya? Padahal jelas-jelas Kereta Api Bukit Serelo dinas dibawah Divre III Sumatera Selatan dan Lampung, melayani rute Kertapati (KPT)-Lubuklinggau (LLG). Sementara Kereta Api Lokal Bandung Raya kita semua tau kereta komuter andalan urang Bandung. Kalopun ada nama lain paling orang nyebutnya KRD, karena dulu rangkaiannnya pake KRD.

Continue reading Hah, Kereta Api Bukit Serelo Nyasar Ke Bandung?!

Advertisements
Posted on

Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Pake Rel Tipe R54

Reaktivasi jalur kereta api Bandung Cianjur mulai tahap pergantian rel dari tipe lama ke tipe baru, R54, guna mendukung lokomotif sekelas CC201 hingga CC206. 

Reaktivasi jalur kereta api Bandung-Cianjur semakin menemui titik terang. Bantalan beton mulai ada di sejumlah titik. Ya salah satu jalur kereta api tertua di Indonesia ini tengah bersiap untuk kembali dilewatin kereta api setelah kereta api terakhir lewat sini sekitar tahun 2012-2013, Kereta Api Argo Peuyeum (Padalarang-Cianjur).

Kereta Api Argo Peuyeum berhenti dinas selain karena okupasi nggak sesuai harapan, terutama setelah upgrade jadi kereta api bisnis Rp 10.000,00, juga karena alasan teknis. Ketiadaan armada lokomotif BB301 dan BB304 salah satunya. Padahal cuma lokomotif buatan Jerman ini yang bisa melewati jalur kereta api Bandung-Cianjur. Tipe rel yang masih jadul ditambah adanya jalur ekstreme bikin lokomotif CC sulit lewat sini.

Continue reading Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Pake Rel Tipe R54

Posted on

Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Mulai Tahap Pergantian Rel

Jalur kereta api Bandung-Cianjur yang non aktif selama 6 tahun kini mulai masuk tahap pergantian rel. Kalo tak ada halangan inSyaaAlloh 2019 jalur eksotis ini aktif lagi. 

Entah efek Gubernur baru atau gimana, reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api Bandung-Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Kalo sebelumnya terkesan adem ayem meski udah sering ada kereta ukur dan lori inspeksi mondar mandiri disitu, sekarang malah udah mulai siap-siap penggantian rel berikut bantalannya.

Salah satu kendala jalur kereta api Bandung-Cianjur memang ada di infrastruktur, selain keberadaan jalur ekstrem Cipatat. Rel yang dipake masih tipe lama, belum bisa mengakomodasi lokomotif sekelas CC 206, bahkan CC 201 aja nggak bisa lewat disitu. Rel cuma bisa mendukung lokomotif BB301 dan BB304. Itu juga nggak bisa bawa lebih dari 2 kereta karena jalur ekstreme di Cipatat.

Continue reading Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Mulai Tahap Pergantian Rel

Posted on

Sebelum Stasiun Buaran (BUA) Lama, 2 Stasiun Ini Non-Aktif Duluan

Proyek DDT Manggarai-Cikarang bakal membawa dampak positif terutama buat roker pengguna KRL Commuter Line di Blue Line. KRL Commuter Line nggak harus ngalah lagi sama KAJJ karena masing-masing punya jalur sendiri. Cuma Proyek ini juga harus mengorbankan beberapa stasiun, salah satunya Stasiun Buaran (BUA) lama. Sebelumnya 2 stasiun udah non-aktif duluan.

Proyek DDT Manggarai-Cikarang, start 2013, memang dirancang untuk memisahkan operasional KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Nantinya KRL bakal jalan di jalur existing yang dilengkapi Listrik Aliran Atas (LAA) adapun KAJJ pake jalur baru. Dua kereta di jalur yang sama selalu jadi keluhan penumpang. KRL kerap harus mengalah setiap KAJJ mau lewat.

Ternyata bukan cuma KAJJ, kereta barang juga kerap melintas di Blue Line. Jadi jalur yang baru itu nanti buat KAJJ dan kereta barang. Meski idealnya buat kereta barang ada jalur tersendiri juga.

 photo 09 SEBELUM STASIUN BUARAN 2 STASIUN INI NON AKTIF DULUAN_zpsdj0oodks.jpg

Continue reading Sebelum Stasiun Buaran (BUA) Lama, 2 Stasiun Ini Non-Aktif Duluan

Posted on

Menikmati Heningnya Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama

Di keheningan malam, Stasiun Buaran (BUA) lama seolah menikmati saat-saat terakhirnya selagi masih aktif, seiring dengan kondisi stasiun yang nggak terlalu ramai.

Dibanding sama Stasiun Klender Baru (KLDB) atau Stasiun Pondok Kopi, Stasiun Buaran (BUA) lama memang lebih sepi. Penumpang yang naik dan turun nggak sebanyak di sana. Secara posisi Stasiun Klender Baru (KLDB) jauh lebih strategis karena di stasiun inilah akses paling mudah menuju area pemukiman di Kelurahan Bintara Jaya. Di sekitaran banyak titik-titik strategis lain, kaya Rumah Sakit Islam Jakarta Timur.

Mau ke kantor walikota Jakarta Timur juga lebih gampang dari Stasiun Klender Baru (KLDB), makanya jangan heran di jam-jam sibuk stasiun ini sangat dipadati penumpang. Dulu di zamannya KRL Ekspres masih dinas, stasiun ini jadi salah satu titik naik turun penumpang selain Stasiun Kranji dan Stasiun Bekasi.

Makanya kalo udah masuk rush hour, sekitar Stasiun Klender Baru (KLDB) bakalan crowded banget. Mulai angkot, ojek pengkolan hingga ojek online menanti penumpang turun dari Stasiun.

Menikmati Keheningan Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama 1/3 photo 06 MENIKMATI KEHENINGAN MALAM DI STASIUN BUARAN LAMA 1-3_zpszshpaqgt.jpg

Continue reading Menikmati Heningnya Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama